Agar Lolos Masuk Padang, Pakai Atribut TNI Kelabui Petugas

Petugas polisi memperlihatkan atribut TNI yang ditemukan di dalam mobil saat pemeriksaan di Pos Check Point Covid-19 Bungus Teluk Kabung, kemarin.

Berbagai cara dilakukan warga luar daerah agar bisa masuk ke Kota Padang. Seperti yang dilakukan oleh seorang pengemudi mobil yang mencoba mengelabui petugas Pos Check Point Covid-19 di Bungus Teluk Kabung, dengan menggunakan atribut Kopassus, kemarin (13/5). Sayangnya, tak mampu membuatnya mulus melewati pemeriksaan petugas. Dia tetap diperiksa petugas sesuai SOP yang telah ditetapkan.

“Ya, sekitar pukul 11.00 datang satu unit mobil Honda Mobilio dari arah Pessel menuju Padang. Lantas petugas melakukan pemeriksaan, mulai dengan pemeriksaan KTP hingga suhu badan. Saat kami melakukan pemeriksaan, pengemudi tersebut menggunakan penutup mulut loreng yang diduga atribut Kopassus. Lalu, saya dengan petugas lainnya, melihat di bagian dashboard mobil ada baret TNI,” ujar personel polisi dari Polresta Padang Aiptu Finer.

Tidak hanya itu saja, petugas menemukan kaos dan juga jaket diduga milik Kopassus yang dipasang di bagian kursi samping pengemudi. “Setelah kami cek KTP pengemudi tersebut, ternyata alamatnya di Banjar. Lantas ditanya oleh petugas ia mengakui tidak sebagai anggota, namun barang-barang tersebut milik kakaknya,” ungkap Finer.

Ia menambahkan, pengemudi berkepala cepak itu, diduga mengelabui petugas dengan meletakan baret pada bagian depan mobil, agar bisa melalui pemeriksaan. “Berdasarkan aturan, bagi warga yang tidak KTP Padang tidak kami perkenankan masuk Padang. Lalu, kami memintanya agar putar balik,” ulas Finel.

Sementara itu Danramil 07/Bungus Kapten Inf. Azwar yang ikut melakukan pemeriksaan, melakukan penyitaan terhadap baret merah yang ada di dalam mobil tersebut. “Kami menyita baret merah yang ada dalam mobil tersebut, sebab baret tersebut adalah milik insitusi dan lambang satuan. Sedangkan benda lainnya kami biarkan,” sebutnya.

Tidak hanya itu, saat hendak pergi meninggalkan Pos Check Point Covid-19 di Bungus, pengemudi tersebut sempat mengeluarkan nada ancaman. “Saat ini dia memutar balik kendaraan ke arah Pessel, dia menggeluarkan nada ancaman ‘bapak jual ya’ lantas saya ‘saya jual, kenapa kalau gitu,” ungkapnya.

Selain itu, sambungnya, petugas juga sempat terlibat cekcok dengan salah satu dokter yang mengaku dinas di Padang. “Dia dari Pesisir Selatan tidak ada tujuan ke Kota Padang, dia pun tidak mau memperlihatkan KTP-nya. Bahkan petugas dikatakan preman, kita ambil tindakan tegas, kita suruh balik kanan,” tegasnya.

Pihaknya berharap, kepada masyarakat yang ingin ke Kota Padang supaya ditunda dulu, karena Kota Padang merupakan zona merah. “Kalau sudah aman silahkan masuk, nggak apa apa,” ujarnya. (cr10/err)