Manunggal BBGRM di Pasia Nantigo, Perlancar Akses Pasar dan Kuburan

5
GOTONG ROYONG: Aparatur Kelurahan Pasia Nantigo mengerjakan program manunggal BBGRM tahun 2021.(RANDI/PADEK)

Program Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) tahun 2021 di Kelurahan Pasia Nantigo Kecamatan Kototangah merupakan momentum yang paling ditunggu-tunggu masyarakat. Pasalnya program tersebut dilakukan dalam bentuk betonisasi jalan yang bisa membantu akses warga ke Pasar Bandaaie dan juga ke tempat pemakaman atau pekuburan kaum Chaniago. Seperti apa?

PEMBANGUNAN  infrastruktur berupa pengecoran/betonisasi menjadi salah satu pilihan terbaik yang dilakukan oleh Kelurahan Pasia Nantigo untuk mempermudah akses jalan warga dan memperlancar aktivitas warga. Sebab, akses jalan menjadi faktor penting untuk mempercepat pembangunan daerah.

Lurah Pasia Nantigo, Taslim mengatakan, dalam program manunggal BBGRM tahun 2021 ini memfokuskan pembuatan betonisasi jalan menggunakan beton cor ready mix sesuai dari usulan musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang).

“Usulan ini sebelumnya sudah dilaksanakan pada kegiatan musrenbang. Kita rangkum usulan maka terealisasi lah betonisasi jalan dalam program manunggal BBGRM 2021 di Kelurahan Pasia Nantigo ini,” kata Taslim kepada Padang Ekspres, Minggu (11/7).


Ia menjelaskan, sebelumnya jalan yang di betonisasi sudah ada dilakukan perkerasan bada jalan sekitar 15 meter, tapi keadaannya terus melunak. Jadi terpaksa diberikan tanah liat clay demi memikirkan keadaannya yang bisa ambruk.

“Kami mengerjakan pendataan dulu menggunakan tanah liat clay sebanyak 3 mobil truk, ditebar dan ditimbun barulah di lakukan betonisasi badan jalan,” ujarnya.

Di samping itu, lanjutnya, pihaknya mengambil langkah ini karena yang paling urgent lokasinya. Sesuai ketentuan ini maka dilakukan pembangunan, karena ingin memperlancar akses warga.

“Sekarang dengan dibangunnya betonisasi jalan ini akses warga sudah cepat ke Pasar Bandaaie dan juga ke tempat pekuburan kaum Chaniago. Jadi masyarakat sudah lancar ke pasar begitupun mengantarkan jenazah ke tempat perkuburan tersebut,” bebernya.

Dikatakannya dalam program manunggal BBGRM ini betonisasi jalan di Kelurahan Pasia Nantigo tersebut dititikberatkan pengerjaanya di RT 03/RW 13, tepatnya di Perumahan Kamela Permai II.

“Betonisasi badan jalan  menggunakan beton cor ready mix tersebut dilakukan sepanjang 115 meter dengan lebar mencapai 3 meter,” terang Taslim.

Ia menyampaikan dengan dipilihnya pembangunan memakai beton cor ready mix supaya hasilnya lebih memuaskan, tahan lama dan kualitasnya akan bagus.

“Dalam kegiatan program manunggal BBGRM tahun 2021 tersebut, Pemko Padang hanya menggelontorkan dana pancingan sebesar Rp 35 juta di Kelurahan Pasia Nantigo,” katanya.

Menurutnya, swadaya masyarakat yang dilakukan dalam pembuatan betonisasi jalan sangat cukup tinggi, seperti sumbangsih  tenaga, konsumsi, sarana dan prasarana serta bantuan lainnya.

“Antara komponen yang ada di Kelurahan Pasia Nantigo baik dari pemerintah kelurahan, tokoh masyarakat, bhabinkamtibmas, babinsa, RT dan RW secara bahu membahu mensukseskan program manunggal BBGRM tersebut,” akunya.

Baca Juga:  UNP Miliki 28 Kelas Internasional

Di samping itu, program fasling juga dilakukan di Kelurahan Pasia Nantigo tepatnya di RT 04/RW 06 dalam bentuk pembuatan betonisasi jalan menggunakan beton cor ready mix.
“Program fasling itu juga dilakukan dalam bentuk betonisasi jalan yang berada di depan kantor lurah dengan panjang 57 meter dan lebar 3,5 meter serta di samping kantor lurah dengan panjang 27 meter dan lebar 3,5 meter,” jelasnya.

Untuk kegiatan program fasling ini sambung Taslim sistemnya juga sama seperti program manunggal BBGRM. Stimulus yang diberikan Pemko Padang hanya sebesar Rp 50 juta.
“Sehingga masing-masing Rp 25 juta. Jadi sistemnya sama dengan manunggal. Kita akan pancing Rp 25 juta lalu ditambah dengan swadaya masyarakat,” tandasnya.

Tak hanya itu, program pembinaan kepada program pembinaan kepada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) juga akan menjadi program prioritas di Kelurahan Pasia Nantigo.

“Di Kelurahan Pasia Nantigo banyak UMKM yang tersebar seperti bergerak di bidang pengeringan ikan asin, pembuatan palai bada (pepes teri basah), kue kering, rakik maco (peyek ikan asin), kerupuk dan lain-lain,” paparnya.

Taslim menyebutkan, membuat atau mengolah bahan bekas menjadi tas untuk dijadikan barang yang layak digunakan juga dilakukan, karena ini membuktikan bahwasanya Kelurahan Pasia Nantigo bisa menghadirkan kreatifitas hasilkan produk bernilai jual.

“Kami juga memberikan pendampingan teknis kepada UMKM melalui Dinas Koperasi dan UMKM Kota Padang. Ini dilakukan sebagai wujud menggenjot perekonomian masyarakat sekitar,” tegasnya.

Sementara itu, Taslim mengatakan, melihat daerah dari Kelurahan Pasia Nantigo banyak pantai atau pesisir, jadi secara otomatis akan bisa diupayakan bagaimana pariwisata itu hidup dan berkembang di tengah-tengah masyarakat.

“Kami akan meningkatkan potensi tempat pariwisata, sehingga masyarakat bisa betah dan aman berlama-lama. Apalagi di Kelurahan Pasia Nantigo ada objek wisata Pantai Pasir Jambak dan konservasi penyu Jambak Sea Turtle Camp,” tuturnya.

Ia berharap dengan berbagai aspek program yang dilakukan oleh Kelurahan Pasia Nantigo, mudah-mudahan bisa bermanfaat bagi masyarakat banyak terutama masyarakat setempat.

Selanjutnya untuk sarana dan prasarana yang telah dibangun pemerintah tersebut semestinya masyarakat juga bisa menjaga dan merawatnya.

“Masyarakat akan bisa mendapatkan akses yang lebih baik dari sebelumnya, terutama yang pergi ke pasar dan pekuburan. Kami juga berharap kepada masyarakat agar bisa menjaga dan memelihara fasilitas yang dibangun oleh pemerintah,” pungkasnya. (***)