12.883 KK Telah Terima BST Kemensos

Masyarakat sudah mulai tertib saat mengantre pencairan BST Kemensos RI di Kantor Pos Padang, kemarin. (Indra-Padang Ekspres)

Hingga Minggu (17/5), Kantor Pos Padang telah menyalurkan bantuan sosial tunai (BST) Kemensos RI kepada 12.883 kepala keluarga (KK) penerima bantuan tersebut di Kota Padang.

“Sudah terserap 12.883 atau sekitar 46 persen dari total 27.546 KK penerima bantuan BST Kemensos RI di Kota Padang. Jumlah ini termasuk di Kantor Pos Regional Khatib Sulaiman,” ungkap Kepala Kantor Pos Padang Sartono kepada Padang Ekspres, kemarin (18/5).

Dia merinci 12.883 KK yang telah menerima BST Kemensos RI tersebut, terdiri dari beberapa kelurahan di Kecamatan Padang Barat, Padang Timur, Lubukbegalung, Padang Selatan, dan Kecamatan Kuranji.

Sedangkan penyaluran BST di Pos Regional II Khatib Sulaiman kemarin sedang berjalan Kecamatan Kototangah untuk Kelurahan Kotopulai, Batangkabung, Kotopanjang, Ikuakoto, dan Padangsarai.

Sartono menambahkan, penyaluran BST Kemensos RI termasuk bantuan langsung tunai (BLT) Provinsi tersebut, ditargetkan rampung pada H-1 jelang Lebaran Idul Fitri mendatang. “Insya Allah, kami akan berupaya maksimal mungkin sebelum takbiran sudah selesai. Biar masyarakat bisa menggunakan uang dari bantuan tersebut saat Lebaran,” imbuhnya.

Penyaluran BST dari Kemensos RI, baik di Kantor Pos Padang maupun di Kantor Pos Regional II Khatib Sulaiman, kemarin (18/5), mulai tertib dan mengikuti protokol Covid-19.

Pantauan Padang Ekspres di Kantor Pos Padang, masyarakat yang mengantre untuk mencairkan BST dari Kemensos RI tampak duduk di kursi yang berjarak sesuai dengan markah atau tanda silang.

Begitu juga saat mengantre setelah dipanggil petugas. Masyarakat tampak tertib dan mengantre dengan melakukan physical distancing. Kondisi serupa juga tidak jauh berbeda dengan Kantor Pos Regional II Khatib Sulaiman. “Alhamdulillah beberapa hari terakhir ini sudah ada perbaikan. Masyarakat juga sudah tertib untuk mengikuti aturan-aturan yang sudah kita tetapkan. Seperti duduk di kursi sesuai dengan markah yang telah kami buat. Kemudian juga saat antrean, masyarakat juga mengikuti garis-garis markah yang telah kami buat,” ujar Sartono.

Dia mengatakan, hal ini tidak terlepas dari dukungan Pemko Padang yang telah menerjunkan personel Satpol PP untuk membantu pengamanan di Kantor Pos Padang dan Kantor Pos Regional II Khatib Sulaiman. “Ditambah personel TNI dari Koramil dan aparat kepolisian yang mau menertibkan sehingga masyarakat tertib dan melakukan physical distancing,” katanya.

Sartono tidak menampik bahwa kerumunan massa masih terjadi saat masyarakat menunjukkan KTP dan KK sebelum mengantre untuk pencairan BST Kemensos RI. Hal itu disebabkan karena masih banyak masyarakat yang belum tahu tentang informasi bantuan sosial (bansos) apa yang mereka terima. “Untuk itu, kami mohon kepada masyarakat agar mencari informasi terlebih dahulu di tingkat RT, RW, atau kelurahan setempat mengenai bansos apa yang diterima,” sebutnya.

Dia menjelaskan, bansos dari pemerintah untuk masyarakat terdiri dari tiga macam, antara lain BST dari Kemensos RI yang dicairkan di Kantor Pos, BLT dari Pemerintah Provinsi yang diantarkan langsung oleh petugas pos ke alamat penerima masing-masing, dan BLT dari pemerintah kabupaten atau kota yang juga diantarkan langsung oleh RT/RW masing-masing.

“Jadi dipastikan dulu bansos yang diterima jenisnya apa. Jangan sampai nanti udah capek-capek ngantre tapi ga taunya namanya ga ada. Sehingga tidak lagi menimbulkan kerumunan di Kantor Pos,” terang Sartono. (*)