Pembangunan Terminal Anak Air Dikebut, Apa Harapan Staf Ahli Menhub?

456
Staf Ahli Menteri Perhubungan, Umar Aris dan Kepala BPTD Wilayah III Sumbar Deny Kusdyana di lokasi pembangunan Terminal Tipe A Anak Air Batipuh Panjang, Kota Padang, Sabtu, (12/9/2020).

Staf Ahli Menteri Perhubungan, Umar Aris berharap pembangunan Terminal Tipe A di Anak Air, Kecamatan Kototangah, Kota Padang, yang cukup besar itu, benar-benar berdaya guna.

‚ÄúPembangunan fisik terminal ini sedang dikebut pengerjaannya. Sudah saatnya bekerja keras. Rangkul semua yang terlibat, baik pengusaha transportasi, dan elemen masyarakat lainnya. Mari bicarakan pemanfaatan terminal ini. Saya percaya konsep yang telah dirancang oleh Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah III Sumbar, bagus diterapkan. Inilah yang perlu dibicarakan bersama, seiring jalannya proses pembangunan terminal ini,” ujar Umar Aris, didampingi Kepala BPTD Wilayah III Sumbar, Deny Kusdyana, saat meninjau terminal di Kelurahan Batipuh Panjang itu, Sabtu (12/9/2020) siang.

Terminal Anak Air harus benar-benar bermanfaat. Jangan seperti terminal-terminal terdahulu, jadi hiasan saja. “Saya sudah bicara dengan Kepala BPTD, Kadishub, bagaimana caranya mengkondisikan terminal ini menjadi sesuatu yang dibutuhkan masyarakat, dan Pengusaha Oto,” ujar Staf Ahli Bidang Hukum & Reformasi Birokrasi Perhubungan itu kepada wartawan.

Kemenhub RI sebagai regulator, kata Umar Aris, menginginkan bus-bus yang berangkat dari Terminal Anak Air, betul-betul terjamin laik jalan.

Kemudian multiplier effect terminal bagaimana bisa dirasakan oleh masyarakat sekitar dan UMKM, seperti kerajinan tangan, dan oleh-oleh dari Sumatera Barat, minum kopi di sini.

Inikan multiplier effect yang pasti kita semua menginginkannya. Semua ini akan saya laporkan kepada bapak menteri dan bapak dirjen, bahwa ini semua patut disyukuri. Kami hanya mengimbau stakeholders dan pers sama-sama mensukseskannya. Mari beri masukan dan saran-saran positif.

Baca Juga:  25 Tahanan Dipindahkan, Buntut Keributan di Rutan Kelas IIB Padang

Menyoal sarana dan prasarana pendukung seperti akses jalan keluar masuk yang memadai, dan terintegrasi dengan moda transportasi lainnya seperti kereta api, juga sudah dipikirkan skenarionya.

Terminal Anak Air yang posisinya di tengah-tengah, butuh dukungan semua pihak. Aksesnya harus ada, angkutan keluar masuk penumpang juga harus tersedia. Saya dengar armada Trans Padang siap melayani rute ke terminal.

Umar Aris minta Kepala BPTD Sumbar melakukan langkah-langkah manajerial dan koordinasi dengan pihak pemerintah daerah. “Kita inginnya simultan, bersama-sama. Jangan sampai kita saja yang berlari kencang, di sana belum. Jadi memang harus ada road map-nya. Bikin dokumen rencana kerja rinci yang mengintegrasikan seluruh pelaksanaan rencana program dan kegiatan dengan rentang waktunya,” ujar Umar Aris kepada Deny Kusdyana.

Ditanya kapan Terminal Anak Air ini bisa dioperasikan. Deny Kusdyana menjawab, direncanakan dan didorong bisa awal-awal 2021. “Tentunya ini masih banyak fasilitas pendukungnya, mobiler dan sistemnya yang harus dibereskan. Kita inginnya berkesinambungan,¬† tidak sembrawut,” ujar Deny.

Gambar Terminal Tipe A Anak Air Batipuh Panjang, Kota Padang.

Terminal ini dibangun di lahan Pemko Padang seluas 4,5 hektare, dengan dana APBN khusus sebesar Rp72 miliar. Diperkirakan 2,7 hektare terpakai untuk terminal dan selebihnya untuk pembangunan area komersil serta balai pengujian kendaraan bermotor. (hsn)