Pengabdian S-1 Kebidanan Unand, Ajarkan Siswa SLB Alhidayah Taat Prokes

9
PENGABDIAN: Tim program kreativitas mahasiswa pengabdian kepada masyarakat S-1 Kebidanan FK Unand melakukan pendampingan pada siswa SLB Alhidayah Padang.(IST)

Tim program kreativitas mahasiswa pengabdian kepada masyarakat S-1 Kebidanan Fakultas Kedokteran Unand melakukan pendampingan pada siswa SLB Alhidayah Padang agar disiplin melaksanakan protokol kesehatan (prokes). Pengabdian ini dilakukan dengan menggunakan metode bermain sambil belajar menggunakan flash card dan juga teman ajar isyarat.

Data dari Kajian Jaringan Organisasi Penyandang Disabilitas Respons Covid-19 pada April 2020 menunjukkan selama pandemi ini 70% anak dengan disabilitas belum memahami prokes terkait pandemi Covid-19.

Dosen pendamping Yuliawati, didampingi tim Miletesya Govanda, Lega Iswari Wahyuni, dan Nur Avivah menyampaikan, dalam situasi pandemi saat ini, tantangan menjadi semakin besar di mana keterbatasan ruang gerak dan kebutuhan akan pendampingan yang cukup ketat bagi anak-anak dengan disabilitas untuk tercegah dari infeksi Covid-19.

Semua anak disabilitas maupun tidak disabilitas pada dasarnya sangat rentan terpapar Covid-19. Namun, anak dengan disabilitas memiliki risiko yang lebih besar. Perlindungan bagi anak dengan disabilitas dalam masa pandemi ini merupakan tugas yang harus dilakukan secara bersama-sama.

Permasalahan umum yang dihadapi oleh anak-anak disabilitas adalah kurang dapat memahami hal yang bersifat abstrak dan verbal. Padahal kemampuan verbal sangat diutamakan dalam menerapkan protokol kesehatan Covid-19. Oleh sebab itu, anak-anak disabilitas memerlukan alat bantu berupa media yang berbentuk visual agar dapat menerapkan dan mematuhi protokol kesehatan Covid-19 melalui indera mata.

”Oleh karena itu kami melakukan penyuluhan dengan menggunakan dua metode yaitu audio flash card dan teman ajar isyarat sebagai media untuk meningkatkan pengetahuan terhadap protokol kesehatan Covid-19 pada anak disabilitas,” katanya.

Baca Juga:  Pemko Daftarkan Panitia Rakernas Apeksi Jadi Peserta BPJS Ketenagakerjaan

Media visual berfungsi menyalurkan pesan dari sumber kepada penerima pesan. Flash card merupakan salah satu bentuk dari media grafis pembelajaran berupa kartu bergambar yang di dalamnya juga memuat kata atau kalimat keterangan untuk mengembangkan daya ingat anak-anak disabilitas terhadap materi protokol kesehatan Covid-19.

Selain itu flash card juga dapat dikembangkan sebagai media pembelajaran pada siswa tunarungu karena siswa dapat memanfaatkan indera penglihatannya dalam memahami pesan materi yang ada pada media flash card tersebut. Selain itu, siswa juga dapat mendapatkan perasaan senang yang ditimbulkan dari permainanan yang dilakukan.

Katanya, audio flash card merupakan permainan dibuat semenarik mungkin dengan menggunakan kartu bergambar yang dilengkapi dengan kata-kata. Uniknya dari permainan ini, ditambahkan audio berupa musik terkait protokol kesehatan Covid-19 agar lebih menarik dan anak-anak disabilitas secara umum dapat mengikutinya.

Sedangkan teman ajar isyarat, metode ini untuk anak disabilitas khususnya anak yang tidak bisa mendengar agar materi yang disampaikan juga dipahami dari permainan audio flash card.

Dalam hal ini menghadirkan orang yang bisa berbahasa isyarat untuk mempraktikkan isi dari kartu-kartu bergambar tersebut. Sehingga anak-anak disabilitas khususnya yang tidak bisa mendengar juga bisa ikut memahami dan menyerap pengetahuan dari apa yang disampaikan. (rel)