Upaya Tracing Pasien Positif Covid-19 di Pasar Raya Padang

Kepala Dinkes Kota Padang, Ferimulyani.

Masyarakat yang pernah berkunjung ke Pasar Raya Padang dalam sepekan terakhir dan mengalami gejala demam, batuk, dan pilek diminta untuk melapor ke puskesmas terdekat atau Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Padang.

Pasalnya, empat orang pasien baru yang terinfeksi virus korona (Covid-19) di Kota Padang, Minggu (12/3), merupakan satu keluarga. Satu orang di antaranya berprofesi sebagai pedagang di Pasar Raya Padang.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinkes Kota Padang Ferimulyani kepada Padang Ekspres, Senin (13/4). Dia mengatakan, Dinkes Kota Padang mengalami kesulitan dalam melakukan tracing atau penelusuran, terhadap orang yang pernah kontak dengan pasien positif di Pasar Raya Padang tersebut.

“Untuk membantu proses tracing kasus, kami minta masyarakat yang pernah ke Pasar Raya Padang dalam seminggu terakhir, kemudian mengalami keluhan demam, batuk, panas, hubungi petugas puskesmas terdekat atau Dinkes Kota Padang,” ungkapnya.

Feri menambahkan, untuk Dinkes Kota Padang, masyarakat bisa menghubungi nomor telepon dr Gentina 081261239600, dr. Dessy M. Siddik 081268924599 dan Tutwuri Handayani, SKM, M.Kes 081374334117.

Siapkan Ruang Isolasi Mandiri

Di sisi lain, Pemko Padang bersama Pemprov Sumbar telah menyiapkan sejumlah tempat sebagai lokasi isolasi mandiri bagi warga yang terpapar virus korona (Covid-19). Hal tersebut untuk antisipasi lonjakan pasien dan pasien yang tidak bisa isolasi di rumah karena kendala ruangan.

“Bagi warga yang kesulitan melakukan isolasi mandiri di rumah, bisa diisolasi di tempat-tempat yang telah disediakan pemerintah,” ujar Kepala Dinkes Kota Padang Feri Mulyani.

Dia menambahkan, tempat isolasi atau karantina tersebut dipersiapkan untuk memfasilitasi warga sebagai upaya percepatan penanganan Covid-19 di Kota Padang.

Ada pun tempat-tempat isolasi yang disediakan itu seperti gedung Bapelkes, Badan Diklat BPSDM Sumbar, Asrama Haji, Rusunawa Lubukbuaya dan Rumah Nelayan.

“Jadi bagi orang-orang yang tidak bisa isolasi di rumah karena keterbatasan ruangan yang ada, bisa isolasi di tempat-tempat yang telah disediakan Pemprov dan Pemko itu,” tukas Feri. (*)