Pelayanan Kartu AK1 Ditutup Sementara

ilustrasi. (jawapos.com)

Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerin) Kota Padang menutup sementara pelayanan kartu pencari kerja (AK1) dan konsultasi hubungan Industri, Rabu (16/9).
Informasi yang dihimpun Padang Ekspres, penutupan sementara pelayanan AK1 dan konsultasi hubungan Industri itu dilakukan sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19 lantaran seorang pegawai Disnaker Kota Padang dinyatakan positif Covid-19 beberapa hari yang lalu.

Pantauan Padang Ekspres, ruangan tempat pelayanan AK1 dan konsultasi hubungan Industri terlihat ditutup. Kemudian, di pintu masuk terpasang kertas pengumuman yang bertuliskan pelayanan ditutup sementara sampai batas waktu yang belum ditentukan.

Kepala Disnakerin Kota Padang, Yunisman kepada Padang Ekspres membenarkan, pelayanan AK1 dan konsultasi hubungan Industri di Kantor Disnakerin Kota Padang ditutup sementara waktu sampai batas waktu yang belum ditentukan.

Alasan ditutupnya pelayanan AK1 dan konsultasi Hubungan Industri itu dikarenakan para pegawai yang melayani pelayanan tersebut tengah melakukan isolasi mandiri. “Kebetulan di kantor kami ada seorang pegawai dinyatakan positif Covid-19 beberapa hari yang lalu. Maka untuk mencegah penyebaran, maka kami putuskan untuk menutup sementara pelayanan AK1 dan konsultasi hubungan Industri,” jelasnya.

Selain itu Yunisman menyebutkan, sebagian pegawai juga telah melakukan tes swab mulut dan tenggorokan sebagai langkah tracing dan testing pascaditemukannya hasil positif Covid-19 di lingkungan Disnakerin. “Tes swab sudah dilakukan, nah saat ini sedang menunggu hasil pemeriksaan yang diperkirakan akan keluar beberapa hari ke depan,” ungkapnya.

Lebih lanjut Yunisman menyampaikan, jika hasil swab para pegawai dinyatakan negatif Covid-19, maka pelayanan AK1 dan konsultasi Hubungan Industri akan segera dibuka kembali bagi masyarakat Kota Padang.

Penutupan sementara hanya dilakukan pada pelayanan AK1 dan konsultasi hubungan Industri. Pelayanan lainnya tetap dibuka seperti biasanya sehingga masyarakat tetap bisa datang ke kantor Disnakerin Kota Padang. “Namun kami memperketat penerapan protokol kesehatan dimana setiap orang yang datang atau ada keperluan, maka mereka wajib memakai masker,” tukasnya.

Selain itu, Disnakerin Kota Padang juga sudah menyediakan tempat cuci tangan bagi setiap pengunjung. Jadi masyarakat yang ingin masuk ke dalam kantor Disnakerin Kota Padang, wajib mencuci tangan terlebih dahulu.

Kemudian bagi masyarakat yang saat ini ingin mengurus AK1 atau kartu pencari kerja dan konsultasi hubungan Industri, maka mereka tetap bisa mengurus secara online di website Disnakerin Kota Padang.

“Jadi masyarakat tetap bisa mengurus keperluan mereka khususnya untuk AK1 dan konsultasi hubungan Industri secara online di website disnakerin.padang.go.id,” sebutnya.
Positif Covid-19

Bertambah 27 Kasus
Sementara itu, Dinas Kesehatan Kota Padang kembali mengonfirmasi tambahan kasus positif Covid-19 sebanyak 27 kasus. Ke-27 kasus positif Covid-19 itu tersebar sejumlah kelurahan yakni di Kelurahan Jati, Kubu Dalam Parakkarakah, Ampang dan Pagambiran ditemukan masing-masing 2 kasus positif Covid-19.

Baca Juga:  Pulau Pisang Gadang Alternatif Tempat Karantina

Kemudian 1 kasus positif Covid-19 di Kelurahan Kampung Lapai, Cupaktangah, Piai Tangah, Pisang, Bandarbuat, Cengkeh, Kampung Jua, Paraklaweh, Batuangtaba, Lubeg, Koronggadang, Lubuklintah, Anduring, Kuranji, Lubuk Minturun, Bungopasang, Lolongbelanti, Ganting Parakgadang, dan Andalas.

Dengan penambahan 27 kasus positif Covid-19, maka total kasus di Kota Padang berjumlah 1.850 kasus. “Namun dari 1.850 kasus positif Covid-19, kasus yang masih aktif tercatat ada 611 kasus,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Padang Ferimulyani, kemarin.

Dari 611 kasus aktif itu, terdiri dari 207 kasus pasien bergejala, dimana 116 pasien melakukan isolasi mandiri dan 91 pasien dirawat di sejumlah rumah sakit di Kota Padang.
“Selanjutnya ada juga 404 kasus pasien tanpa gejala dimana terdiri dari 368 pasien melakukan isolasi mandiri dan 36 pasien lainnya dirawat di rumah sakit,” sebutnya.

Sementara itu, pasien yang dinyatakan sembuh dari Covid-19 juga bertambah. Kemarin, pasien sembuh tercatat 35 orang. “Alhamdulillah hari ini (kemarin, red) terjadi peningkatan jumlah pasien sembuh yakni sebanyak 35 orang,” tutur Ferimulyani Hamid.

Ke-35 pasien sembuh itu merupakan salah satu yang terbanyak ditemukan dalam satu hari sejak merebaknya Covid-19 di Kota Padang pada bulan Maret lalu. Ia merincikan, 35 pasien yang dinyatakan sembuh dari Covid-19 itu berasal dari 26 kelurahan di Kota Padang, dimana Kelurahan Airtawar Barat menjadi penyumbang terbanyak kasus sembuh yakni 3 orang.

“Sementara 2 kasus sembuh tersebar di beberapa kelurahan di antaranya Pasarambacang, Koronggadang, Kuranji, Aiapacah, Padangsarai, Lubuk Minturun, dan Lolongbelanti,” ungkapnya.

Kemudian 1 kasus sembuh lainnya tersebar di Kelurahan Andalas, Jati, Kubu Marapalam, Gunungpangilun, Parupuktabing, Dadok Tunggulhitam, Sungaisapih, Lubukbegalung, Batuangtaba, Cengkeh, Berok Nipah, Kampung Pondok, Seberangpadang, Pasagadang, Rawang, Kuraopagang, Suraugadang, dan Kampung Lapai.

Lebih lanjut Ferimulyani menyampaikan, dengan adanya tambahan 35 kasus pasien sembuh tersebut, maka total kasus sembuh di Kota Padang sampai saat ini berjumlah sebanyak 1.191 kasus dengan kasus kematian 48 orang.

Sementara itu, berdasarkan data terkini perkembangan Covid-19 di Kota Padang pada website dinkes.padang.go.id tercatat ada sebanyak 250 kasus suspek dimana 40 orang, di antaranya dirawat di rumah sakit dan 210 melakukan isolasi mandiri. Kemudian jumlah pelaku perjalanan tercatat ada sebanyak 7.770 orang yang terdiri dari 44 orang masih dilakukan pemantauan dan 7.727 orang sudah dilakukan proses pemantauan. (a)