Pesantren Ramadhan bakal Dipindahkan ke Rumah

Anggota DPRD Kota Padang dari Komisi IV saat melakukan kunjungan ke Disdik Padang, kemarin. (IST)

Untuk mengetahui mekanisme pemindahan proses belajar mengajar (PBM) dari sekolah ke rumah serta mengevaluasi kebijakan tersebut, Komisi IV DPRD Kota Padang mengunjungi Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Padang, Jumat (17/4).

Kunjungan Komisi IV DPRD Kota Padang ke Disdik Padang merupakan rangkaian kegiatan peninjauan, pengawasan, dan evaluasi terhadap mitra-mitra Komisi IV dalam penanganan Covid-19 di Kota Padang.

Ketua DPRD Kota Padang yang ikut dalam rombongan Komisi IV, Syafrial Kani mengatakan, kunjungan ke Disdik kota Padang dalam rangka melihat perkembangan dari penerapan home learning atau belajar di rumah yang dilakukan siswa Kota Padang selama pandemic Covid-19.

Selain itu, DPRD juga ingin mempertanyakan tentang keefektifan dan bagaimana mekanisme penilaian PBM di rumah tersebut terutama dalam mekanisme kenaikan kelas.

“Kami ke sini untuk memastikan perkembangan dan penerapan home learning dan juga memastikan siswa kita tetap belajar di rumah,” ujarnya.

Syafrial mengungkapkan, hasil dari pertemuan tersebut Disdik Kota Padang telah melakukan berbagai cara agar PBM di rumah bisa berjalan efektif dan siswa tidak ketinggalan pelajaran.

“Ada beberapa wadah belajar yang bisa dilakukan oleh siswa selama PBM di rumah seperti wadah manual, dan menggunakan media online dan elektronik seperti sosial media dan saluran radio,” ungkapnya.

Hal terpenting dari PBM di rumah tersebut adalah memastikan seluruh siswa-siswi Kota Padang tetap belajar dengan maksimal di tengah ancaman pandemi Covid-19.

Sementara, Ketua Komisi IV DPRD Kota Padang, Azwar Siry menyampaikan, Komisi IV DPRD Kota Padang telah melakukan kunjungan kerja dalam menjalankan fungsi pengawasan terhadap mitra Komisi IV.

“Kita telah kunjungi Dinsos, BPBD, Dinas Kesehatan, dan Disdik Kota Padang. Kita ingin meninjau penanganan penyebaran Covid-19 di lingkungan Pemko Padang khusus OPD yang masuk dalam tim Satgas Gugus Covid-19 Kota Padang,” jelasnya.

Dia mengatakan, dalam kunjungan ke Disdik Kota Padang, pihaknya ingin memperjelas dan menanyakan terkait PBM di rumah atau home learning yang saat ini sedang dilakukan oleh siswa-siswi di Kota Padang.

Terkait dengan pelaksanaan ujian akhir, Azwar mengungkapkan, Disdik telah menyampaikan bagaimana mekanisme pelaksanan ujian akhir atau naik kelas sehingga tidak ada hal yang membuat siswa dan orangtua bingung tentang kelanjutan pendidikan anak mereka.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kota Padang, Habibul Fuadi menyebutkan, akibat pandemi Covid-19, PBM yang biasanya dilakukan di sekolah dipindahkan ke rumah. Tujuannya adalah untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 yang bisa terjadi di lingkungan sekolah di Kota Padang.

Ia menambahkan, pemindahan PBM dari sekolah ke rumah telah diterapkan dan berjalan lebih kurang satu bulan terakhir. Berbagai media pembelajaran telah dimaksimalkan oleh Disdik Kota Padang untuk membuat siswa betah belajar di rumah.

Habibul mengatakan, sesuai dengan arahan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) ada beberapa langkah yang diterapkan dalam kondisi pandemi Covid-19.

Langkah-langkah tersebut meliputi PBM di rumah tersebut tidak menuntut capaian kurikulum, kemudian PBM diarahkan kepada kecakapan hidup terutama mengenai pandemi Covid-19.

Lalu, pembelajaran bervariasi termasuk mempertimbangkan kesenjangan akses belajar di rumah dan bukti aktivitas belajar dari rumah diberi umpan balik bersifat kualitatif.

Namun Habibul menjelaskan, yang paling penting dari PBM di rumah tersebut orangtua harus terlibat dan menemani siswa dalam belajar di rumah masing-masing.

“Peran orangtua sangat penting dalam PBM di rumah tersebut karena orangtua bisa mengawasi anak mereka dan memantau perkembangan anak mereka,” ungkapnya.

Lebih lanjut Habibul menyampaikan, kegiatan Pesantren Ramadhan tetap dilaksanakan namun juga dipindahkan ke rumah masing-masing.

Kemudian, terkait proses pembelajaran Pesantren Ramadhan, akan dilakukan dengan berbagai media seperti radio, televisi, sebaran kertas materi pembelajaran dan lainnya.

“Jadi siswa tetap melakukan Pesantren Ramadhan namun lokasi dan mekanisme pelaksanan sedikit berbeda,” ujarnya. (a)