Dilarang Pakai Kantong Kresek Hitam

4
Kepala Dinkes Padang Ferimulyani Hamid.(IST)

Pemko Padang mengingatkan pengurus masjid atau panitia Idul Adha untuk menerapkan protokol kesehatan (prokes) pada saat menyembelih hewan kurban dan membagikan daging kurban kepada masyarakat.

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Pemko Padang Fuji Astomi kepada Padang Ekspres, Minggu (18/7) mengatakan, penyembelihan hewan kurban cukup dilaksanakan oleh panitia Idul Adha saja.

“Peserta kurban itu nanti cukup di rumah saja. Jadi tidak hadir di lokasi karena bisa menjadi pemicu untuk penumpukan massa. Atau panitia bisa membuat inovasi dengan melakukan penyembelihan yang dihadiri secara virtual oleh peserta kurban,” ujarnya.

Begitu juga dengan pembagian daging kurban. Disampaikan Fuji, sistem pembagian daging kurban tidak dijemput di masjid atau tempat penyembelihan melainkan diantarkan pengurus masjid atau panitia Idul Adha harus ke rumah-rumah warga.


“Ini sangat penting, kita tidak mau penyembelihan hewan kurban dan pembagian daging kurban ini nanti menjadi awal penyebaran Covid-19 sehingga menimbulkan klaster baru. Nah, kita butuh kerja sama semua pihak termasuk masyarakat,” imbuhnya.

Hal senada diungkapkan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Padang Japeri Jarab. Dia mengatakan, MUI Padang menyarankan agar pembagian daging kurban diantarkan ke rumah-rumah masyarakat.

“Kita harapkan ini dilaksanakan pengurus masjid atau panitia Idul Adha. Jangan sampai nanti menimbulkan klaster baru. Istilah saya, jangan sampai ibadah kurban malah menambah korban Covid-19,” sebutnya Japeri.

Jangan Pakai Kantong Plastik Hitam

Baca Juga:  Mahyeldi Buka Kongres VI IKA Unand

Di sisi kesehatan, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Padang Ferimulyani Hamid mengimbau pengurus masjid atau panitia Idul Adha untuk menghindari penggunaan kantong plastik (kresek) hitam sebagai pembungkus daging kurban.

Pasalnya, bahan daur ulang kantong plastik hitam berasal dari limbah. Jika digunakan untuk pembungkus daging kurban, bisa berdampak buruk bagi kesehatan.

“Kami mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat yang akan melaksanakan kurban pada Idul Adha, untuk menghindari menggunakan kantong plastik, khususnya berwarna hitam,” kata Kepala Dinkes Padang Ferimulyani Hamid.

Dia menyarankan, masyarakat sebaiknya menggunakan kantong plastik selain berwarna hitam atau daun, sebagai pembungkus daging kurban.

Ini penting untuk diperhatikan masyarakat, sambung Ferimulyani, lantaran bahan daur ulang pembuatan kantong plastik hitam berasal dari limbah. Sehingga kebersihan dan keamanannya tidak terjamin.

Diantara kandungan zat yang terdapat pada kantong plastik hitam adalah logam berat seperti timbal. Timbal ini dapat dengan mudah berpindah ke makanan, terlebih jika makanan dalam keadaan panas, termasuk juga daging.

“Jika ditempatkan pada plastik hitam maka daging akan cepat menyerap zat-zat yang terkandung pada plastik,” imbuhnya.

Ferimulyani menjelaskan, apabila makanan terkontaminasi timbal dikonsumsi dalam jangka panjang, dapat menyebabkan gangguan kesehatan pada manusia, bahkan dapat menimbulkan kanker.

“Sementara dalam jangka pendek, bisa menyebabkan diare, mencret, dan lain sebagainya. Masyarakat lebih baik menggunakan kantong plastik yang transparan, karena tidak didaur ulang,” sebut Ferimulyani. (idr)