Berdayakan Nelayan Kecil Tangkap Tuna

6
PAPARAN: Kepala Dinas Perikanan dan Pangan Kota Padang Guswardi memaparkan potensi perikanan di Kota Padang, kemarin.(IST)

Potensi ikan tuna di perairan Kota Padang dan Kepulauan Mentawai cukup besar. Namun, potensi tersebut belum tergarap secara maksimal. Untuk itu, Dinas Perikanan dan Pangan Kota Padang akan memberdayakan nelayan kecil dalam melakukan penangkapan tuna di perairan Sumbar.

“Selama ini penangkapan tuna dilakukan dengan kapal berukuran besar. Oleh karena itu, secara bertahap kita akan coba berdayakan nelayan kecil dan kapal kecil untuk penangkapan tuna,” kata Kepala Dinas Perikanan dan Pangan Kota Padang, Guswardi saat diseminasi informasi publik di Media Center Balaikota Aiepacah, Selasa (14/9).

Lebih lanjut dikatakan, minat nelayan untuk menangkap tuna cukup besar, terlebih nilai jualnya cukup tinggi dan merupakan produk ekspor.

Menurut Guswardi, dengan waktu melaut selama 10 hari, nelayan bisa mendapatkan 1,5 ton hingga 2 ton tuna. Dimana per ekor tuna beratnya bisa mencapai 50 kilogram dengan nilai jual Rp 70 ribu per kilogram. Ini jelas sangat menguntungkan dan menjanjikan bagi nelayan kecil.

Dan ini juga membuktikan bahwa tidak perlu kapal besar untuk penangkapan tuna, cukup kapal tonda yang dimodifikasi. Cukup dengan mengubah dan memodifikasi kapal tonda 15 GT menjadi kapal penangkap tuna.

Baca Juga:  Hari Pertama Operasi Patuh Singgalang, Puluhan Pengendara Ditilang

Diperkirakan biaya yang dihabiskan untuk modifikasi kapal tersebut berkisar antara Rp 100 juta hingga Rp 150 juta. Modifikasi ini dinilai lebih efisien daripada membeli kapal besar dengan harga mahal.

“Jadi bukan membeli kapal baru. Kapal tonda 15 GT ini saja yang dimodifikasi bentuknya,” tutur Guswardi.

Pihaknya menargetkan kelompok nelayan bisa memiliki 50 kapal tuna tahun ini. “Saat ini sudah ada 10 kapal dan akan ditambah jadi 20 kapal. Kami mohon dukungan semua pihak dan insya Allah target 50 kapal tuna bisa terwujud,” papar Guswardi.

Sementara itu, untuk pemasaran tidak ada masalah. Di Pelabuhan Perikanan Samudera Bungus ada PT Dempo dan pengusaha besar lainnya yang siap menampung.

“Kebutuhan tuna ini sangat tinggi, malah kita kekurangan stok. Jika tidak bisa diekspor, biasanya ikan tuna dipasarkan langsung di Padang,” jelasnya.

Guswardi optimistis, jika ini bisa berjalan maka akan menjadi langkah awal untuk bangkitnya nelayan kecil di Kota Padang menuju nelayan maju, modern dan sejahtera. (eri)