Warga Belum Disiplin Jaga Jarak

Wawako Padang Hendri Septa saat sosialisasi pencegahan penyebaran Covid-19 di Sawahan, kemarin (13/4). (IST)

Kesadaran masyarakat Kota Padang untuk melakukan physical distancing atau jaga jarak sosial di tengah ancaman virus korona (Covid-19) dinilai masih kurang. Hal tersebut terbukti masih banyaknya aktivitas masyarakat di beberapa pusat keramaian.

Wali Kota Padang, Mahyeldi Ansharullah membenarkan sebagian masyarakat Kota Padang masih beraktivitas seperti biasanya di tengah pandemi Covid-19.

Mahyeldi mengungkapkan, sebenarnya masyarakat sudah mengetahui bahaya dari penularan virus Covid-19 dan juga mengetahui bagaimana cara mengantisipasi penyebaran Covid-19 tersebut.

“Masyarakat kita sebenarnya sudah tahu jika keluar harus memakai masker dan mencuci tangan menggunakan sabun atau hand sanitizer, akan tetapi implementasinya kadang tidak jalan,” jelasnya.

Mahyeldi menyebutkan, contoh kurangnya masyarakat mengimplementasikan physical distancing adalah masyarakat tetap menggunakan masker tapi masih berkumpul-kumpul di pusat keramaian seperti pasar, kafe, dan lainnya.

“Nah kalau tetap ngumpul-ngumpul kan potensi penularan virus Covid-19 bisa terjadi. Untuk itu kami terus meminta masyarakat untuk tetap menjaga physical distancing,” ungkapnya.

Lebih lanjut Mahyeldi mengatakan, Pemko Padang telah mengeluarkan imbauan dan instruksi agar tidak berkumpul-kumpul, pemindahan proses belajar mengajar (PBM) dari sekolah ke rumah.

Selain itu, instruksi penutupan sementara industri pariwisata, pembatasan sementara jam malam bagi masyarakat Kota Padang dalam rangka memutus rantai penularan virus Covid-19 di Kota Padang.

Terbaru, Mahyeldi mengungkapkan, Pemko Padang berencana akan tetap melanjutkan kegiatan Pesantren Ramadhan untuk siswa-siswi di Kota Padang yang rutin dilaksanakan pada setiap bulan puasa.

Namun, kegiatan tersebut direncanakan akan dipindahkan ke rumah siswa-siswi seperti PBM sekolah yang dipindahkan ke rumah siswa. Hal itu dilakukan sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19.

Mahyeldi menyampaikan, Pemko Padang masih mencari formula penerapan kegiatan Pesantren Ramadhan di rumah tersebut. Namun ia mengatakan, ada beberapa opsi yang bisa dilakukan yaitu melalui media sosial seperti WhatsApp dan bekerja sama dengan pihak televisi dan radio.

“Jadi nanti para siswa bisa mendengarkan materi Pesantren Ramadhan melalui sosial media, televisi, atau radio dan tetap mencatat materi tersebut yang akan dijadikan tugas harian selama pesantren ramadhan,” ungkapnya.

Untuk itu saat ini, pihaknya masih melakukan pengkajian dan mencari ide bagaimana pelaksanaan kegiatan Pesantren Ramadhan tersebut bisa tetap dilakukan di bulan puasa.

“Namun tentu kita berharap pandemi Covid-19 ini bisa berakhir sebelum kita memasuki bulan Ramadhan agar kita lebih khusyuk beribadah di bulan Ramadhan,” tukasnya.

Senada, Wakil Wali Kota Padang Hendri Septa mengatakan, tingginya angka kasus positif Covid-19 di Kota Padang karena masyarakat mengabaikan imbauan yang dikeluarkan oleh pemerintah.

“Kita prihatin dengan keadaan ini. Orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 terus bertambah. Untuk itu, kita harus memperkuat sosialisasi dan memberi tindakan tegas bagi warga yang melanggar imbauan,” kata Hendri Septa di sela-sela kunjungannya di Sawahan, Kecamatan Padang Timur, kemarin (13/4). Di kelurahan tersebut terdeksi satu orang positif Covid-19 yang melakukan isolasi mandiri.

Sebagaimana diketahui, Kecamatan Padang Timur menjadi wilayah sebaran Covid-19 yang terparah di Kota Padang. Menyusul terkonfirmasi 13 orang positif dari 30 pasien positif Covid-19 di Kota Padang hingga Senin (13/4).

Wawako mengungkapkan, meskipun telah dikeluarkan instruksi dalam rangka memutus mata rantai penyebaran Covid-19, namun kontraproduktif terhadap sikap warga dalam menjalankannya.

Untuk itu, Wawako mengimbau para ASN khususnya di Kecamatan Padang Timur harus memberikan contoh. Selain selalu memakai masker, ASN harus menerapkan social/physical distancing dan menjaga jarak dengan orang lain serta hidup bersih.

“ASN harus menjadi contoh bagi warga dalam upaya kita melawan wabah korona ini,” ulasnya.

Sementara itu, Camat Padang Timur Ances Kurniawan mengatakan, masyarakat di sekitar cemas dengan adanya pasien positif Covid-19. Untuk itu masyarakat perlu diberikan pemahaman dan edukasi agar bisa mengikuti langkah pencegahan virus korona secara mandiri.

“Adanya pasien positif, membuat masyarakat sekitar cemas. Hal ini karena kurang memahami langkah pencegahan mandiri,” kata Ances.

Menurut Ances, tingginya angka positif ditemukan di Padang Timur, karena memang merupakan kawasan yang terpadat di Kota Padang. Selain itu terdapat rumah sakit besar, salah satunya RSUP M. Djamil yang merupakan rujukan pasien Covid-19 di Sumbar.

Dalam kunjungan tersebut, turut hadir Wakil Ketua DPRD Kota Padang Arnedi Yarmen dan Ketua Komisi I DPRD Kota Padang Elly Thrisyanti. (*)