Ditemukan Banyak Data Ganda Penerima BLT Padang

Masyarakat saling berdesakan melihat data penerima BLT Kemensos di Kelurahan Lubukbuaya, Kecamatan Kototangah, kemarin. (Adetio - Padek)

Pihak kelurahan menemukan sejumlah data ganda penerima bantuan Jejaring Pengaman Sosial (JPS) berupa bantuan langsung tunai (BLT) senilai Rp 600 ribu baik dari Kemensos, Provinsi Sumbar, maupun BLT dari Pemko Padang. Data ganda penerima tersebut saat ini tengah dikumpulkan oleh pihak kelurahan.

Sekretaris Lurah Ulakkarang Selatan, Yunis Marni kepada Padang Ekspres, kemarin mengatakan, di Kelurahan Ulakkarang Selatan daftar penerima bantuan BLT Kemensos, APBD Provinsi Sumbar, dan BLT Pemko Padang telah dipajang di papan pengumuman.

Dalam proses penyaluran BLT tersebut, pihaknya menemukan ada beberapa data ganda dalam penerimaan BLT tersebut. Ia mengungkapkan ada lebih kurang 50 data ganda yang ditemukan oleh pihak kelurahan Ulakkarang Selatan.

“Ini kan datanya baru kita terima, jadi kami masih memeriksa dan melakukan verifikasi. Ada sekitar 50 data ganda yang baru ditemukan, kemungkinan bertambah atau tidak itu ada,” jelasnya.

Yunis menyampaikan, untuk data penerima BLT dari Pemko Padang di Kelurahan Ulakkarang Selatan ada 881 orang. Bagi yang ditemukan data ganda, maka sesuai dengan surat edaran Wali Kota Padang maka dana tersebut akan dikembalikan ke Dinsos Kota Padang.

“Jika ada data nama ganda penerima BLT Pemko Padang dengan BLT Kemensos atau Provinsi, maka akan kami kembalikan uang tersebut,” tukasnya.

Hal yang sama juga terjadi di Kelurahan Rimbokaluang. Di Kelurahan tersebut terdapat laporan dari beberapa RT bahwasanya ditemukan data ganda penerima bantuan Kemensos, Provinsi Sumbar, dan Pemko Padang.

“Ya, tadi saat kami memeriksa data penerima, memang ditemukan adanya data ganda penerima bantuan sosial ini. Telah kami catat nama tersebut untuk dilakukan tindakan lebih lanjut,” jelas Lurah Rimbokaluang, Syafardi.

Ia mengatakan, saat ini pihaknya baru mendapatkan laporan adanya data ganda dari dua RT di Kelurahan Rimbokaluang ada dua data ganda. Namun, ia menambahkan, di hari selanjutnya tidak menutup kemungkinan adanya penambahan data ganda.

Syafardi menjelaskan, jumlah kepala keluarga (KK) di kelurahan Rimbokaluang yang menerima BLT dari Pemko Padang berjumlah 241 KK, sedangkan jumlah penerima BLT Pemprov Sumbar ada 129 KK.

“Untuk data ganda nantinya akan kita kembalikan ke Dinsos Kota Padang sesuai dengan surat edaran Wali Kota Padang,” ungkapnya.

Sementara itu, Lurah Rawang Andi Amir kepada Padang Ekspres menyebut pihaknya juga menemukan sejumlah data penerima ganda di Kelurahan Rawang.

“Kalau yang ganda dengan bantuan JPS dari provinsi atau dari pusat ada sekitar sembilan. Tapi kami sudah memberitahukan ke Pos, karena penyerahannya kan melalui Pos,” katanya.

Dia menambahkan, data penerima yang telah meninggal dunia juga ditemukan dua orang. Namun, pihaknya telah menandai penerima yang telah meninggal dunia tersebut.

Andi menjelaskan, masih adanya penerima yang telah meninggal dunia, lantaran ada sebagian masyarakat yang tidak melakukan perubahan kartu keluarga (KK) atau mengurus surat kematian ketika ada keluarganya yang meninggal dunia.

“Seharusnya kan, kalau ada yang meninggal dunia, itu harus dibuat surat kematian atau minimal melapor ke Disdukcapil dan lakukan perubahan KK. Tapi masyarakat kita lalai terhadap itu, sehingga masih ada ditemukan tapi cuma dua dan itu sudah kami tandai,” jelasnya.

Lebih lanjut, dia mengatakan untuk penerima yang tidak tepat sasaran, hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan dari RT setempat. “Begitu juga dengan hasil pemantauan di lapangan belum ada kami temukan yang tidak tepat sasaran. Namun, ini akan kami coba telusuri lagi,” tukas Andi.

Sementara di Kelurahan Lubukbuaya Kecamatan Kototangah Padang, pihak kelurahan sejauh ini belum menemukan data penerima ganda baik dari pemeriksaan oleh pihak Kelurahan maupun laporan masyarakat.

Lurah Lubukbuaya, Riri Chandra Asri menjelaskan, sampai sejauh ini pihaknya belum menerima laporan adanya data ganda penerima bantuan sosial (bansos). Namun pihaknya akan terus melakukan pemeriksaan mendetail terkait potensi data ganda tersebut.

“Jika kami menemukan data ganda nanti pasti kami akan catat dan laporankan agar tidak ada masyarakat yang mendapatkan lebih dari satu bantuan,” jelasnya.

Terpisah, Kepala Dinsos Kota Padang, Afriadi mengatakan, sampai saat ini pihaknya belum menerima laporan resmi terkait adanya penambahan data ganda penerima BLT Pemko Padang.

Ia menambahkan, sesuai dengan surat edaran dari Wali Kota Padang tentang penyaluran BST bagi masyarakat terdampak Covid-19 di Kota Padang dari tiga sumber dana yaitu APBN, APBD Provinsi Sumbar, dan APBD Kota Padang berjumlah 74.126 kepala keluarga (KK) tidak tertutup kemungkinan terjadinya pencatatan data.

“Maka dari itu, jika ditemui data penerima beasiswa ganda maka diminta kepada RT dan RW melalui lurah setempat untuk dapat menyerahkan laporan serta menyetorkan uang tersebut ke kas daerah khususnya BLT APBD Kota Padang,” jelasnya.

Alfiadi menuturkan, jika terdapat di masyarakat yang belum terdata dan layak untuk mendapatkan bantuan, maka diminta kepada RT dan Kelurahan Olo untuk tetap mendata masyarakat tersebut.

Lebih lanjut Alfiadi mengatakan, pihaknya telah melakukan penyaluran atau mentransfer uang BLT Pemko Padang tersebut. Dana BLT dari Dinsos kemudian diserahkan ke pihak Bank yang nantinya akan mentransfer langsung kepada tiap-tiap kelurahan.

“Sementara itu setelah diterima oleh pihak bank, kemudian ditransfer ke rekening Kelurahan masing-masing di Kota Padang. Nanti pihak kelurahan akan menyerahkan kepada masing RT,” ungkapnya.

Mekanisme penyerahan dari Kelurahan ke RT tergantung keinginan dari Kelurahan atau RT itu sendiri. Afriadi mengatakan, pihak RT bisa langsung mengambil tunai ke masing-masing kantor kelurahan, atau mentransfer kepada rekening masing-masing RT.

“Namun sebaiknya ditransfer dari kelurahan ke RT karena setiap RT sudah memiliki rekening masing-masing,” jelasnya.

Lebih lanjut Afriadi menjelaskan, setelah uang diterima oleh RT, maka nanti RT akan membagikan uang BLT tersebut ke masyarakat mereka yang masuk dalam data penerima sesuai dengan nama dan alamat atau by name by address.

“Insyaallah sore tadi sudah diserahkan ke pihak Bank, dan berkemungkinan kelurahan bisa mengambil dana BLT itu besok,” tukasnya.

Bagi masyarakat yang ingin mengetahui apakah mereka masuk dalam data penerima BLT Pemko Padang atau tidak, bisa dilihat di masing-masing Kelurahan karena sudah dipajang di papan pengumuman. (a/i)