Ciptakan Lingkungan Yang Kondusif

13
Kapolsek Padang Barat, Kompol Martin.(IST)

Kapolsek Padang Barat, Kompol Martin menekankan setiap anggotanya terkhusus Bhabinkamtibmas untuk selalu mengedepankan langkah-langkah persuasif pada setiap permasalahan yang berkaitan dengan ketertiban masyarakat.

“Sebagai daerah yang berada di pusat kota, daerah kita ini dihuni oleh masyarakat yang heterogen. Wajar apabila sering terjadi gesekan atau miss-komunikasi di tengah komunitas yang besar ini. Tugas kita dari kepolisian tentu menciptakan kondisi yang aman dan nyaman. Untuk itu hadir para Bhabinkamtibmas sebagai problem solving dari permasalahan-permasalahan yang ada,” ujarnya, kemarin.

Permasalahan mengenai ketertiban masyarakat di Kecamatan Padang Barat cukup kompleks. Dimulai dari tindakan asusila, tindak pidana ringan hingga mengganggu ketertiban umum.

Tindakan asusila umumnya terjadi pada malam hari. Bhabinkamtibmas dari Polsek Padang Barat kerap mendapatkan laporan masyarakat terkait keberadaan kos-kosan yang dimanfaatkan untuk kegiatan amoral.

“Semisal kos yang aturannya pukul 22.00 sudah tidak boleh menerima tamu, tapi masih ada tamu di kosan tersebut dan antara tamu dengan penghuni merupakan lawan jenis. Biasanya akan kita beri teguran, bagi anak di bawah umur akan kita panggil orangtuanya guna dapat memberi arahan lebih lanjut kepada anaknya nanti,” tambah Aipda Afri Zulma selaku Bhabinkamtibmas Polsek Padang Barat.

Baca Juga:  Ketua PMI Padang Apresiasi Serikat Pekerja Semen Padang

Tindakan pidana ringan yang umumnya terjadi di wilayah hukum Polsek Padang Barat berupa perkelahian antar warga. “Kami selalu mengedepankan tindakan persuasif, nantinya daripada saling lapor yang akan berbuntut panjang bagi kehidupan mereka. Kami akan mencoba memediasi kedua belah pihak. Seperti yang barusan terjadi di Kelurahan Kampung Pondok, dua orang emak-emak yang terlibat cekcok berhasil kami damaikan,” jelas Aipda Afri.

Ia menjelaskan, kegiatan yang mengganggu ketertiban umum di Padang Barat umumnya berupa acara muda-mudi yang menggunakan pengeras suara ataupun tidak tau waktu dan juga penggunaan tempat yang tidak semstinya oleh para pedagang kaki lima.

“Daerah kita masuk sebagai daerah wisata sehingga banyak acara muda mudi ataupun pedagang kaki lima yang mencari nafkah di sini, namun seringkali yang dua ini menimbulkan keresahan dari masyarakat sekitar. Kita juga selalu berkoordinasi dengan Babinsa, lurah, karang taruna, bahkan hingga ke tingkat RT RW guna menciptakan ketertiban masyarakat di wilayah hukum Padang Barat,” ujarnya. (cr3)