Jadi Calo Masuk PTS, Ketua RT Diringkus

11
Kasat Reskrim Polresta Padang Kompol Rico Fernanda.(IST)

Seorang pria diduga pelaku penipuan dengan modus membantu memasukkan calon mahasiswa ke salah satu universitas swasta di Padang ditangkap Satreskrim Polresta Padang.

Dari hasil aksi penipuannya, pelaku yang diketahui berinisial B, ketua RT di salah satu Kelurahan Tunggulhitam, Kecamatan Kototangah ini meraup uang ratusan juta dari korbannya.

Kasat Reskrim Polresta Padang Kompol Rico Fernanda mengatakan, pelaku ditangkap Rabu (15/9) dini hari, setelah adanya laporan dari keluarga korban ke Polresta Padang. Pelaku menjanjikan bisa menolong korban untuk dimasukkan ke salah satu universitas swasta di Kota Padang, dengan syarat korban bisa memberikan sejumlah uang kepadanya.

“Pelaku diketahui cukup pandai meyakinkan korbannya. Karena pelaku tidak hanya secara lisan namun turut menyertakan surat perjanjian,” ujar Rico kepada wartawan di ruang kerjanya, Kamis (16/9).

Dalam surat perjanjian tersebut, lanjut Rico, terlihat resmi dan menyertakan surat kuitansi dan besaran nominal biaya yang dikeluarkan pemohon untuk masuk ke universitas sebesar Rp 100 juta.

“Penyetoran uang 100 juta dikuitansi tersebut berbunyi untuk digunakan sebagai uang pembangunan untuk masuk ke kampus tersebut,” sebut mantan Kapolsek Kototangah ini .

Baca Juga:  Bangun Workshop Alat Berat, BPVP Padang Gelar FGD Pertambangan

Dalam menjalankan aksinya, pelaku mengaku tidak ada hubungannya dengan pihak kampus. Namun dirinya menyakinkan korban bisa memasukkan anak korban dengan syarat memberikan sejumlah uang.

“Setelah anak korban masuk di universitas swasta ini, ternyata korban diminta lagi uang pembangunan oleh pihak kampus. Mendapati hal tersebut, korban tidak senang dan merasa ditipu oleh pelaku sehingga melapor ke kami,” ungkapnya.

Saat ini baru satu korban yang melaporkan dengan kerugian Rp 100 juta. “Berkemungkinan ada korban lainnya, dan kami akan melakukan penyelidikan lebih lanjut,” sambung Rico. Atas perbuatannya, pelaku disangkakan Pasal 372 dan 378 KUHP dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara. (idr)