Rumah Nelayan Penuh, Asrama Haji bakal Dijadikan Tempat Isolasi

15
Kesehatan (Dinkes) Kota Padang Ferimulyani Hamid.(IST)

Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Padang terus bertambah. Tempat isolasi Rumah Nelayan Lubukbuaya pun terisi penuh oleh pasien positif Covid-19.

“(Tempat isolasi Rumah Nelayan Lubuk Buaya) sudah penuh,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Padang Ferimulyani Hamid kepada Padang Ekspres, Rabu (14/7).

Dia melanjutkan, daya tampung tempat isolasi Rumah Nelayan Lubukbuaya sebanyak 170 orang. “Dan itu penuh semua. Kan ada pasien keluar masuk, setiap yang keluar lalu ada yang masuk. Tapi penuh,” ujarnya.

Untuk menjaga ketersediaan tempat isolasi di Rumah Nelayan Lubukbuaya, sebut Ferimulyani, akan ada penambahan tempat tidur. “Untuk jumlahnya coba tanya ke kepala tempat isolasi itu,” imbuh Ferimulyani.

Kepala Rumah Nelayan Lubukbuaya, dr Adek Heriadi menambahkan, ada tiga unit rumah di tempat isolasi Rumah Nelayan Lubukbuaya yang rusak. Rumah tersebut rencananya akan diperbaiki agar bisa ditempati pasien Covid-19.

“Itu akan segera kita perbaiki, sehingga bisa dipakai. Tiga rumah itu bisa menampung sembilang orang. Atau kalau satu keluarga terdiri dari lima orang juga bisa ditampung dalam satu rumah karena ada bed besar dan kecil,” terangnya.

Asrama Haji jadi Tempat Isolasi

Plt Kepala Kanwil Kemenag Sumbar Syamsuir menyebut, Asrama Haji Tabing bisa dipakai untuk tempat isolasi pasien Covid-19, jika memang dibutuhkan lantaran tempat isolasi yang telah ada penuh.

“Asrama Haji kan sekarang juga tidak ada penghuni. Nah nanti itu bisa kita pakai kalau memang disetujui. Kita akan fasilitasi, bekerja sama dengan berbagai pihak,” ucapnya.

Dia menyampaikan, Asrama Haji Tabing bisa menampung 500 orang. “Kalau memang dibutuhkan, itu bisa langsung dibersihkan, sehingga bisa digunakan,” kata Syamsuir.
RSUD juga Penuh

Baca Juga:  Puluhan Titik Saklar Ilegal di Pantai Padang Dibongkar

Hal senada disampaikan Dirut RSUD Rasidin Padang dr Herlin Sridiani. Dia mengatakan, kamar untuk pasien Covid-19 di RSUD Rasidin Padang terisi penuh.

“Penuh untuk hari ini (kemarin, red). Tapi besok (hari ini, red) kita lihat lagi kalau ada pasien yang sudah diperbolehkan pulang atau apa gitu kan. Biasanya, ganti-gantian gitu,” sebutnya.

Dia merinci, sesuai daya tampung, pasien yang kini tengah dirawat di RSUD Rasidin Padang ada 35 pasien. Terdiri dari 15 orang pasien suspek dan 20 orang pasien positif Covid-19.

“Untuk antisipasi, kita sekarang lagi siapin tambahan ruangan. Ada gedung di belakang satu lagi, itu bisa menampung 35 orang pasien positif. Sekarang lagi persiapan, kan perlu dibuat sekat-sekatnya, mudah-mudahan satu atau dua hari ini selesai,” ucap Herlin.

Berdasarkan data di situs resmi Dinkes Kota Padang, hingga Selasa (13/7), total kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Padang ada 26.026 kasus.  Sebanyak 2.622 kasus diantaranya masih berstatus aktif. Rinciannya, 1.561 kasus bergejala dan 1.061 kasus tanpa gejala.

Dari 592 kasus bergejala itu, 272 orang dirawat, 1.248 orang isolasi mandiri, dan 41 orang menjalani karantina. Sedangkan dari 1.061 kasus tanpa gejala, 37 orang dirawat, 1.024 isolasi mandiri, dan 0 orang dikarantina. Di sisi lain, total pasien sembuh 2.281 orang dan meninggal dunia diduga akibat Covid-19 ada 423 orang. (idr)