Tempat Pemandian Dipadati Warga, Polisi Bubarkan Kerumunan Balimau

38
Ratusan warga memadati bendungan irigasi Kototuo, Kelurahan Koto Panjang Ikur Koto untuk melakukan aktivitas balimau, kemarin. (IST)

Meski ada imbauan dari pemerintah untuk tidak melaksanakan balimau mengingat pandemi belum berakhir, namun warga masih tetap membuat kerumunan di lokasi pemandian.

Salah satunya di bendungan irigasi Kototuo, Kelurahan Koto Panjang Ikur Koto.
Pantauan Padang Ekspres Senin (12/4), ratusan warga mendatangi lokasi pemandian untuk melaksanakan tradisi balimau. Mulai dari mandi hingga sekadar berenang.

Sayangnya, warga yang berkumpul tersebut juga mengabaikan protokol kesehatan (prokes), mulai dari warga yang tak mengenakan masker hingga jaga jarak. Salah seorang warga, Endang Istianti, 40 mengatakan dirinya berada di bendungan irigasi Kototuo sejak pukul 16.00 untuk melaksanakan mandi balimau.

“Saya melakukan balimau menyambut Ramadhan dan juga sambil rekreasi,” kata Endang warga Alanglaweh itu. Ia mengatakan tetap melaksanakan tradisi yang dilakukan setiap tahunnya, dengan mengajak kedua anaknya untuk sekadar mandi saja.

“Saya mengajak anak-anak mandi saja, karena bendungan ini ramai kalau dilihat dikunjungi warga. Karena bendungannya baru-baru viral,” ungkapnya. Warga lainnya, Adri Kuswana, 40 mengatakan, datang ke bendungan tersebut untuk mandi balimau. Ia warga Tabing yang tidak jauh dari lokasi bendungan.

“Saya datang bersama keluarga untuk mandi balimau, hal seperti ini biasa kami lakukan untuk membersihkan diri menyambut bulan puasa (Ramadhan),” sebutnya. Ia menjelaskan, dalam balimau ini telah menyiapkan alat-alat untuk mandi seperti sabun dan shampo serta membawa nasi, lauk dan gorengan untuk dimakan bersama.

“Ya, membawa keperluan mandi juga, kalau pelampung sudah disiapkan dan juga membawa makanan. Biasanya kan kalau habis berenang anak-anak pada lapar,” katanya.
Sementara itu, warga Dadok Tunggulhitam Rehan Al-Qarin, 26 juga mengatakan dirinya datang balimau bersama teman-teman, karena tradisi balimau menjadi agenda rutin saat memasuki bulan Ramadhan.

“Kalau belum pergi balimau, saat hendak melakukan ibadah puasa, seperti ada yang kurang, dan balimau menurut saya untuk membersihkan diri, dan menyucikan jiwa raga agar siap menjalankan ibadah dibulan Ramadhan,” pungkasnya.

Baca Juga:  Mudik, Wisata dan Pandemi

Mengetahui adanya kerumuman, pihak Polsek Kototangah mendatangi lokasi dan langsung membubarkan pengunjung. Pembubaran dengan menggunakan pengeras suara tersebut dilakukan untuk mencegah terjadinya kerumunan di tengah pandemi Covid-19.

Pembubaran kerumuman warga juga terjadi di Bendungan Irigasi Lubuk Rayo, Balaigadang dan Lubuk Minturun, Kecamatan Kototangah. Kapolsek Kototangah, Kompol Indra Junaidi mengatakan, sesuai dengan instruksi Kapolri bahwasanya jelang bulan Ramadhan segala aktivitas yang bisa menimbulkan keramaian.

Maka perlu dilakukan pengawasan dan bahkan pembubaran sebagai antisipasi terjadinya penyebaran Covid-19. Setelah melakukan pembubaran, pihaknya lalu melakukan penjagaan di lokasi agar masyarakat tidak kembali melanjutkan aktivitas balimau di bendungan irigasi tersebut.

Akses Jalan Ditutup
Sementara itu, akses jalan menuju objek wisata Pantai Airmanis, Kecamatan Padang Selatan juga ditutup oleh petugas gabungan baik dari kepolisian, TNI, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud), dan instansi lainnya. Hal itu dilakukan sebagai langkah antisipasi terjadinya kerumunan di pantai sehari sebelum bulan puasa.

“Ya, tadi jalan menuju ke objek wisata Pantai Airmanis ditutup untuk semua pengunjung. Penutupan itu dilakukan oleh petugas kepolisian dan tim gabungan,” kata Kepala Disparbud kota Padang, Arfian kepada Padang Ekspres, kemarin.

Penutupan akses menuju Pantai Airmanis dilakukan pada pukul 17.00. Penutupan bertujuan agar tidak terjadi kerumunan masyarakat yang melakukan kegiatan balimau.
“Instruksinya tidak boleh ada kegiatan balimau karena kita masih berada di tengah pandemi Covid-19. Jadi lebih baik di rumah untuk melakukan hal yang lebih positif,” katanya.

Arfian menyebutkan, penutupan akses jalan menuju objek wisata Pantai Aiirmanis hanya dilakukan pada saat itu saja karena selama bulan Ramadhan, objek wisata yang ada di Kota Padang tetap dibuka dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan (prokes) Covid-19. (r/a)

Previous articleMaung Bandung Fokus Semifinal
Next articleHarga Daging Tembus Rp 140 Ribu per Kg