Antusias Warga Divaksin Tinggi, Petugas Vaksinasi Kurang

10
DIBATASI: Petugas kesehatan Puskesmas Alai melaksanakan memberikan suntik vaksin kepada seorang warga, Kamis, (15/7).(SY RIDWAN/PADEK)

Dinas Kesehatan Kota Padang mencatat, 126 ribu atau 18 persen masyarakat di Kota Padang telah divaksin. Pelaksanaan vaksinasi terus digenjot di puskesmas dan sentra vaksinasi.

Koordinator Tim Gerak Cepat Penanganan Covid-19 Puskesmas Andalas dr Pratiwi mengatakan, dari awal pelaksanaan vaksinasi Januari lalu hingga kini sudah 10.000 orang telah divaksin di Puskesmas Andalas.

Mulai dari tenaga kesehatan, lanjut usia, pelayan publik, hingga remaja berusia 12-17 tahun. “Termasuk ibu hamil, ibu menyusui, serta masyarakat umum di atas 18 tahun,” katanya kepada Padang Ekspres Kamis (15/7).

Dia menambahkan, selama dua minggu belakangan pihaknya juga membuka pelayanan vaksinasi di kelurahan dan bisa turun di dua atau tiga lokasi. Hal ini menunjukkan hasil positif, rata-rata 500 orang divaksin per hari.


“Rata-rata segitu, di kelurahan itu sekitar 150 orang sampai 200 orang. Nah, di puskesmas juga segitu. Lalu kadang ada tempat lain, seperti tadi kita buka di Masjid Mubaroq juga ada pelayanan sekitar 150 orang,” sebutnya.

Kemudian, di Puskesmas Parak Karakah yang baru, pihaknya juga membuka pelayanan setiap Senin dan Rabu untuk mengakomodir warga di Parak Karakah, Marapalam, sama Parak Gadang Timur. “Jadi rata-rata kecepatan vaksinasi sampai 500 per hari,” sambung Pratiwi.

Namun demikian, pihaknya akan terus menggenjot pelayanan vaksinasi. Pasalnya, menurut Pratiwi, saat ini masyarakat tengah bersemangat dan antusias mengikuti vaksinasi untuk keperluan administrasi dan keperluan lain.

“Jadi kita bergegas juga, meskipun akhirnya tim itu turun semua dan itu tiap hari gitu. Tapi memang ada beberapa kendala, seperti kita kekurangan tim dan perlu penambahan tim, trus manajemen dari tim,” ungkapnya.

Selain itu, terkendala permasalahan membeludaknya masyarakat yang mendaftar untuk mengikuti vaksinasi lewat link form. Bisa sampai 300 orang per hari, sementara tim terbatas.

“Jadi kita lagi berupaya membatasi kuota itu sekitar 150 sampai 200 orang sehari. Tapi solusinya nanti kita buka di beberapa tempat sehingga ngga membeludak di Puskesmas aja,” ujar Pratiwi.

Baca Juga:  Padang Sembelih 7.580 Hewan Kurban, Ditemukan Cacing di Hati 10 Sapi

Senada disampaikan Kepala Puskesmas Seberang Padang dr Desi Susanti. Dia mengatakan, sebanyak 7.000 orang tenaga kesehatan, lanjut usia, pelayan publik, usia produktif, dan masyarakat umum berusia 12 tahun ke atas telah divaksin di Puskesmas Seberang Padang.

“Untuk usia 12 tahun ke bawah memang masih belum, karena belum ada instruksi dari Kementerian Kesehatan. Arahan dari Kementerian harus 12 tahun ke atas,” terangnya.
Dia menambahkan, pelayanan vaksinasi ini akan terus ditingkatkan dengan membuka pelayanan vaksinasi setiap hari.  Untuk Kamis kemarin, sebutnya, sudah 300 orang masyarakat divaksin.

“Sejak Juli ini kan mulai dilakukan vaksin untuk masyarakat umum, terus animo masyarakat untuk vaksin meningkat karena butuh untuk syarat perjalanan sejak diberlakukan PPKM darurat ini. Jadi tiap hari rata-rata 300 orang per hari,” paparnya.

Desi menyampaikan, ada beberapa kendala yang dialami selama proses vaksinasi. Salah satunya keluhan masyarakat terkait antrean saat akan melakukan vaksinasi. “Karena masyarakat yang berkunjung ke Puskesmas kan tidak hanya yang vaksin kan, tapi juga yang ada keperluan lain jadi tetap aja antrean jadi persoalan. Masyarakat itu datangnya bergerombol. Tapi keluhan pascavaksinasi tidak ada, palingan hanya ngantuk,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Padang Ferimulyani Hamid mengatakan, hingga saat ini 126 ribu orang atau 18 persen masyarakat telah divaksin di Kota Padang.

“Rata-rata per hari kita vaksin 5 ribu lebih. Ini terus kita genjot ke depan. Selain di 23 puskesmas, pelayanan juga dilakukan di sentra-sentra vaksin yang berganti setiap hari,” ujarnya.

Dia mengaku, tidak ada kendala selama proses pelaksanaan vaksinasi. Sementara untuk ketersediaan dosis vaksin, ujar Ferimulyani, untuk sementara ini cukup.
“Vaksin itu kan nggak sekaligus datang, nah untuk sampai saat sekarang ini cukup. Sampai besok (hari ini, red) juga cukup,” kata Ferimulyani. (idr)