Padang Tak Punya Terminal Bus, Warga Pilih Curhat ke Mulyadi

34

Calon Gubernur Sumbar Mulyadi mengunjungi Pasar Raya Padang untuk melihat kondisi dan menyapa para pedagang, baru-baru ini. Kedatangan Mulyadi benar-benar menjadi tumpahan curahan hati para pedagang yang didominasi warga Kota Padang.

Selain soal kondisi pasar, momen tersebut dimanfaatkan para pedagang untuk menyampaikan keinginan agar diperjuangkan Mulyadi. Salah satu yang paling disoroti warga ialah, ketidaktersediaan terminal bus dan angkot di Kota Padang.

Salah seorang pedagang di Pasar Raya Padang, Edi, menyebutkan sebagai ibukota provinsi, ironis memang Kota Padang tidak punya terminal bus. Padahal, kabupaten atau kota lain yang notabene bukan ibukota provinsi Sumbar, memiliki terminal bus.

Tiadanya terminal bus, menyebabkan munculnya terminal bayangan dimana-mana yang bisa menimbulkan kemacetan dan kesemrawutan. Selain itu, juga menyebabkan peluang ekonomi masyarakat menjadi berkurang.

“Seluruh warga Kota Padang merasakan itu semenjak ditutupnya Terminal Andalas dan terminal angkot. Di situlah timbul kemerosotan ekonomi kita, Pak,” ucap Edi langsung kepada Mulyadi, Minggu (18/10/2020).

Edi juga meminta agar pembangunan terminal bus bisa dekat dengan Pasar Raya Padang. Hal ini agar ekonomi pedagang bisa menggeliat karena ramainya aktivitas dan mobilitas warga di sekitar terminal bus tersebut.

Baca Juga:  Kerja Nyata, Jamaah Syattariyah Doakan Mulyadi jadi Gubernur

Menanggapi hal itu, Mulyadi mengatakan, terminal merupakan salah satu infrastruktur penting dalam menunjang pertumbuhan perekonomian. Menurutnya, Kota Padang sebagai ibukota provinsi yang menjadi pusat mobilitas orang datang maupun keluar Sumbar, mesti memiliki terminal bus tersebut.

“Saya yang bingung, kok (Padang) enggak punya terminal. Background saya kebetulan regional planning yakni perencanaan antar wilayah. Bagaimana hubungan antar daerah kalau Padang enggak punya terminal? Ini bagi saya yang belajar regional dan city planning ada yang salah,” kata Mulyadi.

Oleh sebab itu, terkait terminal bus menurutnya harus menjadi perhatian pemerintah ke depan. Jika itu kewenangan kabupaten atau kota, harus terus didorong agar terminal bus di Kota Padang dibangun secepatnya.

Sementara jika itu kewenangan provinsi, sambung pria pria yang pernah menjabat anggota DPR RI tiga periode ini, harus segera diputuskan dan diupayakan dibangun dekat dengan pusat perbelanjaan agar ekonomi rakyat terus menggeliat.

“Maka dari itu harus dipikirkan karena semakin maju suatu daerah semakin berfungsi transportasi umumnya. Terminal bus harus yang modern dan dimana-mana dekat dengan pusat perbelanjaan,” ucap Mulyadi. (idr)