Masjid Raya Sumbar Kembali Dibuka

Petugas Damkar Kota Padang melakukan penyemprotan cairan disinfektan di Masjid Raya Sumbar, kemarin. (Foto: IST)

Setelah tiga bulan tutup akibat pandemi Covid-19, Masjid Raya Sumbar kembali dibuka mulai Jumat (18/6) ini. Dibukanya kembali masjid terbesar di Sumbar itu ditandai dengan pelaksanaan Shalat Jumat berjamaah hari ini.

Sejumlah persiapan dilakukan oleh pengurus di tengah penerapan tatanan normal baru produktif dan aman Covid-19 di Provinsi Sumbar. Pantauan Padang Ekspres, salah satu persiapan yang dilakukan adalah dengan melakukan penyemprotan cairan disinfektan di seluruh bagian Masjid Raya Sumbar mengerahkan armada pemadam kebakaran (damkar) Kota Padang.

Selain itu, juga terlihat sejumlah tempat cuci tangan atau wastafel dan spanduk-spanduk yang bertuliskan imbauan kepada masyarakat untuk menggunakan masker ketika ingin beribadah di Masjid Raya Sumbar.

Sekretaris Pengurus Masjid Raya Sumbar, Elsanra Ekaputra mengatakan, Masjid Raya Sumbar kembali melaksanakan ibadah Shalat Jumat setelah lebih kurang 3 bulan ditutup akibat pandemi Covid-19.

Berbagai persiapan untuk menggelar Shalat Jumat berjamaah sudah dilakukan seperti penyemprotan seluruh bagian dari Masjid Raya Sumbar dengan cairan disinfektan. “Kami bekerja sama dengan Damkar Kota Padang untuk melakukan penyemprotan cairan desinfektan di seluruh bagian masjid baik yang berada di lantai satu maupun lantai dua, termasuk pekarangan masjid,” jelasnya.

Elsanra mengungkapkan, tempat cuci tangan atau wastafel juga telah disediakan oleh pengurus Masjid Raya Sumbar di beberapa lokasi bangunan masjid. Jumlah wastafel yang disediakan ada 9 unit.

“Wastafel sendiri ada dua jenis yaitu pertama wastafel yang memiliki sensor sehingga jamaah tidak perlu menyentuh kran air dan sabun. Kemudian ada wastafel yang dioperasikan dengan kaki. Tujuannya agar jamaah tidak menyentuh kran air wastafel tersebut,” ungkapnya.

Pelaksanaan Shalat Jumat berjamaah dilakukan di lantai satu Masjid Raya Sumbar. Elsanra menjelaskan, alasan pelaksanaan di lantai satu adalah tempat shalat di lantai dua terpasang karpet permanen sehingga tidak bisa dibongkar. “Jadi untuk mencegah terjadinya media penyebaran Covid-19 di karpet shalat, maka pelaksanaan shalat dipindahkan di lantai satu,” tukasnya.

Lebih lanjut Elsanra menyebutkan, pihaknya juga telah memasang batas jarak shaf antar jamaah sebagai bentuk penerapan physical distancing. “Jadi kita tetap menerapkan protokol kesehatan dalam pelaksanaan Shalat Jumat berjamaah ini,” ujarnya.

Untuk mengantisipasi membeludaknya jumlah jamaah yang akan Shalat Jumat, ia mengatakan, akan mempersiapkan bagian luar dari lantai satu untuk dijadikan lokasi Shalat Jumat.

“Setelah pelaksanaan Shalat Jumat ini, maka aktivitas beribadah akan kembali dilakukan di Masjid Raya Sumbar dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan,” jelasnya.
Elsanra mengimbau kepada masyarakat untuk menggunakan masker dan membawa sajadah masing-masing ketika ingin melaksanakan Shalat di Masjid Raya Sumbar. “Selain itu kami menyarankan kepada masyarakat untuk berwudhu di rumah masing-masing,” ujarnya. (*)