Tiga Kecamatan Belum Terpapar Covid-19

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Padang, Gentina memaparkan perkembangan kasus Covid-19 di Kota Padang, kemarin (16/4). (IST)

Saat ini dari 11 kecamatan di Kota Padang, hanya 3 kecamatan yang belum ditemukan pasien positif Covid-19. Sisanya 8 kecamatan sudah terpapar Covid-19 dan Kecamatan Padang Timur merupakan kecamatan tertinggi ditemukan kasus positif Covid-19 dengan 13 kasus.

Hal itu diungkapkan Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Padang, Gentina, kemarin (16/4).
Gentina menyebut, tiga kecamatan yang belum ditemukan kasus positif Covid-19 itu yakni Kecamatan Nanggalo, Padang Selatan dan Bungus Teluk Kabung (Bungtekab).

“Ya, dari 11 kecamatan di Kota Padang, terdapat tiga kecamatan yang sampai saat ini belum ditemukan pasien positif Covid-19. Kita berharap, tiga kecamatan ini bisa terhindar dari wabah Covid-19,” ujarnya.

Dia menjelaskan, tingginya kasus Covid-19 di Kota Padang tidak terlepas dari masih kurangnya kesadaran masyarakat dalam mematuhi imbauan yang dikeluarkan pemerintah. Kesadaran masyarakat inilah yang sangat dibutuhkan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

“Jika kita patuh dan taat menjalankan imbauan pemerintah, insya Allah kita bisa terbebas dari wabah Covid-19,” ungkapnya.

Sementara itu, untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 di Kecamatan Nanggalo, Camat Nanggalo, Fuji Astomi mengatakan, berbagai upaya telah dilakukan Kecamatan Nanggalo dalam mengantisipasi masuknya Covid-19 di daerah tersebut.

“Kita melihat berdasarkan peta penyebaran virus Covid-19 di Kota Padang, Kecamatan Nanggalo dikepung oleh kecamatan yang telah ditemukan kasus positif Covid-19. Untuk itu kami terus gencar mengantisipasi masuknya Covid-19,” ujarnya.

Upaya yang telah dan sedang dilakukan oleh Kecamatan Nanggalo meliputi meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat tentang kondisi pandemi Covid-19.

Kemudian, dalam sosialisasi tersebut pihaknya memberikan pemahaman kepada masyarakat bagaimana mereka bisa melakukan pencegahan secara dini dan mandiri sesuai dengan imbauan atau instruksi yang telah disampaikan Pemko Padang.

“Lalu, kami memaksimalkan peran RT dan RW untuk mengawasi dan menginformasikan terkait warga mereka yang baru saja pulang dari luar daerah dan merupakan daerah terjangkit Covid-19,” ungkapnya.

Fuji mengungkapkan, informasi atau laporan dari RT dan RW itu akan dikoordinasikan dengan puskesmas untuk dilakukan pemantauan seperti pengecekan kondisi kesehatan dari warga tersebut.

Ia menambahkan, pihaknya juga menginstruksikan kepada setiap RT dan RW untuk memaksimalkan dan membentuk secara mandiri RT dan RW siaga di seluruh kelurahan di Kecamatan Nanggalo.

“Di beberapa RT dan RW sudah dijalankan program RT dan RW siaga ini. Ini berarti sudah ada kesadaran masyarakat untuk berpartisipasi melaporkan setiap kedatangan warga dari RT atau RW setempat,” tukasnya.

Lebih lanjut Fuji mengatakan, untuk memonitor perkembangan antisipasi Covid-19 di Kecamatan Nanggalo, pihaknya juga memanfaatkan aplikasi WhatsApp untuk melihat laporan setiap RT, RW, dan kelurahan yang berada di Kecamatan Nanggalo.

“Di dalam grup WhatsApp tersebut berisi instansi-instansi terkait yang berhubungan dengan penanganan Covid-19 di Kecamatan Nanggalo,” tuturnya.

Kemudian seluruh kegiatan tersebut akan disatukan dalam satu kesatuan yakni dibawah koordinasi satuan tugas pencegahan dan penanganan wabah Covid-19 Kecamatan Nanggalo.

“Posko satuan tugas tersebut ada di kecamatan dan setiap kelurahan di Nanggalo. Seluruh laporan dan informasi terkait update informasi virus Covid-19 bisa dilihat di sana,” ujarnya.

Pihak Kecamatan Nanggalo pun tidak henti-hentinya mengimbau kepada masyarakat untuk memakai masker setiap ingin keluar rumah dan menghindari pusat-pusat keramaian supaya memutus rantai penularan Covid-19.

“Untuk mengimbau masyarakat ini kita berkoordinasi dengan seluruh unsur Forkopimka seperti Polsek Nanggalo, Koramil untuk bergerak bersama mengimbau masyarakat,” jelasnya.

Fuji mengatakan, sejauh ini sinergi antara seluruh Forkopimka Nanggalo sangat baik sehingga mudah-mudahan penyebaran Covid-19 bisa diatasi dengan maksimal.

Hal serupa juga dilakukan di Kecamatan Padang Selatan yang saat ini berdasarkan data dari Dinkes Kota Padang pada website dinkes.padang.go.id belum ditemukan kasus pasien positif Covid-19.

Camat Padang Selatan, Teddy Antonius mengatakan, pihaknya terus mengajak masyarakat di Kecamatan Padang Selatan untuk peduli dan patuh terhadap imbauan Pemko Padang dalam penanganan dan pencegahan Covid-19.

Imbauan-imbauan yang dilakukan pihaknya yaitu keluar rumah harus memakai masker, hindari pusat-pusat keramaian, dan sering mencuci tangan setelah melakukan aktivitas terutama di luar rumah.

Teddy menyampaikan, pihaknya juga meminta kepada setiap pengelola atau pengurus tempat ibadah untuk melakukan sosialisasi kepada jemaah mereka untuk sementara melakukan ibadah di rumah masing-masing.

“Seperti shalat berjamaah di masjid untuk shalat dulu di rumah selama pandemic Covid-19 ini,” ungkapnya.

Di samping itu, Teddy mengatakan, di Kecamatan Padang Selatan juga banyak berada industri-industri pariwisata seperti kafe, rumah makan, tempat hiburan lainnya dan destinasi wisata, pihaknya telah berkoordinasi dengan pemilik industri pariwisata untuk menutup sementara usaha mereka.

“Kan juga sudah ada instruksi dari Wali Kota Padang tentang perpanjangan tanggap darurat bencana Covid-19 di Kota Padang sampai tanggal 29 Mei 2020,” jelasnya.

Untuk membantu Pemko Padang dalam penanganan Covid-19 di Kota Padang, Kecamatan Padang Selatan juga telah melakukan pergeseran atau pengalihan anggaran kegiatan yang berada di Kecamatan Padang Selatan.

Teddy mengungkapkan, Kecamatan Padang Selatan telah melakukan pergeseran anggaran sekitar Rp 6 miliar dalam dua tahapan. Pada pergeseran anggaran tahap pertama lebih dari Rp 800 juta dan tahap dua lebih dari Rp 5 miliar.

Sementara itu, Kecamatan Padang Timur terus melakukan upaya antisipasi dan pencegahan virus Covid-19 agar tidak menyebar dan menambah angka pasien positif Covid-19 di Kota Padang.

Camat Padang Timur, Ances Kurniawan kepada menyampaikan, saat ini ada sebanyak 13 pasien positif Covid-19 di Kota Padang yang berasal dari Kecamatan Padang Timur.

Dengan jumlah pasien positif tersebut, Kecamatan Padang Timur merupakan kecamatan dengan angka tertinggi penularan Covid-19 di Kota Padang dan masuk dalam zona merah.

Ances menyebutkan, berbagai upaya terus dilakukan oleh Kecamatan Padang Timur untuk memutus rantai penularan Covid-19.
“Salah satu yang kita lakukan saat ini adalah setiap RT dan RW di Kecamatan Padang Timur telah membatasi kunjungan orang yang akan masuk ke tempat mereka masing-masing,” jelasnya.

Hal tersebut dilakukan di setiap pintu masuk RT, RW maupun kompleks perumahan yang berada di Kecamatan Padang Timur. “Di pintu masuk tersebut sudah ditempatkan warga yang akan mengawasi setiap orang yang masuk ke tempat mereka,” ungkapnya.

Selain itu Ances menuturkan, setiap RT dan RW di Kecamatan Padang Timur juga diimbau untuk memasang spanduk di setiap pintu masuk kompleks mereka yang bertuliskan imbau kepada masyarakat akan bahaya dari penularan virus Covid-19.

“Karena seperti yang kita ketahui, RT dan RW juga merupakan garda terdepan dalam memerangi virus Covid-19 di daerah mereka masing-masing,” tukasnya. (*)