ASN Istri Kedua Dipecat Tidak Hormat, Satu Lagi Sedang Proses

27
Pj Sekko Padang Arfian.(NET)

Seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) wanita di lingkungan Pemko Padang yang diindikasikan menjadi istri kedua dipecat atau diberhentikan dengan tidak hormat.

Pasalnya, dia terbukti melanggar Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 45 Tahun 1990 tentang Perkawinan dan Perceraian Bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Hal itu disampaikan Pj Sekko Padang Arfian, Kamis (14/10) saat menghadiri kegiatan vaksinasi massal pelajar dan masyarakat yang digelar Badan Intelijen Negara (BIN) Daerah Sumbar bekerja sama dengan Pemko Padang di MAN 2 Padang.

“Sidang Majelis Pertimbangan Pegawai (MPP) memutuskan sanksi untuk yang bersangkutan diberhentikan dengan tidak hormat,” kata Arfian.

ASN yang diberhentikan dengan tidak hormat tersebut telah melanggar PP Nomor 45 Tahun 1990 tentang Perkawinan dan Perceraian Bagi PNS. Dalam PP tersebut berbunyi (1) PNS dilarang hidup bersama dengan wanita atau pria sebagai suami istri tanpa ikatan perkawinan yang sah.

Lalu (2) setiap atasan wajib menegur apabila ia mengetahui ada Pegawai Negeri Sipil bawahan dalam lingkungannya yang melakukan hidup bersama sebagaimana dimaksud dalam ayat (1).

Baca Juga:  Enam Pendaftar Calon Sekdako Padang Lulus Seleksi Administrasi

Kemudian pada pasal 4 dari PP tersebut disebutkan PNS pria yang akan beristri lebih dari seorang, wajib memperoleh izin lebih dahulu dari Pejabat dan PNS wanita tidak diizinkan untuk menjadi istri kedua/ketiga/keempat.

Arfian menambahkan, surat keputusan pemberhentian dengan tidak hormat itu kini telah sampai kepada Wali Kota Padang Hendri Septa dan akan segera ditandatangani.

“Saat ini masih ada satu ASN lagi yang terancam diberhentikan secara tidak hormat. Saat ini, kasusnya masih dalam proses pemeriksaan MPP,” tambah Arfian yang juga Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Padang. (idr)