Disdukcapil Berlakukan Layanan Online

5
URUS DOKUMEN: Seorang warga mengurus dokumen kependudukan di Disdukcapil Kota Padang, kemarin (15/7).(RANDI/PADEK)

Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Padang menerapkan layanan administrasi kependudukan (adminduk) secara online, menyusul ditetapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Kota Padang.

Sekretaris Disdukcapil Kota Padang, Heni Puspita Bustani kepada Padang Ekspres, kemarin (15/7) mengatakan, layanan adminduk ini bisa diakses melalui website online disdukcapil.padang.go.id.

“Ya, setelah ditetapkannya PPKM Darurat di Kota Padang, sistem pelayanan adminduk dilakukan secara online. Masyarakat bisa mengurusnya melalui website yang telah ditentukan Disdukcapil,” katanya.

Heni menjelaskan, saat ini masyarakat yang datang ke Disdukcapil hanya yang belum paham menggunakan layanan publik berbasis online tersebut. “Masyarakat yang datang hanya yang keterbatasan informasi untuk mengonlinekan, karena tidak mengerti. Kalau mengerti mereka bisa mengakses layanan di rumah masing-masing, tidak perlu ke sini lagi,” ungkapnya.


Di samping itu, kata dia, Disdukcapil juga melakukan penyesuaian jadwal pelayanan dokumen kependudukan. Kebijakan ini diambil sebagai langkah menghindari kerumunan masyarakat agar terhindar dari penularan Covid-19.

“Jadi pelayanan dokumen kependudukan di Disdukcapil kita buka setengah hari, mulai pukul 08.00 hingga 12.00, kita pangkas jamnya. Kalau biasanya dari pukul 08.00 sampai 16.00,” terangnya.

Kendati demikian, Heni juga menyarankan kepada masyarakat agar tetap memerhatikan protokol kesehatan (prokes) secara ketat jika melakukan pelayanan di Disdukcapil.

“Jika masyarakat yang mau mengurus dokumen kependudukan yang sifatnya urgent (mendesak) mereka diminta untuk mematuhi prokes yang ketat seperti memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dan tidak boleh berkerumun,” bebernya.

Namun begitu, lanjut Heni, masyarakat yang ingin datang ke Disdukcapil tak dibatasi jumlahnya. Sebab melihat banyaknya pendaftaran, baik sekolah, pekerjaan dan pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), maupun Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang mulai dibuka.

Baca Juga:  UNP Miliki 28 Kelas Internasional

“Kalau ke sini, mereka disarankan cara dan ketentuan dalam membuat dokumen kependudukan. Kecuali kalau e-KTP, masyarakat harus ke Disdukcapil mengurus onlinenya,” tandas Heni.

Disdukcapil Terapkan TTE

Mulai saat ini dalam mengurus dokumen adminduk makin dipermudah di Disdukcapil Kota Padang. Masyarakat tidak perlu lagi menunggu lama hanya untuk mengurus kartu keluarga (KK), akta kelahiran dan surat lain-lainnya.

Sebab, Disdukcapil Kota Padang telah memberlakukan tanda tangan elektronik (TTE). Pemberlakukan TTE tersebut sesuai instruksi Ditjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Dengan TTE ini, tanda tangan pejabat berwenang dicetak secara digital.

“Penerapan TTE ini dilakukan Disdukcapil Kota Padang sebagai bentuk peningkatan pelayanan prima kepada masyarakat. TTE dibuat dalam bentuk barcode, pada barcode itu keabsahan KK, akta kelahiran dan surat-surat lain bisa diverifikasi sehingga waktu pelayanan akan banyak terpangkas,” kata Heni.

Sistem TTE ini diklaim akan sangat membantu masyarakat yang mau mengurus adminduk. Soalnya, selama ini banyak keluhan dari masyarakat tentang pengurusan adminduk yang memakan waktu lama.

“Rata-rata penyebabnya karena harus menunggu tanda tangan pejabat berwenang yang sedang DL (dinas luar, red). Jadi dengan TTE ini tidak akan memperlambat proses pelayanan kepada masyarakat lagi,” jelasnya.

Ia berharap dengan penerapan TTE ini masyarakat bisa proaktif mengurus dokumen adminduk. Karena semua adminduk itu akan dibutuhkan masyarakat hampir di semua pelayanan pemerintah karena menjadi salah satu syarat penting.

“Kebijakan-kebijakan yang telah dilakukan tersebut tentunya dalam rangka memudahkan dalam pengurusan administrasi kependudukan di Disdukcapil Kota Padang,” pungkasnya. (ran)