Tak Perlu ke Jateng, Yuk Intip Peternakan Ayam Lamborghini di Kota Padang

33

Seekor ayam Cemani bisa dihargai hingga sepuluh juta rupiah per ekor. Tentu, ayam yang sudah dikenal sejak zaman Kerajaan Majapahit ini, menjadi legenda tersendiri bagi masyarakat Temanggung, Jawa Tengah (Jateng).

Untuk mencari ayam Cemani, masyarakat Sumatera Barat (Sumbar) tidak harus mencari ke Temanggung, Jateng. Para pecinta ayam Cemani cukup mengunjungi Giifli Abay di Jalan Patenggangan, Padang Utara, Kota Padang.

Ya, siapa yang belum mengenal jenis ayam Cemani. Ayam yang dalam artian bahasa Sansekerta berarti hitam legam ini kerap disebut Lamborghini-nya di dunia ayam.

Nah, bermodal kepercayaan diri, Giifli Abay sukses mengembangan ras ayam Cemani ini. “Saya mengembangkan jenis ayam Cemani ini sejak 2019 yang lalu. Saat ini perkembangan dan pangsa pasarnya cukup bagus,” ucapnya. Kamis (14/4).

Giifli Abay menjelaskan, dengan menjual ayam Cemani, ia dapat meraup omset rata-rata 10 juta per bulan.

“Biasanya para penggemar ayam hias membeli anakan. Seekor anak ayam cemani yang berlidah hitam akan dihargai dengan harga sejuta rupiah per ekor. Sedangkan anak ayam yang berlidah berwarna abu-abu, dihargai 150 ribu rupiah per ekor,” tambahnya.

Baca Juga:  Batang Arau Tercemar Mikroplastik, Kualitas Air Melewati Baku Mutu

Uniknya, tradisi di sebagian masyarakat Indonesia menjadikan ayam Cemani sebagai bahagian dari upacara adat dan mistis.

“Memang tradisi di sebagian masyarakat Indonesia menjelaskan seperti itu, tetapi saya mengembangkan ayam Cemani ini didasarkan faktor hobi saja,” ungkap Abay.

Ayam cemani diketahui memiliki warna tubuh hitam dengan prosentase 100 persen. Mulai dari daging, paruh, mata, lidah, bulu, daging, hingga tulangnya berwarna hitam.

“Untuk rasanya sendiri cukup enak, dibanding dengan jenis ayam lain seperti ayam kampung, dan ayam broiler. Sedangkan untuk perawatan dan pakannya tidak lah sulit, sama seperti memelihara ayam kampung saja, ” tutupnya.

Secara genetik, Ayam Cemani memiliki gen dominan yang menyebabkan hiperpigmentasi (fibromelanosis). Hiperpigmentasi merupakan kondisi di mana kulit mengalami kelebihan pigmen atau warna berlebihan, sehingga kondisi kulitnya tampak hitam. Alhasil hal ini lah yang membuat ayam-ayam ini kebanyakan berwarna hitam, termasuk bulu, paruh, dan organ dalam. (*)