Siapkan Rumah Nelayan Tempat Isolasi

39
Rusunawa Pasie Nan Tigo, Padang yang disiapkan sebagai salah satu lokasi isolasi pasicn Covid-19. (Foto: dok.rpg)

Selain rumah sakit, Pemko Padang mulai mempersiapkan tempat isolasi bagi pasien Covid-19. Hal ini dilakukan mengingat kasus Covid-19 terus meningkat. Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang Ferimulyani mengatakan tempat isolasi yang disiapkan itu adalah rumah nelayan di Pasie Nan Tigo, Kecamatan Kototangah Padang.

Tempat isolasi ini memiliki kapasitas yang cukup besar. Di sana ada 84 unit rumah, dimana masing-masingnya memiliki 2 unit kamar dan satu kamar ada dua kasur. “Jadi tempat ini kita persiapkan bagi orang tanpa gejala (OTG) dan tidak memungkinkan isolasi di rumah. Maka mereka bisa isolasi di rumah nelayan ini,” ujar Ferimulyani.

Ditambahkan Ferimulyani, kondisi RSUD Rasidin saat ini memang hampir penuh. Jadi perlu disiapkan tempat isolasi jika sewaktu-waktu terjadi lonjakan kasus Covid-19.
Kendati demikian, dia berharap lonjakan kasus Covid-19 bisa ditekan sehingga tempat isolasi rumah nelayan ini tidak dipakai.

22 Sembuh, Positif 58 Kasus
Sementara itu, kasus positif terkonfirmasi Covid-19 kembali bertambah 58 kasus, kemarin (13/9). Dengan penambahan tersebut, Dinas Kesehatan Kota Padang mencatat jumlah kasus positif Covid-19 di Kota Padang menjadi 1.908 kasus.

“Hari ini (kemarin, red) ada penambahan 58 kasus positif Covid-19. Penambahan kasus ini hasil tracing dan testing sampel dari kasus-kasus positif Covid-19 sebelumnya,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang Ferimulyani Hamid kepada Padang Ekspres, kemarin.
Dia menambahkan, 58 kasus positif Covid-19 itu para pasiennya berstatus tanpa gejala dan telah menjalani isolasi mandiri, karantina, dan dirawat di rumah sakit rujukan Covid-19 di Kota Padang.

Baca Juga:  Indra Catri: Randai Instrumen Pendidikan Karakter

Di sisi lain, kata Ferimulyani, 22 orang pasien positif Covid-19 di Kota Padang juga dinyatakan sembuh. Total pasien sembuh hingga kini berjumlah 1213 orang. Sedangkan total pasien terkonfirmasi positif Covid-19 meninggal dunia 48 orang.

Dengan kondisi demikian, masyarakat sebagai garda terdepan untuk memutus rantai penularan Covid-19 diharapkan mulai menerapkan Perda Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) dengan mengikuti protokol kesehatan.

“Dengan cara menerapkan pola 3M. Yakni, memakai masker. Tidak sekadar hanya memakai masker tetapi juga memakai masker dengan benar. Menjaga jarak, kemudian mencuci tangan pakai sabun dengan air mengalir,” terang Ferimulyani.

Berdasarkan hasil penelusuran data di laman resmi Dinkes Kota Padang, dari total 1908 kasus terkonfirmasi positif Covid-19 tersebut, 219 bergejala dan 428 tanpa gejala.
Dari 219 kasus positif bergejala tersebut, 101 orang pasiennya dirawat, 102 isolasi mandiri, dan 16 orang menjalani karantina. Sedangkan dari 428 kasus tanpa gejala, 41 orang pasiennya dirawat, 382 isolasi, dan 5 orang menjalani karantina.

Sementara itu, dari 268 kasus suspek, 54 orang diantaranya dirawat dan 214 orang menjalani isolasi. Sedangkan pelaku perjalanan dari daerah terjangkit yang masih dalam pantauan 53 orang. (eri/i)