PT KAI Divre II Sumbar Kampanyekan Keselamatan di Perlintasan KA

36
PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat melakukan sosialisasi keselamatan di perlintasan sebidang di JPL 17 Linggarjati, Padang, Rabu (14/10/2020).

PT Kereta Api Indonesia Divisi Regional II Sumbar melakukan sosialisasi keselamatan di perlintasan sebidang di JPL 17 Linggarjati, dan JPL 9 Jl KH Ahmad Dahlan Padang, Rabu (14/10/2020).

Selain di Divre II, Sosialisasi Keselamatan pun dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia. “Sosialisasi ini untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar menaati aturan lalu lintas di perlintasan kereta api. Sehingga angka kecelakaan di perlintasan dapat ditekan,” ujar Kepala Humas Divre II Sumbar, U Rusen Permana.

Divre II menggandeng Komunitas Pencinta Kereta Api Divre II Sumbar (KPKD2SB) untuk mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya menjaga keselamatan di perlintasan sebidang. Rusen mengatakan, kolaborasi dengan berbagai pihak sangat diperlukan.

Kegiatan sosialisasi dilakukan dengan membentangkan spanduk dan membagikan stiker yang berisi peraturan dan tata cara berkendara saat melewati perlintasan sebidang.

Perlintasan sebidang merupakan perpotongan antara jalur kereta api dan jalan yang dibuat sebidang. Banyaknya perlintasan sebidang di sepanjang rel dikarenakan meningkatnya mobilitas masyarakat pengguna kendaraan yang harus melintas atau berpotongan langsung dengan jalan kereta api. Hal tersebut juga menjadikan perlintasan sebidang sebagai salah satu titik rawan kecelakaan.

Baca Juga:  Gubernur Sumbar Bidik Hotel Bintang II Untuk Karantina Covid-19

Untuk menghindari terjadinya kecelakaan, pengguna jalan diwajibkan menaati aturan dengan berhenti ketika sinyal sudah berbunyi, palang pintu kereta api sudah mulai ditutup, dan/atau ada isyarat lain.

Pengguna jalan wajib mendahulukan kereta api dan memberikan hak utama kepada kendaraan yang lebih dahulu melintas rel. Aturan tersebut telah tertuang dalam UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Pasal 114.

Rusen mengatakan sosialisasi keselamatan di perlintasan sebidang akan terus dilakukan. Ia juga berpesan kepada masyarakat pengguna jalan agar dapat berdisiplin dan mengutamakan keselamatan.

“Dengan tertibnya masyarakat pengguna jalan dan peran optimal seluruh stakeholder, diharapkan keselamatan di perlintasan sebidang dapat terwujud. Sehingga perjalanan kereta api tidak terganggu dan pengguna jalan juga selamat sampai di tujuan,” tutup Rusen. (*)