Sembilan Negara Ambil Bagian dalam ICAPFS II Faterna

20

Sempat tertunda akibat merebaknya pandemi Covid-19, Fakultas Peternakan (Faterna) Unand kembali menggelar International Conference on Animal Production for Food Sustainability (ICAPFS II) 2021.

Antuasias peserta terlihat dalam seminar internasional yang dihelat menggunakan platform Zoom video conferencing di ruang rapat senat Fakultas Peternakan Unand, kemarin (16/6). Tak hanya dalam negeri, juga peserta asal delapan negara.

Berdasar laporan panitia, tercatat jumlah peserta mencapai 218 orang dan artikel 172 buah. Sedangkan asal peserta selain Indonesia, juga Malaysia, Jepang, Taiwan, Nigeria, Ghana, Belanda, Timor Leste, dan New Zealand. Untuk tahun ini, ICAPFS mengambil tema ”The Future Challenges and Strategy for Animal Production and Agroechotechnology”.

Wakil Dekan I Dr Rusfidra SPt MP menyebut, kegiatan ini merupakan seminar internasional kedua dilakukan Faterna Unand setelah sebelumnya dilaksanakan 2018 secara offline di Unand, Padang.


“Tahun ini, 2nd ICAPFS dilaksanakan secara online atas kerja sama antara Universitas Andalas dengan Universitas Udayana Bali. Serta, didukung panitia pelaksana dari beberapa perguruan tinggi di Indonesia. Di antaranya, Universitas Nusa Cendana, Universitas Mulawarman, Universitas Hasanuddin, Universitas Halulaleo, and Universitas Musamus Merauke,” ujar dia.

Ketua Panitia, Prof Dr Ir James Hellyward MS IPU ASEAN Eng dari Unand didampingi Wakil Ketua Dr drh I Gusti Agung Arta Putra MSi dari Udayana berharap, bergabungnya beberapa perguruan tinggi dalam penyelenggaraan semintar internasional ini dapat membuat pelaksanaan ICAPS II ini lebih besar dan lebih baik lagi. Juga, dapat memberikan sumbangan informasi tentang perkembangan ilmu pengetahuan yang ter-update dalam mendukung pertumbuhan industri peternakan.

Baca Juga:  PPKM Level IV Diperpanjang, Bansos Mulai Disalurkan

”Ini juga bagian dari upaya kita untuk mempresentasikan Unand umumnya dan Fakultas Peternakan khususnya ke dunia internasional. Selama ini kita sudah sering mengikuti seminar internasional, cuma saja terkadang tidak bidang kita. Kita sengaja berkolaborasi dengan sejumlah perguruan tinggi, guna menghasilkan sesuatu yang lebih maksimal,” terang dia.

Menurut James, internasional seminar ini menghadirkan keynote speakers dari Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian, sera delapan orang invited spekers, yaitu: Prof Yimin Cai dari National Institute of Livestock and Grassiand Science Nasushiobora, Tsukuba, Prof Nurul Huda dari University Malaysia Sabah, Prof Dr Ir Asdi Agustar MSc dari Unand.

Lalu, Budwi Brontosantoso dari PT Fonterra-Dairy Life, Dr Frederick Adzitey dari University for Development Studies Tamala, Ghana, Prof Dr Ir Lellah Rahim MSc dari Unhas, Prof Dr Ir H (Henk) Hogaveen dari Wageningen University & Research, The Netherland, Prof Nicolas Lopez-Villalobos dari Massey University, New Zealand.

Keynote dan invited speakres ini tampil pada sesi general assembly yang berlangsung kurang lebih tiga jam. Kemudian, dilanjutkan dengan parallel session diikuti oleh 170 pemakalah terbagi menjadi 12 kelas virtual. Makalah dikelompokkan ke dalam bidang ilmu, yaitu: (1) Produksi Ternak; (2) Nutrisi dan Makanan Ternak; (3) Teknologi Hasil Ternak; dan (4) Sosial Ekonomi Peternakan. Internasional seminar ini disiarkan juga secara live oleh Faterna (Unand) TV dan UdayanaTV. (rdo)