Tim Dosen UPI YPTK Padang Sosialisasi Cara Berbisnis Secara Digital

11
Tim Dosen UPI YPTK Padang Aggy Pramana Gusman dan Ahmad Vajri berfoto bersama perwakilan Anggota Koperasi KSP Perempuan usai memberikan sosialisasi dan workshop cara berbisnis secara digital.(IST)

Tim Dosen Universitas Putra Indonesia (UPI) YPTK Padang memberikan sosialisasi pemasaran produk dan berbisnis secara digital kepada Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Perempuan di Lubuk Basung, Kabupaten Agam.

Kegiatan ini bagian dari implementasi salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi yakni Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang didanai dari Hibah PKM UPI YPTK Padang anggaran tahun 2021.

“Program ini dilakukan untuk meningkatkan kreatifitas dan antusiasme para anggota koperasi KPS Perempuan dalam memasarkan produk secara digital,” kata Tim PKM Aggy Pramana Gusman dan Ahmad Vajri, Selasa (18/1).

Aggy menjelaskan, KSP Perempuan merupakan koperasi simpan pinjam beranggotakan istri nelayan di Danau Maninjau. Mayoritas nelayan itu memiliki keramba, kolam ikan, dan produk olahan rinuak, ikan bilih, dan sebagainya.

“Nah, koperasi KSP ini tugas pokoknya saling simpan pinjam uang yang gunanya untuk membantu usaha suaminya,” ujar Aggy.

Sebelum wabah Covid-19, penjualan hasil usaha para nelayan di Danau Maninjau sangat bagus dengan pangsa pasar wisatawan lokal maupun mancanegara. Namun, sejak Covid-19, ikut terdampak secara ekonomi akibat penjualan keramba dan produk olahan menurun drastis.

Baca Juga:  Ketua PMI Padang Apresiasi Serikat Pekerja Semen Padang

“Jadi kondisi ini, juga ikut terdampak ke koperasi KSP Perempuan. Pembayaran anggota ke koperasi tidak terlalu lancar. Nah berangkat dari situ, makanya kita berikan sosialisasi tentang pemasaran produk secara digital,” tutur Aggy.

Pemasaran produk secara digital ini, lanjut Aggy, melalui media sosial seperti Instagram, WhatsApp, Telegram, dan Facebook. Setelah dilakukan mentoring, masing-masing anggota kelompok koperasi KSP Perempuan membuat akun media sosial secara mandiri.

“Kalau untuk marketplace memang belum. Kita fokus dulu ke media sosial. Selain sosialisasi, kita juga berikan workshop cara untuk bikin ikan frozen. Ikan-ikan segar dijadikan olahan yang frozen. Kemudian kita juga bantu branding,” ucap Aggy.

Lebih lanjut Aggy menyebut, dengan adanya kegiatan PKM ini, koperasi KSP Perempuan bisa mandiri dalam pemasaran produk secara digital sehingga bisa kembali berkembang dan menjadi percontohan bagi koperasi lain.

“Setelah sosialisasi dan workshop, kita tetap akan melakukan monitoring dengan mendatangi kembali KSP Perempuan untuk evaluasi perkembangan dan kendala yang dialami. Kalau ada kendala kita akan bantu secara teori dan teknis lagi di bagian digitalnya,” tutup Aggy. (adt)