Tour de PDRI Bukan Pengganti TdS

26
IVEN BARU: Gubernur Sumbar Mahyeldi melepas peserta Tour de PDRI di Jalan Samudera, Senin (13/12).(IST)

Gubernur Sumbar Mahyeldi menegaskan Tour de PDRI adalah iven baru yang memadukan faktor historis, wisata, pendidikan, budaya dan ekonomi bukan iven pengganti Tour de Singkarak yang batal digelar.

“Ini bukan pengganti TdS tapi iven baru untuk mengingat perjuangan bangsa. Nanti untuk TdS kita siapkan lagi,” katanya saat pelepasan pebalap yang mengikuti ajang Tour de PDRI di Gedung Juang 45 Padang, Senin (13/12).

Ia mengatakan, PDRI adalah tonggak keberlanjutan Republik Indonesia saat agresi Belanda II. Ketika itu pemimpin Indonesia ditangkap Belanda hingga membahayakan kelangsungan NKRI.

PDRI yang dipimpin Ketua Syafruddin Prawiranegara menyelamatkan NKRI. Menginformasikan ke dunia internasional bahwa Negara Indonesia masih ada.
“Inilah yang ingin kita sampaikan dan ingatkan pada generasi muda Indonesia bagaimana pentingnya peran PDRI dalam sejarah bangsa,” ujarnya.

Peserta Tour de PDRI akan melewati tujuh daerah di Sumbar mulai dari Bidaralam Kabupaten Solok Selatan, Pulau Punjung Dharmasraya, Sumpurkudus perbatasan Sijunjung dan Tanahdatar, Bukittinggi, Payakumbuh dan finish di Kototinggi Kabupaten Limapuluh Kota. Gubernur berharap kegiatan itu akan menjadi iven tahunan yang akan lebih meriah lagi ke depan.

Kepala Dinas Pariwisata Sumbar Novrial mengatakan iven itu diikuti oleh 60 peserta permanen dari TNI dan Polri. Ditambah komunitas dan VVIP. Dari segi pariwisata iven itu akan dikembangkan lagi sebagai wisata sejarah yang bisa dinikmati oleh wisatawan khusus. “Secara bertahap kita akan evaluasi dan perbaiki semua kekurangannya,” ujarnya.

Terpisah, Wali Kota Padang Hendri Septa menyambut baik digelarnya Tour de PDRI dalam rangka memperingati Hari Bela Negara (HBN) ke-73 pada 19 Desember tahun ini.

Baca Juga:  Bangun Workshop Alat Berat, BPVP Padang Gelar FGD Pertambangan

“Semoga ini dapat memberikan banyak manfaat, terutama sekali membangkitkan kembali nilai-nilai sejarah perjuangan bangsa, patriotisme, dan rasa nasionalisme kita semua dalam menjaga NKRI,” ungkap wako.

Menurutnya, sebagai ibu kota Provinsi Sumbar, Kota Padang telah tercatat memiliki segudang history khususnya dalam perjuangan kemerdekaan RI.

“Sekali lagi kita berterima kasih kepada semua pihak yang menyelenggarakan kegiatan Tour de PDRI ini. Kita berharap masyarakat khususnya generasi muda dapat memaknainya dengan semangat untuk mewarisi pengorbanan para pahlawan dan pejuang kita untuk senantiasa berjuang di semua aspek kehidupan. Terutama dalam membangkitkan sektor ekonomi dan lainnya di tengah pandemi Covid-19 yang masih mewabah saat ini,” ujar Hendri Septa yang juga Pembina Forum Bela Negara Kota Padang tersebut.

Diketahui, Tour de PDRI melewati 6 etape. Untuk etape I dilaksanakan di Kota Padang sekaligus pembukaan kegiatan secara resmi pada Senin 13 Desember 2021. Selanjutnya etape II pada 14 Desember di Padang Aro-Bidar Alam Kabupaten Solok Selatan, lalu etape III pada 15 Desember di Pulau Punjung Kabupaten Dharmasraya.

Setelah itu etape IV pada 16 Desember di Sumpur Kudus Kabupaten Sijunjung, etape V pada 17 Desember di Lintau Buo Kabupaten Tanahdatar-Monumen Avron Anson Kabupaten Agam dan terakhir etape VI pada 18 Desember di Limbanang-Museum PDRI Kabupaten Limapuluh Kota. (wni/eri)