Penutupan Objek Wisata Diperpanjang Sampai 29 Mei 2020

Pemko Padang melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Padang resmi memperpanjang masa penutupan sementara tempat wisata dan industri pariwisata di Kota Padang.

Keputusan tersebut menindaklanjuti instruksi Wali Kota Padang tentang perpanjangan pertama status tanggap darurat bencana virus korona (Covid-19) selama 44 hari mulai 16 April sampai 29 Mei 2020.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Padang, Arfian kepada Padang Ekspres Rabu (15/4) mengatakan, tempat-tempat wisata yang diperpanjang penutupannya yakni objek wisata Pantai Airmanis dan Gunung Padang.

“Sebelumnya dua objek wisata itu kita tutup sementara sejak 20 Maret sampai 1 April 2020 dan kemudian diperpanjang sampai tanggal 15 April ini,” ujarnya.

Setelah itu, Pemko Padang memperpanjang lagi penutupan tempat wisata tersebut yang dimulai dari 16-29 Mei 2020 sesuai dengan perpanjangan pertama status tanggap darurat bencana Covid-19.

Lebih lanjut dikatakan, selain tempat wisata, industri pariwisata juga mengalami perpanjangan penutupan sementara dan disesuaikan dengan instruksi Wali Kota Padang.

“Sebelumnya industri pariwisata seperti hotel, kafe, rumah makan, dan lainnya sudah ditutup sementara dari tanggal Maret sampai dengan 15 April 2020,” tukasnya.

Penutupan sementara objek wisata dan industri pariwisata bertujuan untuk mengantisipasi terjadinya keramaian di tempat-tempat tersebut sehingga upaya Pemko Padang dalam memutus rantai penularan Covid-19 menjadi sia-sia.

Kemudian, Arfian menuturkan pihaknya telah melakukan sosialisasi dan koordinasi dengan pemilik industri pariwisata tentang perpanjangan penutupan sementara industri pariwisata sampai tanggal 29 Mei 2020.

“Secara umum, pemilik industri pariwisata setuju dengan penutupan sementara usaha mereka, karena mereka juga takut jika tempat usaha mereka menjadi pusat penyebaran Covid-19 bila tetap dibuka,” ujarnya.

Kemudian, untuk kepastian apakah penutupan sementara objek dan industri pariwisata terus berlanjut atau tidak, Arfian menjelaskan hal itu tergantung kondisi dan instruksi Wali Kota Padang dalam penanganan Covid-19. (*)