Anggota Koperbam Teluk Bayur Kadukan Masalah Pemilihan Ketua ke DPRD

195

Ratusan anggota Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat (Koperbam) Pelabuhan Teluk Bayur Padang menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor DPRD Padang, Sawahan, Senin (18/7/2022).

Demo itu merupakan tindaklanjut mediasi yang tidak menemukan titik terang terkait dugaan kecurangan pemilihan Pengurus Koperasi Koperbam 2022-2027.

Salah seorang pengunjuk rasa, Zulman T menjelaskan pihaknya keberatan dengan hasil pemilihan Ketua Koperbam Pelabuhan Teluk Bayur terbaru.

“Tolong bantu kami untuk mengatasi permasalahan ini. Berdasarkan Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), Candra hanya boleh menjabat dua periode. Tapi kenyataannya dia sudah terpilih untuk periode keempat,” ungkap Zulman.

Aturan tentang pengurus hanya boleh menjabat dua periode untuk jabatan yang sama itu juga tertuang dalam Undang-undang Nomor 25/1992 tentang Perkoperasian, dan UU perubahannya.

“Di situ disebutkan dua periode untuk jabatan yang sama. Tapi Pak Chandra terpilih sebagai Ketua untuk periode keempat,” jelasnya.

Pihaknya heran mengapa Dinas Koperasi dan UMKM Kota Padang sebagai Pembina Koperasi masih memberi kesempatan kepada yang bersangkutan untuk menjadi ketua.

Selain itu, Zulman menyampaikan, dalam pemilihan Ketua Koperbam Pelabuhan Teluk Bayur pada 7 Juni 2022, juga terjadi penggelembungan surat suara dari 601 surat suara menjadi 610 surat suara saat penghitungan. Hal tersebut mempengaruhi hasil pemilihan Ketua Koperbam.

Wakil Ketua DPRD Padang, Amril Amin dan beberapa Anggota DPRD Padang yang melakukan hearing dengan perwakilan pendemo menjelaskan, Dinas Koperasi harus bertanggung jawab tentang permasalahan ini.

“Seharusnya Dinas Koperasi Kota Padang dapat menjadi penengah dalam permasalahan ini. Apalagi jabatan untuk ketua koperasi berlaku selama dua periode. Sepertinya Dinas Koperasi “berangin” dan Wali Kota Padang harus bisa menegur Dinas Koperasi Kota Padang,” ujar Amril.

Baca Juga:  Penjualan Bendera Masih Sepi

Anggota DPRD Padang Budi Syahrial menambahkan, seharusnya perwakilan dari anggota koperasi membuat laporan polisi tentang penyimpangan dana yang dilakukan oleh pengurus Koperbam.

“Dari laporan yang diberikan, saya melihat ada penyimpangan laporan keuangan seperti dana perumahan, dana tali asih, dengan nominal 400 juta rupiah yang tidak tahu rimbanya. Ini perlu dipertanyakan. Jika tidak ada penjelaskan, silakan lapor ke polisi,” tegasnya.

Sebelumnya, ratusan anggota Koperbam Teluk Bayur Padang mendatangi DPRD Padang sekitar pukul 09.00 Wib. Aksi ini turut dikawal aparat kepolisian.

Anggota Koperbam datang membawa spanduk aspirasi seperti berbunyi; “Audit Investigasi LPJ Koperbam”,Kami Tidak Menerima Hasil Pemilihan Pengurus Koperbam”, “Demisionerkan Kepengurusan yang Tidak Jujur”, dan sebagainya.

Dalam orasinya, meminta DPRD Padang memediasi mereka untuk menyelesaikan masalah dengan pihak terkait. Mereka juga akan menggelar aksi lanjutan di lain hari.

Sebelumnya, Ketua Panitia Pemilihan Pengurus Koperbam 2022-2027, Asrial Tanjung menegaskan, perihal masalah ini, pihaknya telah menyurati tiga Pembina Koperasi yaitu Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), Dinas Ketenagakerjaan, dan Dinas Koperasi dan UMKM Kota Padang.

“Surat tersebut dibalas oleh Dinas Koperasi dan UMKM Padang dengan menyatakan bahwa mereka tidak berwenang untuk membatalkan hasil pemilihan pengurus koperasi. Dinkop merujuk Pasal 22 ayat 1 UU Koperasi No 25/1992,” kata Asrial.

Lebih lanjut, Zulman T menjelaskan dalam pemilihan Pengurus Koperasi pada 7 Juni 2022 yang lalu, terdapat dua kandidat yakni; Chandra, dan kandidat kedua, Paiman. Dalam pemilihan tersebut Chandra yang merupakan patahan kembali menang, akan tetapi hingga saat ini belum dilantik.(*)