Dr Riesi: Pengolahan Jerami Solusi Keterbatasan Hijauan

26

Prospek pengembangan usaha peternakan sapi di Kota Padang masih terbuka lebar, karena kebutuhan daging di wilayah ini masih dipasok dari luar daerah. Namun peternak dihadapkan pada tantangan terkait kesediaan pakan hijauan yang berfluktuatif.

Pemanfaatan limbah pertanian seperti sisa hasil tanaman padi berupa jerami padi, diyakini bisa menjadi solusi terhadap persoalan ini. Umumnya, jerami padi dibakar sebelum memasuki musim tanam berikutnya. Padahal, potensi sisa hasil tanaman pertanian ini dapat diformulasikan sedemikian rupa sehingga menjadi sumber bahan pakan alternatif dan bermutu.

Persoalan ini dihadapi Kelompok Tani Harapan Sejahtera di Kelurahan Aiapacah, Kecamatan Kototangah, Kota Padang yang bergerak dalam bidang usaha budidaya ternak sapi indukan. Kelangkaan hijauan sering dialami peternak terutama saat musim kemarau datang. Kelompok tani beranggotakan 10 orang ini, hampir semuanya berprofesi sebagai petani/peternak dan diketuai, Syamsurizal.

Merujuk inilah, Tim PKM Unand melakukan pelatihan pengolahan jerami padi dengan teknologi amoniasi jerami menjadi pakan ternak bermutu. Ketua Tim PKM Dr Riesi Sriagtula SPt MP menyatakan, pelatihan ini rangkaian kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat Unand Tahun 2021 dalam skim membantu  usaha berkembang. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat kepada peternak dalam mengelola dan memanfaatkan jerami padi menjadi sumber pakan bermutu dalam menghadapi paceklik hijauan terutama saat musim kemarau.

Baca Juga:  Kelurahan Tanah Sirah Piai Nan XX Gencarkan Pekan Vaksinasi Massal

“Pengolahan teknologi amoniasi salah satu perlakuan kimiawi menggunakan urea yang sangat populer dilakukan untuk meningkatkan kualitas nutrisi jerami padi. Amoniasi dapat melarutkan lignin dan silika, sehingga dapat mengubah tekstur jerami yang awalnya keras menjadi lunak, meningkatkan kadar protein dan kecernaan. Akhirnya, dapat meningkatkan konsumsi dan pemanfaatannya untuk ternak,” terang Dr Riesi. (rdo)