12 Tahun KSPPS Koronggadang Berdiri, Bantu Pelaku UMKM Berkembang

11
TERUS MENGGELIAT: Para pengurus KSPPS Koronggadang. Keberadaan koperasi ini sangat dirasakan manfaatnya oleh anggota dan pelaku UMKM di Kota Padang.(IST)

12 tahun bukanlah waktu yang singkat bagi sebuah koperasi untuk bertahan. Namun KSPPS Koronggadang yang berada di Kelurahan Koronggadang, Kecamatan Kuranji mampu bertahan dari segala problematika yang ada di Kota Padang.

Didirikan tahun 2010, KSPPS Koronggadang menjadi salah satu dari beberapa koperasi terbaik yang ada di Kota Padang.

Memiliki sistem dan pelayanan yang bagus serta didukung dengan pembiayaan mandiri dari hasil pengelolaan anggota dan bantuan tentunya membuat KSPPS Koronggadang sering mendapatkan penghargaan dari Pemko Padang sebagai salah satu koperasi terbaik di Kota Padang.

Sebagai koperasi yang berbasis syariah, KSPPS sudah memiliki kurang lebih 457 orang anggota dengan persentase 70% berasal dari masyarakat dan pelaku UMKM, sisanya adalah pegawai.

Kepala KSPPS Koronggadang Ali Umar mengatakan, KSPPS Koronggadang memiliki beberapa metode dalam akad simpan pinjam. Pertama dengan akad Wa’diah dan akad Mudarabah.

Ketentuan pelaksanaan program syariah di KSPPS Koronggadang sudah sesuai dengan sistem perbankan syariah yang diawasi oleh OJK. “KSPPS Koronggadang memiliki prinsip tidak hidup dari koperasi, namun koperasi yang menghidupi kita,” katanya.

Menurutnya, ungkapan tersebut memiliki makna KSPPS bukan sebuah tempat untuk mencari keuntungan, namun sebagai wadah agar para anggota koperasi yang notabene adalah para pelaku UMKM agar dapat terus bergeliat dengan pinjaman dana dari koperasi yang sudah disesuaikan dengan ketentuan syariat Islam.

KSPPS Koronggadang saat ini berstatus mandiri tanpa perlu menggantungkan pembiayaan dari pihak ketiga untuk bertahan dari gempuran perubahan zaman. Apalagi pada saat Covid-19 merajalela dan menampar hampir keseluruhan sektor ekonomi di Kota Padang, KSPPS Koronggadang masih bisa bertahan dari cobaan tersebut.

“Kita melakukan antisipasi dengan menjadwal ulang pembayaran para anggota berdasarkan berapa kesanggupan mereka per bulan. Kita tau akibat pandemi seluruh lapisan masyarakat mengalami keterpurukan ekonomi, namun kita tetap berusaha agar pinjaman para anggota tidak sampai macet dan koperasi dan anggota terus bertahan,” ucapnya.

Baca Juga:  Andre Rosiade Bantu Istri Penjual Roti Bakar yang Terkena Kanker Payudara

Selain itu, KSPPS Koronggadang juga melakukan pendekatan dengan para anggota, ketika menemukan anggota yang macet dalam pembayaran pinjaman, koperasi tidak serta merta menghakimi anggota yang tidak-tidak, namun koperasi melakukan pendekatan yang bersifat kekeluargaan sambil menanyakan dan mencari solusi agar pinjaman nasabah tersebut tidak macet.

Salah satu strategi agar KSPPS Koronggadang bertahan selain margin 18% yang sudah disesuaikan dengan regulasi koperasi syariah di Kota Padang, ia mengatakan KSPPS Koronggadang mengutamakan disiplin dalam pembayaran dan manajemen keuangan.

Dalam beberapa kurun waktu biasanya ada bantuan yang disalurkan dari pemerintah kepada KSPPS untuk disalurkan kepada para anggota koperasi. Uang yang telah disalurkan dan dikembalikan kepada koperasi tentunya akan menjadi hak milik dari KSPPS itu sendiri.

Dengan menjaga ritme pembayaran nasabah, KSPPS Koronggadang berhasil mengembangkan pembiayaan yang bagus dan teratur.

“Kita menjaga kedisiplinan pembayaran para nasabah dan ritme peminjaman untuk modal usaha, sehingga uang tersebut terus berputar dan koperasi dapat semakin berkembang. Saat ini aset yang dimiliki oleh KSPPS Koronggadang berkisar Rp 3 miliar. Dengan total dana sebanyak itu kita bisa terus membantu pendanaan modal dan lainnya kepada anggota koperasi,” ucapnya.

Ia berharap KSPPS Koronggadang dapat terus memberikan pelayanan terbaik kepada para anggota agar dapat ikut menggerakkan roda perekonomian dan usaha mikro agar menjadi lebih baik ke depannya. (***)