Ridonal: Stok Minyak Goreng di Sumbar Aman. Ini Kenyataannya di Lapangan..

36
Ilustrasi kelangkaan migor.(NET)

Ketersediaan minyak goreng di Sumatera Barat dipastikan aman. Terkait Harga Eceran Tertinggi (HET), Pemprov Sumbar mengacu pada Permendagri No. 06 Tahun 2022, minyak goreng curah Rp11.500/liter, kemasan sederhana Rp13.500/ liter, kemasan premium Rp 14.000/liter.

Hal tersebut diutarakan Kabid Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumbar, Ridonal SE MSi, pada acara High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di Aula Lantai III Balai Kota Padangpanjang, Rabu (16/3/2022).

“Kita ketersediaan ada.  Alhamdulillah, Incasi Raya produsen juga pemasok kebutuhan Sumatera Barat. Sebanyak 70% kebutuhan Sumbar dipasok oleh Incasi,” katanya.

Adapun kebutuhan minyak goreng di Sumbar, sebut Ridonal, sebanyak 6,66 juta liter atau 5.841 ton/bulan. Pemerintah kabupaten/kota di Sumbar diminta untuk mengirimkan data kebutuhannya ke provinsi.

“Sebanyak 70% kebutuhan minyak dipasok dari Incasi Raya. Sisanya, 30% ada dari PT Musim Mas, Wilmar, kemudian PT SMART,” katanya

Dikatakan Ridonal, upaya stabilitas minyak goreng, Disperindag Provinsi telah melakukan operasi pasar murah dengan melibatkan produsen Incasi Raya dan distributor lainnya. Pihaknya juga melakukan pemantauan berkala dan rapat koordinasi.

Baca Juga:  Berkas Kasus Dugaan Korupsi KONI Dilimpahkan ke JPU

Terbaru, lanjut Ridonal, di Sumbar digandeng dua perusahaan besar PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) Member of ID Food dan PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI).

Hari Ini di Warung Migor Dijual Rp24 Ribu/Liter

Namun kenyataan di masyarakat hari ini, Kamis (17/3/2022), harga minyak goreng kemasan melambung tinggi menjadi Rp24.000 per 1 liter, dan Rp48.000 per 2 liter.

“Saya terkejut harganya kok segitu tingginya, empat hari lalu saya masih membeli di warung Rp14.000 seliter, hari ini migor saya habis, ternyata harganya Rp24 ribu. Kata ibu warung, harga di grosir sudah naik, dan dia cuma bisa membeli 1 karton di grosir langganannya, itupun harus bawa fotokopi KK,” ujar Yuni (40), warga Kompleks Permata Surau Gadang, Kecamatan Nanggalo, Kota Padang.

Vera (45) yang juga berbelanja di warung tersebut, menyatakan kekhawatirannya. “Belum masuk Ramadan, sudah susah dan mahal harga minyak goreng. Jangan-jangan di bulan Ramadan makin langka dan bertambah mahal,” katanya. (*)