Ditanya Dampak PPKM Darurat, Wako Padang: Jawaban PKL Menyedihkan…

106

Saat menyerahkan bantuan beras bagi warga terdampak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Kota Padang, Wali Kota Padang Hendri Septa sempat bertanya ke sejumlah pelaku usaha.

Umumnya berharap agar PPKM Darurat di Kota Padang tidak diperpanjang karena sangat berpengaruh terhadap aktivitas sehari-hari dan perekonomian.

Sebagaimana diketahui, Kota Padang menerapkan PPKM Darurat guna mengendalikan pandemi Covid-19 mulai 12 Juli sampai dengan 20 Juli 2021.

Selama PPKM Darurat diterapkan sejumlah aturan diberlakukan, termasuk pembatasan jam berjualan bagi pelaku usaha dibatasi hingga pukul 20.00 WIB.


Kebijakan ini pun diambil berdasarkan adanya Instruksi Mendagri No.20 Tahun 2021 tentang Perubahan Instruksi Mendagri No.17 Tahun 2021 tentang Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Berbasis Mikro dan Mengoptimalkan Posko Penanganan Covid-19.

Hendri Septa mengatakan, selain menyerahkan bantuan ia juga ingin memastikan kondisi masyarakat termasuk para pelaku usaha saat pemberlakuan PPKM Darurat saat ini.

“Setelah kita tanya kepada para PKL (pedagang kaki lima, red), jawaban mereka cukup menyedihkan. Untuk itu kita sangat berharap semoga PPKM ini tidak diperpanjang dan wabah Covid-19 ini dapat tertangani secara baik,” imbuhnya, Jumat malam (16/7/2021).

Baca Juga:  Tinggal di Kedai Reot,¬†Andre Rosiade Bantu Ibu Empat Anak

Selanjutnya wali kota yang juga Ketua DPD PAN Padang ini mengungkapkan, terkait bantuan beras pihaknya telah menerima bantuan sebanyak 26 ton beras.

“Beras tersebut kita paketkan menjadi 10 kg per paketnya. Jadi ada 2.600 paket yang kita bagikan se-Kota Padang. Insya Allah bantuan ini kita serahkan kepada warga yang paling terdampak diantaranya PKL, pedagang asongan, warga kurang mampu dan sejenisnya. Semoga upaya ini dapat meringankan beban bagi warga Kota Padang,” harapnya.(rel)