PAD Merosot Capai 50 Persen, Bapenda Usulkan Revisi Target PAD 2020 ke TAPD

Target Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Padang tahun 2020 terganggu akibat wabah pandemi virus korona (Covid-19).

Untuk itu, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Padang mengusulkan revisi target PAD Kota Padang tahun 2020 kepada Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).

Hal itu disampaikan Kepala Bapenda Kota Padang Al Amin kepada Padang Ekspres, Rabu (15/4). Dia menyampaikan, Covid-19 mengganggu semua sektor seperti pariwisata, perhubungan, perdagangan, dan lainnya sehingga berimbas pada target PAD Kota Padang tahun 2020 ini.

“Target PAD kita tahun ini sangat terganggu dengan Covid-19, karena semua sektor terdampak akibat Covid-19. Sehingga mengganggu semua jenis retribusi dan semua jenis pajak,” katanya.

Al Amin menambahkan, target PAD Kota Padang tahun 2020 adalah Rp 881 miliar. “Triwulan I, Januari-Maret masih belum terkena imbas. Dan melebihi target dari target 15 persen tercapai 17,5 persen atau lebih kurang Rp 95 miliar,” ujar Al Amin.

Sementara untuk triwulan II bulan April ini, dari hasil evaluasi, PAD sangat jauh merosotnya. Jika dibandingkan PAD Kota Padang pada pertengahan April 2020 dengan pertengahan April 2019, itu mengalami penurunan yang signifikan hampir 50 persen.

“Triwulan II ini target PAD Kota Padang sebesar 35 persen. Kalau dengan kondisi seperti ini, target PAD triwulan II tentu tidak akan tercapai karena pajak hotel, restoran, dan tempat hiburan sudah digratiskan selama dua bulan April dan Mei. Belum lagi PAD dari seluruh sektor terganggu akibat Covid-19,” sambung Al Amin.

Terganggunya target PAD Kota Padang tahun 2020 lantaran hampir semua sektor penghasil pendapatan daerah terdampak Covid-19, di antaranya sektor pariwisata, perhubungan, perdagangan, dan lain-lain.

“Misalnya di Dinas Pariwisita, tempat pariwisata tutup, padahal hampir 100 persen PAD Kota Padang berasal dari sektor pariwisata. Kemudian retribusi-retribusi lainnya seperti parkir yang merupakan salah satu PAD Dinas Perhubungan. Begitu juga dengan Dinas Perdagangan, retribusi pasar terganggu karena banyak masyarakat yang tidak ke pasar, para pedagang tidak berjualan. Kalau di Bapenda hampir seluruhnya 11 jenis pajak terganggu,” ucapnya.

Al Amin mengakui dengan kondisi wabah pandemi Covid-19 saat ini, pihaknya belum bisa memastikan apakah target PAD Kota Padang tahun 2020 Rp 881 miliar itu bisa tercapai.

“Kalau dengan kondisi seperti ini, gimana saya mau menjawabnya. Kita berharap Covid-19 ini cepat berlalu. Sehingga bisa kita pacu kembali, kawan-kawan terjun ke lapangan, kemudian pelaku usaha bisa kembali membuka usahanya,” tuturnya.

Menyikapi hal demikian, Al Amin menyatakan pihaknya akan mengusulkan revisi target PAD Kota Padang kepada TAPD.

“Sudah kami sampaikan kepada tim TAPD, Karena tidak mungkin dengan target yang besar seperti itu bisa tercapai sementara keadaan seperti ini. Setelah dilakukan evaluasi, kami sudah sampaikan kepada TAPD apa-apa saja yang perlu direvisi. Bagaimana keputusannya nanti akan disepakati bersama DPRD,” tukas Al Amin. (*)