Manunggal BBGRM di Belakangtangsi, Pengecoran Jalan Akhirnya Terwujud

7
GOTONG ROYONG: Warga Kelurahan Belakangtangsi gotong royong mengerjakan program manunggal BBGRM tahun 2021.(RANDI/PADEK)

Bentuk komitmen dan perhatian Kelurahan Belakangtangsi, Kecamatan Padang Barat telah melahirkan program prioritas tahun 2021 ini. Misalnya program Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) yang bisa menyukseskan pemerataan pembangunan. Seperti apa?

PEMERATAAN dan percepatan pembangunan melalui pengecoran jalan menjadi salah satu pilihan terbaik yang dilakukan Kelurahan Belakangtangsi dalam meningkatkan pembangunan infrastruktur jalan.

Melalui program yang diusung Pemko Padang yakni program manunggal BBGRM tahun 2021 ini beberapa ruas jalan yang belum tersentuh oleh pembangunan, kini mulai dilakukan perbaikan agar memudahkan aktivitas sehari-hari warganya.

Lurah Belakangtangsi, Diko Riva Utama mengatakan, dalam program manunggal BBGRM tahun 2021 ini difokuskan pekerjaannya dalam bentuk pengecoran jalan, sesuai dari rapat koordinasi pembangunan (rakorbang).


“Pengecoran jalan ini memang permintaan dari warga, karena jalan itu kondisinya tidak memungkinkan lagi sudah retak-retak, kondisinya naik turun, banyak lubang dan juga ada gundukan,” kata Lurah Belakangtangsi, Diko Riva Utama yang akrab dipanggil Diko itu kepada Padang Ekspres, Rabu (14/7).

Ia menjelaskan, pengecoran jalan berlokasi di jalan Parak Kerambil RT 03/RW 03, yang mana jalan tersebut juga sebagai akses warga dalam aktivitas sehari-hari.

“Jadi warga meminta jalan itu untuk bisa dilakukan pengecoran. Maka pembuatannya dilakukan dengan panjang 80 meter, lebar 3,25 meter dan tinggi mencapai 0,1 meter,” sebutnya.

Diko menyatakan, di Kelurahan Belakangtangsi ini terdapat tiga kampung yakni Belakangtangsi, Parakkerambil dan Tanahbaroyo. Setiap tahun itu memang digilir pembangunannya di tiga kampung tersebut.

“Pada tahun sebelumnya program manunggal BBGRM kita laksanakan di Tanahbaroyo dan tahun sekarang ini di Parakkerambil sebagai usulan dari warga,” bebernya.

Diko menyampaikan dalam kegiatan program manunggal BBGRM tahun 2021 ini, Pemko Padang hanya menggelontorkan dana pancingan sebesar Rp 35 juta kepada Kelurahan Belakangtangsi.

“Program manunggal BBGRM ini dilakukan secara petunjuk teknis (juknis) yang diberikan Pemko Padang yang dimulai 24 Mei dan berakhir 6 Juni 2021 lalu,” terangnya.

Menurutnya, swadaya masyarakat yang dilakukan dalam pengecoran jalan sangat cukup tinggi, seperti sumbangsih uang, tenaga, konsumsi, sarana dan prasarana serta bantuan lainnya.

“Antara komponen yang ada di Kelurahan Belakangtangsi baik dari pemerintah kelurahan, bhabinkamtibmas, babinsa, LPM, RT dan RW juga ada sinergitas nya untuk menyukseskan program manunggal BBGRM tersebut,” ungkapnya.

Selain program BBGRM tahun 2021 ini, kata Diko, di Kelurahan Belakangtangsi juga ada kegiatan program fasilitas lingkungan (fasling).

“Program fasling ini dilakukan dalam bentuk pembuatan drainase tertutup di jalan Bundo Kanduang. Karena kondisi jalan di depan SDN 01 Belakangtangsi itu jika hujan akan mengakibatkan banjir yang cukup tinggi sehingga anak-anak sudah bisa berenang di sana, makanya kita kebut pengerjaannya,” kata Diko.

Baca Juga:  Jalan Nipah-Teluk Bayur Dilanjutkan

Untuk program fasling, imbuhnya, sistemnya juga sama seperti program manunggal BBGRM. Stimulus yang diberikan Pemko Padang sebesar Rp 50 juta di Kelurahan Belakangtangsi.

“Sehingga masing-masing Rp 25 juta. Jadi sistemnya sama dengan manunggal. Kita akan pancing Rp 25 juta lalu ditambah dengan swadaya masyarakat,” tuturnya.

Di samping itu pembuatan infrastruktur dalam bentuk saluran drainase tertutup juga dilakukan di Kelurahan Belakangtangsi, berlokasi di jalan Kampung Baru yang bersumber dari dana kecamatan.

Sementara program penataan pedagang kaki lima (PKL) Kawasan Tugu Gempa juga akan menjadi program prioritas di Kelurahan Belakangtangsi. Sebab merupakan salah satu tempat kuliner di Kota Padang.

“Karena selama ini kalau dilihat lokasinya masih belum tertata rapi dan kemacetan yang sering terjadi. Maka kita pindahkan PKL Kawasan Tugu Gempa ke Jalan Khairil Anwar dan juga PKL yang berada di depan Hotel Kyriad Bumiminang ke jalan Bandar Gereja. Jadi kalau dilihat sekarang jalannya sudah tertata dan bersih,” akunya.

Tak hanya itu, kata Diko, di Kelurahan Belakangtangsi juga turut menyukseskan program vaksinasi nasional dalam menanggulangi penyebaran Covid-19 dengan menggelar vaksinasi massal.

“Kami juga turut menyukseskan program vaksinasi, karena seluruh kelurahan yang ada di Padang Barat menjalaninya semua. Dalam hal ini kami telah bekerja sama dengan PT Pegadaian, dengan target setiap kelurahan itu 50 orang. Insya Allah akan digelar hari Senin mendatang,” tandasnya.

Selanjutnya, pembinaan kepada UMKM juga akan dilakukan di Kelurahan Belakangtangsi, dari berbagai macam jenis yang tersebar seperti bergerak di bidang kuliner, jasa pengolahan makanan seperti kue kering, kerupuk dan lain-lain.

“Kami akan terus meningkatkan ekonomi bagi UMKM yang ada di Kelurahan Belakangtangsi. Dalam hal ini akan dilakukannya pendampingan pemasaran produk oleh Dinas Koperasi dan UMKM serta juga Dinas Pariwisata supaya bisa mempromosikan UMKM dalam pameran atau iven,” tutur Diko.

Ia berharap dengan berbagai aspek program yang dilakukan oleh Kelurahan Belakangtangsi khususnya program BBGRM tahun 2021 ini mudah-mudahan bisa bermanfaat bagi masyarakat sekitar serta bisa dijaga secara bersama-sama supaya pemanfaatan jalan ini bisa maksimal.

“Pembangunan itu sifatnya membuat sesuatu yang belum ada menjadi ada, memperbaharui sesuatu yang belum optimal menjadi sempurna. Intinya kondisi jalan yang sudah dibangun oleh pemerintah tentunya bisa dirawat dan dijaga dengan baik oleh masyarakat,” pungkasnya. (***)