RTH Imam Bonjol ‘Dikawal’ Tank AMX-13 APC

48
Tank baja Trikora itu kini ada di RTH Imam Bonjol Padang.

Duduk di taman rumput di Ruang Taman Hijau (RTH) Imam Bonjol Padang. Di depan mata terlihat sebuah tank baja bekas pertempuran trikora. Saya menyeruput pelan kopi hitam yang baru saja dipesan dari pedagang kaki lima.

Memandang tajam benda metal yang memang terkesan sangar. Moncong tank baja itu menghadap ke arah rumah bagonjong. Hmmm…

Tiba-tiba, booom sebuah ledakan dahsyat terjadi, mengguncang bumi. Rentetan senjata otomatis terdengar berdesingan di sekitar. Perang pecah. Pasukan bergerak, moncong senjata tak hentinya mengeluarkan timah panas. Tajam. Lawan harus dipukul mundur, NKRI taruhannya.

Upss, ternyata saya melamun. Entah kenapa membersit kisah pertempuran Trikora yang bersejarah itu….

Diketahui, operasi Trikora adalah operasi yang dilancarkan Indonesia selama dua tahun yakni 1961-1962 untuk menggabungkan wilayah Papua bagian barat dengan Indonesia.

Beberapa pertempuran lainnya juga pernah menggunakan tank ini yakni Operasi Seroja 1976 di Timor Timur, dan Operasi Militer Aceh 2001-2003.

Tiba di Padang

19 Juni 2019 silam, satu unit tank bersejarah milik TNI itu tiba di Kota Padang. Tank ditempatkan di pinggir laut Pantai Padang. Namun tak lama, pantai terus digerus ombak. Abrasi mengancam keberadaan tank itu. Benda sangat berat itu bisa saja tenggelam.

Armada perang itu diterima Wali Kota Padang Mahyeldi dari Danyon Kavaleri 6/Naga Karimata, Mayor Kav Jackie Yudha sewaktu mengunjungi Batalyon Kavaleri 6/Naga Karimata, Kota Medan, Sumatera Utara.

Alhamdulillah kita dihibahkan sebuah tank oleh Pangdam 1/Bukit Barisan. Tank ini pernah menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” ungkap Mahyeldi.

Menurut Mahyeldi keberadaan tank itu memberi manfaat edukasi bagi generasi muda, menumbuhkan nasionalisme, dan bela negara.

Sementara itu, Mayor Kav Jackie Yudha mengatakan, tank yang diberikan ke Kota Padang ini adalah salah satu dari 13 tank type AMX-13 APC yang telah dihapuskan dari aset Batalyon Kavaleri 6/Karimata.

Kendaraan tempur ini buatan Perancis dan termasuk ke dalam tank kelas ringan yang pembuatannya mulai dilakukan 1946.

“Tank ini diproduksi massal pada 1952-1987. Masuk ke Indonesia tahun 1962 dan telah berjasa dalam berbagai pertempuran. Bobotnya lebih kurang 13 ton, memiliki kemampuan menanjak 31 derajat, melangkah parit 1,6 meter dan mengarung sejauh 0,6 meter,” jelas Mayor Jackie Yudha.

Pemindahan tank oleh Dinas Pariwisata Padang ke kawasan RTH Imam Bonjol Padang sudah melalui koordinasi dengan Kodim 0312/Padang. Kini, sejak 17 Juni 2020, tank itu sementara ngetem di RTH dan bisa dilihat dari Jalan Imam Bonjol. (hsn)