Mulai Hari Ini Penumpang KA Wajib Vaksin

11
CEK DATA VAKSIN: Petugas boarding memeriksa data penumpang, apakah telah divaksin atau belum.(IST)

Mulai hari ini seluruh calon penumpang yang ingin naik kereta api (KA) wajib telah divaksin. Kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran (SE) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) No. 69 Tahun 2021.

Dengan diberlakukannya syarat vaksin tersebut, maka syarat STRP, surat tugas, atau surat keterangan lainnya tidak lagi menjadi syarat bagi pelanggan KA Lokal, Commuter, atau perkotaan.

Humas PT. KAI Divre II Sumbar, Erlangga Budi Laksono, kemarin (13/9) mengatakan, ketika calon penumpang ingin naik KA, maka bukti vaksinasi Covid-19 tersebut akan dicek oleh petugas di stasiun melalui layar komputer petugas boarding sebelum naik KA.

“Calon penumpang KA Sibinuang relasi Padang-Naras, KA Minangkabau Ekspres relasi Pulau Aie-BIM , dan KA Lembah Anai relasi Kayutanam-BIM baik perjalanan pergi dan pulang wajib sudah melaksanakan vaksinasi minimal dosis pertama,” ungkapnya.

Kemudian bagi calon penumpang dengan kondisi kesehatan khusus atau penyakit komorbid yang menyebabkan tidak dapat menerima vaksin, wajib melampirkan surat keterangan dokter dari rumah sakit (RS) pemerintah yang menyatakan bahwa yang bersangkutan belum dan atau tidak dapat mengikuti vaksinasi Covid-19.

Erlangga mengungkapkan, data vaksinasi akan otomatis muncul pada layar komputer petugas boarding, karena KAI telah mengintegrasikan aplikasi PeduliLindungi dengan sistem boarding dan mewajibkan calon penumpang menyertakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) pada saat pembelian atau pemesanan tiket KA lokal.

“Jika data vaksinasi penumpang KA tidak muncul pada layar komputer petugas maka pemeriksaan akan dilakukan secara manual dengan menunjukkan kartu vaksin calon pelanggan,” katanya.

Lebih lanjut dijelaskan, pada layanan perjalanan KA pada masa pandemi Covid-19 ini, KAI Divre II Sumbar tetap konsisten menjalankan protokol kesehatan (prokes) Covid-19 secara ketat kepada seluruh penggunanya.

Baca Juga:  Pemberkasan Kasus Dugaan Pemukulan Anggota Brimob Dikebut

Penerapan prokes ketat itu di antaranya mewajibkan penggunaan masker kepada seluruh pengguna KA, mencuci tangan sebelum dan sesudah naik KA, serta menjaga jarak aman antar pengguna.

“Dalam pengaturan jumlah pengguna KA di dalam satu kereta, kapasitas penumpang juga dibatasi hanya 50 persen tiket yang dijual dari total kapasitas tempat duduk yang tersedia guna mencegah kepadatan di dalam KA,” ujar Erlangga.

Aturan tambahan yang ada selama masa pandemi ini juga tetap berlaku, seperti tidak berbicara saat berada di dalam kereta, secara umum pelanggan dengan usia di bawah 12 tahun untuk sementara waktu tidak diperkenankan melakukan perjalanan dengan KA untuk menekan risiko penularan Covid-19.

“KAI Group secara konsisten menerapkan prokes yang ketat sesuai kebijakan pemerintah dan hanya mengizinkan pelanggan yang sesuai persyaratan untuk naik KA. Dengan demikian, diharapkan seluruh layanan KA dapat tetap diandalkan oleh masyarakat pada masa pandemi Covid-19,” tukasnya.

Sementara itu, Rini, 35, seorang wiraswasta di Padang mendukung syarat wajib vaksin menaiki KA sebagai upaya menekan penyebaran Covid-19. Menurutnya, syarat wajib vaksin dapat mendorong warga agar mau divaksinasi. “Saya pribadi mendukung penuh kebijakan syarat vaksin ini,” ungkapnya.

Sekarang ini, katanya, secara perlahan-lahan syarat vaksin mulai diberlakukan untuk sejumlah aktivitas. “Di kota besar, masuk fasilitas umum harus tunjukkan sertifikat vaksin. Jadi, mau tidak mau kita didorong agar mau vaksin,” tuturnya.

Afriyulianti, 40, warga Padang yang sering nak kereta api bila pulang kampung ke Pariaman mengaku sudah divaksin jauh-jauh hari untuk wanti-wanti syarat perjalanan. “Saya sudah vaksin biar aman kalau pergi naik angkutan yang mensyaratkan sertifikat vaksin,” ujarnya. (adt/eri/eni)