Lanjut, Sidang Korupsi KONI Padang! Dana Hibah Tak Digunakan Semestinya

164
SIDANG PERDANA: Ketiga terdakwa saat menjalani sidang perdana agenda pembacaan surat dakwaan oleh JPU di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Kelas IA Padang, Senin (11/7).(IST)

Kasus dugaan korupsi dana hibah Komite Olahraga Nasional (KONI) Padang tahun anggaran 2018-2020 dengan terdakwa mantan Ketua KONI Padang Agus Suardi, mantan Wakil I Davidson, dan mantan bendahara Nazar akhirnya disidang, Senin (11/7).

Sidang digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri (PN) Kelas IA Padang dengan agenda pembacaan dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Padang.

Dalam sidang tersebut, ketiga terdakwa tampak didampingi penasihat hukum (PH) masing-masing. Ketua Tim JPU Budi Sastera saat membacakan surat dakwaan menyebut, penggunaan dana hibah KONI Padang anggaran tahun 2018-2020 dipergunakan tidak sebagaimana mestinya.

“Bahwa KONI Padang mendapat dana hibah secara bertahap, namun tidak dipergunakan sebagaimana mestinya. Selain itu, negara mengalami kerugian sebesar Rp 3.117.000.000,” kata Budi.

Dikatakan Budi, perbuatan ketiga terdakwa melanggar Pasal 2, Pasal 3, dan Pasal 9 jo Pasal 15 dan jo Pasal 18 Undang-undang Tindak Pidana Korupsi tahun 2011 sebagaimana diubah dan ditambah tahun 2001.

Usai pembacaan dakwaan, terdakwa Agus Suardi didampingi penasihat hukum mengajukan eksepsi atau nota keberatan atas dakwaan. Hal yang sama juga disampaikan terdakwa Nazar didampingi penasihat hukumnya.

Sementara terdakwa Davidson didampingi penasihat hukumnya tidak mengajukan eksepsi. Sehingga hakim Juandra, Hendri Joni menundang sidang hingga 15 Juli 2022 mendatang. Seperti diketahui, penyelidikan kasus ini dimulai 16 September 2021 setelah Kejari Padang menerima laporan dari masyarakat tentang adanya dugaan korupsi dana hibah KONI Padang.

Baca Juga:  Pengecoran Jalan Bukit Aua Limau Manis Buka Wisata Agro Puncak Talao

Menerima laporan itu, Kejari Padang memanggil sejumlah pihak untuk dimintai klarifikasi dan keterangan. Mulai dari Kepala Bidang Kepemudaan Dispora Padang Junaldi, Ketua KONI Padang Agus Suardi, dan Bendahara KONI Padang Kennedi.

Kepala Bidang Kepemudaan Dispora Padang Junaldi memenuhi panggilan pada Senin, 20 September 2021. Sementara Ketua KONI Padang Agus Suardi dan Bendahara KONI Padang Kennedi memenuhi panggilan Kejari Padang pada Selasa 21 September 2021.

Sebulan setelah itu pada 21 Oktober 2021, status penyelidikan naik menjadi penyidikan sesuai Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) Kepala Kejari Padang Nomor 02/L.3.10/Fd.1/10/2021 tertanggal 21 Oktober.

Diketahui bahwa KONI Padang menerima bantuan dari hibah dari Pemko Padang. Bantuan dana hibah tersebut bersumber dari APBD Kota Padang dengan rincian pada tahun 2018 sebesar Rp 6.750.000.000, pada tahun 2019 sebesar Rp 7.458.200.000 dan tahun 2020 sebesar Rp 2.450.000.000.

Pada Jumat (31/12) tahun lalu, Kejari Padang menetapkan tiga orang tersangka dalam kasus dugaan korupsi ini. Ketiga tersangka yakni Agus Suardi, Davitson, dan Nazar.

Berdasarkan hasil audit Tim Auditor BPK Provinsi Sumbar, perbuatan ketiga tersangka telah menimbulkan kerugian kerugian negara senilai Rp 3.117.000.000. (idr)