PBM di Rumah Diperpanjang Sampai 23 April

Kantor Dinas Pendidikan Kota Padang.

Pemko Padang melalui Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Padang, memperpanjang jadwal proses belajar mengajar (PBM) di rumah sampai 23 April 2020.

Keputusan ini berlaku bagi siswa tingkat PAUD, TK SD dan SMP negeri maupun swasta selama masa pandemi penyebaran virus korona (Covid-19).

Menurut jadwalnya, PBM di rumah berakhir 15 April 2020. Namun diperpanjang lagi dari 16 April 2020 sampai 23 April 2020.

Kepala c Habibul Fuadi saat dikonfirmasi kemarin (14/4) mengatakan, perpanjangan PBM di rumah ini adalah untuk ketiga kalinya.

“Cuma formatnya diubah sampai menjelang bulan Ramadhan 23 April mendatang, nanti dilanjutkan lagi dengan edaran khusus. Substansinya sama akan diperpanjang lagi melihat situasi pandemi Covid-19,” ujarnya.

Dia menambahkan, pelaksanaan proses layanan belajar tetap dilakukan seperti program biasa dari rumah masing-masing menggunakan sistem daring WhatsApp, Google, Classroom, E-learning dan program lainnya.

Habibul berharap kepada seluruh pelajar di Kota Padang untuk tetap belajar di rumah dan tidak keluar rumah. Menurutnya, meskipun tidak belajar di sekolah, ini berarti bukan menghabiskan waktu di luar rumah untuk bermain atau liburan tapi lebih memaksimalkan proses belajar di rumah.

“Tidak ada yang boleh melakukan aktivitas di luar rumah untuk berkumpul ke fasilitas umum atau keramaian. Terlepas semua hal tersebut, tentunya kita semua berharap pandemi Covid-19 ini cepat berakhir,” ungkapnya.

Sementara itu, untuk melakukan pengawasan di rumah, pihaknya berharap orangtua turut ikut berperan serta dalam memantau dan membimbing anak-anaknya selama proses belajar mengajar dilakukan.

“Saya informasikan kepada orangtua untuk betul-betul menjaga dan mengawasi proses belajar dan mengajar anaknya di rumah. Sehingga tidak ada lagi pelajar Kota Padang yang berkeliaran,” pungkasnya.

Terpisah, Kepala Sekolah SMPN 3 Padang, Tanggo Olina mengatakan, akan mengikuti aturan dan arahan dari kadisdik. Jika diperpanjang kegiatan belajar di rumah akan segera disampaikan kepada orang tua siswa.

“Sejauh ini, siswa maupun siswi SMPN 3 Padang dan orangtua bisa mengikuti arahan baik itu pelajaran dari guru, program belajar RRI maupun dari TVRI,” kata Tanggo Olina kepada Padang Ekspres tadi malam.

Ia berharap dengan cara apapun pembelajaran yang diterapkan oleh Pemko Padang, siswa-siswi harus bisa menyesuaikan dan mengisi waktu dengan baik.

“Saat ini belajar tidak harus diberikan dari guru, tetapi bisa melalui media-media lain yang sudah difasilitasi oleh pemerintah misalnya RRI dan TVRI supaya termotivasi anak-anak dalam program itu,” ungkapnya.

Di sisi lain, dia menyampaikan siswa-siswi SMPN 3 Padang yang kesulitan ekonomi dengan tidak ada akses WhatsApp dan belajar online akan didata oleh pihak sekolah.

“Kalau mereka tidak bisa ikut belajar daring, mereka bisa membuat manual dulu, ketika ada waktunya mereka bisa memberikan tugas tersebut kepada guru-guru yang bersangkutan,” jelasnya.

Di samping itu, ia juga menyebutkan seharusnya guru-guru kreatif menciptakan pembelajaran. Tidak hanya belajar pengetahuan, tapi bisa melewati video, kuis, diskusi dan lain-lain.

“Tujuannya mereka supaya tidak monoton. Pokoknya anak-anak tidak terbebani dan stres maka dari itu guru-guru harus bervariasi menciptakan pembelajaran,” tandasnya. (*)