Mesin ATM BRI Balaibaru Dibobol

22
Polisi melakukan olah TKP mesin ATM yang dibobol orang tak dikenal di kawasan Balaibaru, Padang. (net)

Mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) Bank BRI berlokasi di Mutiara Swalayan, Jalan Balaibaru, Kecamatan Kuranji, dibobol orang tidak dikenal, sekitar pukul 03.30, Senin (12/10).

Para pelaku ini membobol mesin ATM dengan menggunakan mesin las listrik dan berhasil menguras seluruh isi ATM yang diperkirakan sebesar Rp 250 juta. Pantauan Padang Ekspres, lokasi mesin ATM tersebut, berada di pinggir jalan utama menuju Balaibaru dan ke kawasan perumahan Belimbing. Mesin ATM BRI tersebut berukuran sekitar 1,5 meter X 5 meter. Di dalam ruangan tersebut, berisi dua mesin ATM Bank BRI dan Bank Nagari. Namun, hanya mesin ATM Bank BRI yang dibobol maling.

Mesin ATM tersebut diduga dibobol dengan cara melakukan pengelasan. Hal tersebut terlihat pada bagian bawah kanan mesin ada bekas potongan dengan las. “Awalnya saya dengan teman-teman sedang duduk, lalu ada menginformasikan ada pembobolan ATM di Mutiara Swalayan yang berada tidak jauh dari tempat kami kumpul-kumpul,” sebut Hendri, 31 pemuda setempat.

Setelah mendapatkan informasi, Hendri dan pemuda lainnya menghampiri tempat lokasi kejadian. “Awalnya kami meminta kawan untuk mengecek ke lokasi. Ternyata benar dan kami beramai-ramai ke lokasi tersebut,” tutur Hendri.

Saat mendatangi lokasi, ia melihat mobil minibus berwarna abu-abu metalik melaju kencang. “Tadi ada mobil berwarna abu-abu yang kami curiga adalah mobil pembobol mesin ATM tersebut,” ungkapnya.

Sesampai di lokasi Hendri melihat kondisi mesin ATM yang telah hancur dan berserakan dengan kondisi pintu masuk ATM Bank BRI telah terbuka. “Kami hanya bisa melihat kondisi mesin ATM saja dan kami takut memegangnya nanti terjadi apa-apa,” ulas Hendri.

Lalu, kata Hendri, temannya juga sempat melakukan pengejaran terhadap mobil yang ia curigai tadi. “Ada beberapa teman melakukan pencarian dan pengejaran terhadap mobil yang kami curigai tadi. Setelah tidak menemukan mobil tersebut, kami melaporkan ke Satpam BRI yang tidak terlalu jauh dari lokasi ATM dan ke Polsek,” ungkapnya.

Sementara itu, Deni, 33 yang tinggal di seberang jalan tempat kejadian mengakui tidak mengetahui peristiwa tersebut. “Saya sedang tidur, lalu saya mendengar ada suara keras teriakan rampok. Lalu saya bangun dan bergegas melihat sumber suara keluar sekitar pukul 03.30. Setelah saya keluar, saya melihat ada dua orang dan saya bertanya ada kejadian apa, ternyata ada pembobolan ATM,” ungkap Deni.

Baca Juga:  1 Rumah, 4 Petak Kontrakan Terbakar

Setelah mendapat informasi tersebut Deni menghampiri ATM tersebut. “Saat lihat, pintu ATM terbuka dan dalam kondisi berasap,” ulasnya. Ia mengatakan ATM ini pada siang hari selalu ramai dikunjungi, tetapi sepi pada malam hari. “Saya tidak mendengarkan apa-apa saat peristiwa tersebut, sama dengan malam biasanya, hanya teriak itu yang membangunkan saya,” tukas Deni.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Padang Kompol Rico Fernanda membenarkan kejadian tersebut. Saat ini kasus pembobolan mesin ATM tersebut masih dalam penyelidikan.

Disebutkan Kasat Reskrim, saat itu saksi yang sedang menggunakan sepeda motor melihat lima orang terduga pelaku baru selesai melakukan aksinya membobol ATM tersebut. “Ini kita ketahui dari keterangan saksi di lapangan yang melihat 5 orang dengan gelagat mencurigakan keluar dari ATM dan langsung menaiki sebuah mobil sekitar pukul 03.00,” ujarnya.

Kelima pelaku sudah berada di mobil Avanza warna abu-abu, kemudian saksi berusaha mengejar pelaku namun mobil tersebut berusaha menabrak saksi, sehingga saksi terpaksa menghindar. Lalu mobil tersebut bergerak menuju ke arah BIM.

Lokasi ATM ini sedikit gelap kalau di malam hari, karena terletak di pasar. Selain itu tidak mempunyai penjaga keamanan. Saat ini pihak kepolisian sudah memasang garis polisi di ATM tersebut serta mengumpulkan sejumlah barang bukti untuk mengungkap kasus tersebut.

“Para pelaku ini membobol mesin ATM dengan menggunakan mesin las listrik dan berhasil menguras seluruh isi ATM yang di perkirakan sebesar Rp 250 juta. Selain itu, pelaku diduga telah profesional melakukan pembobolan ATM. Sebab sebelum mereka beraksi, semua kamera pengintai atau CCTV yang berada di sekitar mesin ATM telah dirusak,” sebut Kompol Rico. (rid/err)