Harga Sembako Terus Melambung

21
Pedagang sembako di Pasar Raya Padang melayani pembeli, kemarin (14/4). (IST)

Harga sejumlah kebutuhan pokok di Pasar Raya Padang melambung sejak hari pertama Ramadhan 1442 H, Selasa (13/4). Kondisi ini terjadi karena stok barang terbatas akibat petani belum panen.

Pantauan Padang Ekspres di Blok II Pasar Raya Padang, kemarin (14/4) kebutuhan pokok yang mengalami kenaikan harga antara lain, cabai merah, cabai hijau, cabai rawit, dan telur ayam beras.

Sementara harga kebutuhan pokok lainnya seperti bawang merah, bawang putih, minyak goreng, tepung, dan gula pasir, relatif stabil. Salah seorang pedagang cabai, Anto T, 38, kepada Padang Ekspres menyebut, cabai merah Jawa dijual Rp 44 ribu per kilogram.

Mengalami kenaikan Rp 4 ribu sejak hari pertama puasa, dari sebelumnya Rp 40 ribu per kilogram. Dia mengatakan, harga cabai hijau juga mengalami kenaikan dari sebelumnya Rp 20 ribu menjadi Rp 28 ribu per kilogramnya. Sedangkan, cabai rawit menyentuh angka Rp 46 ribu per kilogram dari sebelumnya Rp 40 ribu per kilogram.

“Naiknya sejak puasa pertama. Biasanya setiap puasa pertama atau kami menyebutnya ‘puasa tua’ selalu begitu. Ini terjadi karena petani belum panen sehingga stok cabai terbatas sejak Selasa kemarin,” ujarnya.

Harga kebutuhan pokok lainnya seperti bawang merah dan bawang putih, sambung Anto, relatif stabil. Tidak mengalami kenaikan. “Bawang merah Rp 28 ribu per kilogram sementara bawang putih Rp 24 ribu per kilogram. Harganya stabil,” ungkapnya.

Hal senada disampaikan pedagang cabai lainnya, Nailis, 53. Dia menyampaikan, harga cabai, baik itu cabai merah jawa, cabai merah darek, cabai hijau, maupun cabai rawit mengalamai kenaikan sejak hari pertama puasa.

Dia merinci, harga cabai merah Jawa Rp 50 ribu per kilogram. Naik, dari sebelumnya Rp 40 ribu per kilogram. Begitu pun dengan cabai merah Darek, dari sebelumnya Rp 36 ribu menjadi Rp 48 ribu per kilogram.

“Cabai rawit sekarang Rp 48 ribu per kilogram. Padahal sebelumnya Rp 35 ribu per kilogram. Kenaikan harga ini terjadi sejak hari pertama puasa, karena stok terbatas akibat panen petani sedikit, sementara permintaan meningkat,” paparnya.

Sementara harga bawang merah dan bawang putih masih stabil. Bawang merang Rp 28 ribu per kilogram dan bawang putih Rp 24 ribu per kilogram. Masih stabil, tidak ada mengalami kenaikan,” sambung Nailis.

Pedagang telur, Surya Lesmana, 30, juga mengakui bahwa telur mengalami kenaikan harga. Terutama harga telur ayam beras yang menyentuh Rp 42 ribu per lapik dari sebelumnya hanya Rp 37 ribu per lapik. “Naiknya sejak seminggu belakangan, tapi puncaknya di awal puasa kemarin,” sebutnya.

Namun untuk harga telur lainnya seperti teluk itik, telur puyuh, telur ayam kampung tidak mengalami kenaikan atau masih stabil. Dimana, harga telur puyuh masih Rp 27 ribu per karton. Telur itik Rp 22 ribu per 10 butir dan telur ayam kampung Rp 20 ribu per 10 butir.

Sementara harga minyak goreng, tepung dan gula pasir, juga relatif. stabil. Pedagang sembako, Syafei, 39, mengutarakan saat ini harga minyak goreng Rp 13.500, tepung Rp 7 ribu, dan gula pasir Rp 13 ribu per kilogramnya. “Masih sama seperti harga dua minggu yang lalu,” ujar Syafei.

Kedelai Naik
Sementara itu, harga kacang kedelai yang dijual pihak distributor di Kota Padang kembali mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Melonjaknya harga kacang kedelai tersebut sudah terjadi sejak dua pekan belakangan.

Salah satu distributor, Iim Dallinur dari PT ESHA Jalan By Pass KM. 16 Padang mengatakan harga kacang kedelai sudah mengalami kenaikan sejak dua pekan belakang ini. Tepatnya awal bulan April 2021 ini.

Baca Juga:  Sidak di Pusat Perbelanjaan, Ditemukan Produk Makanan Kedaluwarsa

“Ya, sempat naik di awal tahun lalu dan sudah turun. Sekarang harga kacang kedelainya kembali melonjak di awal bulan April ini,” kata Iim Dallinur kepada Padang Ekspres, kemarin, (14/4).

Dia menambahkan keterlambatan pengiriman pasokan dari Medan menjadi pemicu naiknya harga kacang kedelai. Karena di pelabuhan Belawan kapal-kapal delay selama dua mingguan.

“Karena buktinya dari daerah lain barangnya tetap lancar. Jadi kebetulan infonya yang diterima di Belawan itu kapal-kapalnya terlambat masuk,” terang Iim Dallinur. Dikatakan, harga harga kacang kedelai saat ini sudah menginjak Rp 525 ribu per karung isi 50 kilogram dari biasanya Rp 495 ribu per karungnya.

“Yang pasti, kita menyetok kacang kedelai ini dari Kota Medan. Kalau harga di sana naik, mau tak mau harus disesuaikan juga dengan harga di sini,” ungkapnya. Saat ini, katanya untuk stok kacang kedelai di PT ESHA masih aman, dengan adanya stok sekitar 50 ton kacang kedelai lagi di gudang penyimpanan.

“Bagi produsen olahan kacang kedelai yang merasakan kekurangan kacang kedelai, bisa cari langsung ke tempat kita di Gudang PT ESHA Lubukbegalung,” bebernya. Disisi lain katanya PT ESHA ini sudah ada pelanggan tetap seperti produsen tahu dan tempe.

Jadi tidak begitu ada masalah dari kenaikan kacang kedelai ini. “Sebab, yang membeli kacang kedelai ini sudah ada pelanggan tetapnya. Seperti dari Solok, Muaralabuh, Kerinci, Padang dan Pariaman,” paparnya.

Ia berharap harga kacang kedelai segera turun. Karena efek kenaikan kacang kedelai ke perajin sendiri, mereka akan susah untuk berjualan dan juga harus menipiskan dan mengecilkan ukuran dagangan.

“Sebenarnya yang terasa sekali efeknya ke perajin. Kalau kita ini hanya penyalur saja. Dari distributor, mahal di beli maka jualnya juga dinaikkan. Begitu pula sebaliknya,” tandas Iim Dallinur.

Sementara itu, Pedagang Komoditi P&D Kawasan Pasar Raya Padang, Sariti, 46, mengatakan harga kacang kedelai saat ini di pasaran dijual dengan harga Rp 12-13 ribu per kilogram.

“Harga kacang kedelai sudah mengalami kenaikan sebelum memasuki bulan Ramadhan ini. Dengan harga penjualannya Rp 12-13 ribu per kilogram, dibandingkan harga biasa yang hanya Rp 11 ribu per kilogram,” terangnya.

Terpisah, Kepala Dinas Perdagangan Kota Padang, Andree Algamar mengatakan kenaikan harga kedelai ini bukan karena stok yang menipis. Sebab, stok kedelai untuk produsen industri tahu dan tempe masih sangat mencukupi. “Walaupun harga kacang kedelai naik, tapi tidak berpengaruh kepada stok dan harga olahannya seperti tahu dan tempe di pasaran,” kata Andree.

Dia menjelaskan karena permintaannya yang tinggi jelang Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri. Oleh sebab itu, harga kacang kedelai meningkat selama dua pekan belakangan ini.
“Sampai saat ini, ketika anggota di lapangan mengecek harga tahu dan tempe di pasaran, malah tidak terjadi kenaikan. Jadi walaupun harga bahannya naik, tapi olahannya masih tetap normal,” bebernya.

Di samping itu katanya, seperti diketahui kacang kedelai saat ini sebagian besar di impor dari Amerika Serikat, Tiongkok, Eropa dan beberapa negara lainnya. “Naiknya harga kacang kedelai akibat adanya pembatasan impor dari daerah produsen yang merupakan isu nasional, karena terganggu oleh pandemi Covid-19 dengan pasokannya,” jelas Andree.

Saat ini, Dinas Perdagangan Kota Padang akan berupaya melakukan koordinasi dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sumbar dan Kementerian Perdagangan RI supaya bisa menekan harga kacang kedelai di pasaran.

“Kami akan kendalikan dengan upaya melakukan koordinasi secepatnya. Supaya harga kacang kedelai tidak kembali naik dan harganya bisa stabil seperti sedia kala,” pungkasnya. (i/r)

Previous articleDiduga Tawuran, 11 Remaja Diamankan, Sejumlah Sajam Turut Disita
Next articleJambret Diringkus setelah 5 Kali Beraksi