Zakat Fitrah Rp 27.500-Rp 40 Ribu

81
ilustrasi. (net)

Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Padang telah menetapkan harga zakat fitrah dan fidyah di Kota Padang untuk Ramadhan 1442 H atau tahun 2021 ini. Hal ini agar ada keseragaman dalam pembayaran zakat dan fidyah.

Kepala Pelaksana Baznas Kota Padang Sintaro Abe kepada Padang Ekspres, Selasa, (13/4) mengatakan penetapan zakat fitrah dan fidyah tersebut berdasarkan Surat Keputusan (SK) Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Padang Nomor:

017/SK/Baznas/Padang/IV/2021 tentang besaran zakat fitrah dan fidyah di Kota Padang Tahun 1442 H/2021 M. Dia menjelaskan, besaran zakat fitrah Kota Padang disesuaikan dengan jenis beras yang dikonsumsi sehari-hari. Sedangkan besaran fidyah adalah Rp 20 ribu per hari.

Adapun besaran zakat fitrah yang harus dibayarkan oleh masyarakat untuk jenis Solok atau Sokan seharga Rp 16 ribu per kilogram, maka zakat fitrahnya Rp 40 ribu per orang. Beras Anak Daro Rp 14 ribu per kilogram, maka zakat fitrahnya Rp 35 ribu. Lalu beras Ir 42 Rp 13 ribu per kilogram, maka zakatnya Rp 32.500 dan beras Dolok atau beras Bulog Rp 11 ribu per kilogram, maka zakatnya hanya Rp 27.500 per orang.

Dikatakan Abe, meski waktu pembayarannya terakhir tanggal 1 Syawal sebelum khatib naik mimbar khutbah Idul Fitri, namun disarankan umat Islam membayarnya di awal Ramadhan.

Kemudian, dari segi keafdholan lebih kepada ada manfaatnya. Artinya jika zakat dibayarkan di awal Ramadhan akan dapat membantu masyarakat yang membutuhkan, apalagi di saat pandemi Covid-19.

Baca Juga:  Andre Rosiade Salurkan Sembako di Kampung Kalawi Kuranji

“Baznas Kota Padang sebenarnya bisa menerima pembayarannya. Namun jika masyarakat ingin langsung kepada saudara yang hidupnya pas-pasan dan tetangga juga dipersilahkan membayarkan zakat tersebut,” bebernya.

Sementara itu, Abe juga menyarankan kepada masjid/mushala yang ada Unit Pengumpulan Zakat (UPZ) UPZ agar segera mengelola pengumpulan zakat fitrah dan fidyah dimulai dari awal Ramadhan ini, dengan harus mempunyai panitia penerimaan atau membentuk tim pengumpul.

“Harus sudah punya, walaupun Ramadhan baru dimulai. Selama ini kan kalau dilihat akhir-akhir Ramadhan baru panitia bergerak membentuknya. Kalau bisa awal ini sudah dibentuk dan pengurus masjid/mushala juga bisa mensosialisasikan kepada jamaah setiap malam harinya,” tegas Abe.

Lebih lanjut, katanya jika sudah terkumpul dan apabila sudah ada masyarakat yang sangat membutuhkan, maka zakat tersebut langsung disalurkan kepada yang berhak menerimanya.

“Kalau sudah terkumpul, masjid/mushala harus secepatnya membagikan kepada yang berhak menerima zakat. Sehingga mereka bisa memenuhi kebutuhannya nanti,” tandasnya.

Saat ini, sambung Abe, UPZ sudah terbentuk lebih kurang 145 masjid/mushala di Kota Padang yang sudah di SK-kan pengurus Baznas Kota Padang. “Tidak hanya masjid/mushala saja, pengumpulan zakat bisa juga melalui perusahaan, kantor, rumah sakit dan lain-lain,” pungkasnya. (r)

Previous articleTruk CPO Terbalik, Jalan Padang-Solok Lumpuh 10 Jam
Next articleGelar Seminar Keolahragaan, Yasri: Hasilkan Atlet Terbaik di Sumbar