104.000 KK di Padang Segera Terima Bantuan Tunai

Pemerintah Kota Padang saat ini tengah menyiapkan jadwal pembagian bantuan  sosial bagi masyarakat terdampak ekonominya akibat Covid-19, baik bantuan dari pemerintah, pemerintah kota maupun  pemerintah provinsi.

Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Padang, Medi Iswandi mengatakan bantuan bagi warga terdampak covid-19 berupa uang tunai, besarannya Rp 200 ribu per orang per bulan.

Dialihkannya stimulus Pemko Padang dari sembako ke dalam bentuk uang tunai agar tidak ada perbedaan dengan bentuk stimulus yang diberikan pemerintah provinsi.

“Rencananya memang beras, tapi kami samakan dengan provinsi agar jangan berbeda-beda. Jangan sampai masyarakat bilang, kenapa dia dapat bantuan beras sementara yang lain dapat uang tunai. Makanya kami samakan,” katanya.

Medi menambahkan, data penerima bantuan telah diterima Pemko Padang dari RT dan RW setiap kecamatan di Kota Padang.

Sudah didata dan tinggal disalurkan. Bahkan, RT dan RW pun sudah membuat pernyataan bahwa data itu benar dan dapat dipertanggungjawabkan. Perkiraan jumlah penerima bantuan dari Pemko Padang sekitar 40.000 kepala keluarga (KK).

Kendati demikian, sambungnya, Pemko Padang akan menyalurkan stimulus tersebut secara serentak dengan waktu pembagian stimulus dari pemerintah provinsi. Hal ini dilakukan Pemko Padang untuk menghindari kisruh saat pembagian di lapangan.

“Inginnya kami dalam minggu ini, persisnya Jumat besok itu udah bisa dibagikan. Tapi, kami harus menyamakan waktu pembagiannya itu dengan pemerintah provinsi dan pusat. Kalau tidak nanti bisa ribut masyarakat, kenapa separuh yang dapat sementara yang lain tidak. Bisa terjadi ricuh di lapangan. Makanya harus sinkron dengan pusat dan provinsi,” jelasnya.

Lebih lanjut dia memaparkan, total warga penerima bantuan di Kota Padang lebih kurang 104.000 KK. Dari jumlah tersebut, sebanyak 40.000 KK mendapat bantuan berupa uang tunai Rp 200 ribu dari Pemko Padang, sebanyak 40.000 KK menerima bantuan Rp 200 ribu dari Pemprov Sumbar, dan sebanyak 24.000 KK menerima bantuan Rp 600 ribu dari Kemensos RI.

“Untuk BDT Padang hanya 58.000 KK, yang dibantu 104.000 KK. Jadi kan lebih banyak di luar BDT. Bantuan di luar BDT sama Rp 200 ribu,” tukas Medi. (pdk)