Pasokan Mulai Lancar, Harga Gula Pasir Mulai Turun

Seorang kuli panggul mengangkut gula pasir di salah satu distributor di Bandarolo, Rabu (15/4). Para distributor menyebutkan harga gula pasir sudah turun. (Randi - Padek)

Harga gula pasir yang dijual pihak distributor di Kota Padang sudah mulai turun dibanding pekan lalu. Penurunan harga tersebut seiring normalnya pasokan yang didatangkan dari daerah pemasok.

Salah satu distributor, Iim Dallinur dari PT ESHA Jalan Bandaolo No 49 Padang mengatakan, saat ini stok gula pasir aman dan lancar.

Hargapun juga mulai turun dari Rp 900 ribu per karung (isi 50 kilogram) menjadi Rp 825 ribu hingga Rp 880 ribu per karungnya. “Jika dibandingkan dengan sebelum wabah Covid-19 ini, harga gula pasir memang masih tinggi,” ungkapnya.

Menurutnya, sebelum wabah Covid-19, harga gula pasir di tingkat distributor di Kota Padang Rp 700 ribu per karungnya.

Kenaikan harga gula pasir karena kekurangan pasokan dari Bandar Lampung tempat perusahaannya biasa membeli gula tersebut. “Biasanya saya mengambil gula dari daerah Lampung, sekitar sebulan yang lalu, stok gula di Lampung kosong dan kami terpaksa mengambil dari Jakarta,” katanya.

Dengan jarak yang semakin jauh dan modal yang cukup tinggi, membuat harga jual gula pasir di Kota Padang semakin tinggi kenaikannya. “Sekitar dua pekan kami mengambil gula dari daerah Jakarta. Saat ini, stok sudah kembali stabil di daerah Lampung dan harga modal juga sudah berkurang,” tuturnya.

Dikatakannya, stok yang dimilikinya saat ini masih cukup untuk memenuhi kebutuhan pelanggan hingga beberapa pekan ke depan. “Alhamdulillah, untuk stok gula pasir saat ini sudah aman dan pasokan dari daerah Lampung juga sudah terus dikirim ke sini,” imbuhnya.

Selain itu, katanya, harga dan stok pangan lainnya seperti beras dan minyak goreng juga lancar dan aman. “Ya, masih aman. Untuk harga beras berkisar antara Rp 9-11 ribu per kilogram. Saat ini stok beras mencapai 218 ton yang nantinya akan didistribusikan ke daerah Bukittinggi, Payakumbuh, Pesisir Selatan, Solok dan Pariaman,” paparnya.

Di samping itu, harga minyak goreng juga masih berada di titik normal. “Masih normal, harga minyak goreng kemasan Rp 135 ribu per dusnya,” tuturnya.

Hal senada juga diutarakan distributor lainnya, Benny Arief. Dia mengaku harga gula pasir sejak dua pekan terakhir sudah mengalami penurunan. “Saat ini gula pasir putih premium merk GPM dijual Rp 870 ribu per karung, biasanya di kisaran Rp 950 ribu,” ujar owner UD Wira Teguh tersebut.

Untuk stok sejauh ini masih aman dan lancar. “Cuma saat ini penjualan berkurang karena pandemi Covid-19 ini. Kisarannya mencapai 30-40 persen dari hari biasanya. Saya berharap keadaan bisa kembali pulih supaya jual beli kembali lancar,” tukasnya. (*)