Ilham Maulana Ditetapkan Tersangka, Kasus Dugaan Korupsi Dana Pokir

92
Kompol Dedy Adriansyah Putra

Satreskrim Polresta Padang menetapkan Wakil Ketua DPRD Padang Ilham Maulana sebagai tersangka kasus dugaan korupsi dana pokir.

Bahkan penyidik Tipidkor Satreskrim Polresta Padang telah melakukan pemanggilan yang ditujukan kepada Ilham Maulana.

Surat panggilan tersebut bernomor S.Pgl/266/V/2022/Reskrim tertanggal 9 Mei 2020 dan ditandatangi Kapolresta Padang Kombes Pol Imran Amir.

Dalam surat itu, Wakil Ketua DPRD Padang Ilham Maulana dipanggil, Selasa (17/5) sekitar pukul 12.00 untuk didengar keterangannya sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi dana pokir tahun anggaran 2020.

“Dipanggil untuk didengar keterangannya sebagai tersangka dalam perkara tindak pidana korupsi,” tulis kalimat dalam surat panggilan tersebut.

Selain itu, juga beredar surat dari Polresta Padang bernomor B/228/V/2022/Reskrim yang ditujukan kepada Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Padang.

Surat itu berisi informasi tentang dimulainya penyidikan atau SPDP terhadap Ilham Maulana. “Dengan ini diberitahukan bahwa tanggal 2 Juli 2021 telah dimulai penyidikan tindak pidana korupsi atas nama tersangka Ilham Maulana,” tertulis surat tersebut.

Kasat Reskrim Polresta Padang Kompol Dedy Adriansyah Putra saat dikonfirmasi, Selasa (17/5) membenarkan informasi tersebut. Menurut Dedy, penetapan Irham Maulana sebagai tersangka telah dilakukan sejak tiga hari lalu.

“Itu setelah kita lakukan gelar perkara dan sebelumnya telah meminta keterangan lebih dari 100 orang saksi. Setelah barang bukti cukup makanya Ilham Maulana ditetapkan tersangka,” kata Dedy.

Sementara itu, terkait surat panggilan, Dedy yang mengatakan bahwa Ilham Maulana memang telah dilakukan panggilan oleh pihak penyidik Tipikor Satreskrim Polresta Padang, Selasa siang (17/5).

“Namun yang bersangkutan melayangkan surat yang menyatakan kalau dia tidak bisa penuhi panggilan karena ada kegiatan di luar kota,” sebut Dedy.

Baca Juga:  Jangan Pakai Kantong Kresek Hitam Untuk Daging Kurban, Ini Bahayanya!

Seperti diketahui, kasus dugaan korupsi dana pokir yang menyeret nama Wakil Ketua DPRD Padang Ilham Maulana ini ditangani Polresta Padang setelah mendapatkan laporan masyarakat pada April 2021.

Laporan menyebutkan bahwa adanya dugaan penyelewengan dana pokir sehingga dilakukan penyelidikan. Dana pokir yang dicairkan pada 2020 itu menjadi persoalan karena besaran yang diterima oleh warga tidak sesuai dengan besaran yang seharusnya.

Disebutkan kalau penerima diberikan uang Rp 1,5 juta, namun beberapa di antaranya diminta untuk mengembalikan sebesar Rp 500 ribu.

Karena itu polisi kemudian memanggil beberapa pihak termasuk Irham Maulana untuk memproses serta mengklarifikasi laporan dugaan korupsi dana pokir itu.

Sementara itu, Ilham Maulana saat dikonfirmasi Padang Ekspres, Selasa malam (17/5), tidak mau berkomentar soal penetapan dirinya sebagai tersangka. “Silakan hubungi pengacara saya, Bapak Yul Akhyari Sastra,” tulisnya via WhatsApp.

Yul Akhyari Sastra saat dihubungi mengatakan, kliennya telah mengetahui penetapan tersangka tersebut. “Sudah dapat SPDP dan beberapa saat berselang dapat surat panggilan tanggal 17 Mei,” ujarnya.

Menurut Yul, dengan penetapan tersangka itu, kliennya akan kooperatif mengikuti proses hukum selanjutnya. “Kita akan kooperatif dengan penyidik. Diperiksa kita akan kooperatif, membuka diri, tidak akan lari dari tanggung jawab,” sebutnya.

Di sisi lain, pihaknya juga akan mengambil langkah-langkah hukum. Langkah hukum ini sedang dibicarakan pihaknya dengan Ilham Maulana. “Langkah yang tepat itu sedang kami bicarakan. Kita akan pelajari dulu dan kaitannya dengan materi pokok perkara,” tutup Yul. (idr)