Pria Ngaku Matanya Tertusuk di Penyekatan Minta Maaf

26
Kapolresta Padang Kombes Pol Imran Amir.(IST)

Kapolresta Padang Kombes Pol Imran Amir mengingatkan kepada seluruh personel pihak kepolisian yang berjaga di posko penyekatan di beberapa titik di Kota Padang untuk selalu humanis dalam melaksanakan tugas ketika menanyai pengendara yang ingin masuk ke Kota Padang.

“Selama berlakunya PPKM darurat di Kota Padang, seluruh kendaraan yang masuk ke Kota Padang wajib ditanyakan surat vaksin dan kartu sudah melakukan swab, jika tidak ada dengan tegas disuruh balik kanan, namun dengan hamunis,” ujarnya.

Polresta Padang  komit dengan aturan, jika tidak ada persyaratan sesuai aturan PPKM darurat jangan harap bisa masuk ke Kota Padang, “Sudah 6  hari penyekatan untuk Kota Padang, sudah ada 1.500 lebih kendaraan yang disuruh balik kanan, karena tidak bisa melihatkan kartu vaksin dan hasil swab, namun ada juga yang nekat masuk sehingga membuat kericuhan di penyekatan tersebut,” ungkapnya.

Seperti kejadian yang videonya viral di media sosial Sabtu (17/7). Seorang pengendara bernama Awalludin Rao, seorang kontraktor tinggal di Tunggulhitam Kecamatan Kototangah, nekat ingin masuk ke Kota Padang dari arah Solok.


Namun karena kartu vaksin dan hasil tes swabnya tidak ada ia ini tidak diperbolehkan masuk sesuai Surat Edaran Wali Kota Padang. Petugas penyekatan di Lubuk Peraku menyuruh pria ini balik. Namun pria ini terus memaksa sehingga terjadi saling dorong dengan petugas penyekatan sehigga pelipis matanya kena benturan mobilnya sendiri sehingga berdarah.

“Awalludin Rao mengendarai mobil Avanza warna putih BA 1240 LB bersama karyawannya melewati Pos Sekat PPKM Darurat Lubuk Peraku dari arah Solok menuju Kota Padang pukul 02.15. Petugas Pos Sekat PPKM Darurat Lubuk Peraku kemudian menghentikan kendaraan untuk dilakukan pemeriksaan. Namun ia tidak bisa menunjukkan surat vaksin minimal vaksin pertama, hasil swab PCR (H-2)/hasil rapid antigen (H-1) sehingga sesuai prosedur mobil dilarang masuk ke Kota Padang dan disuruh putar ke arah Solok,” ungkap Kapolres.

Namun pukul 02.40 yang bersangkutan  kembali berusaha melewati Pos Sekat PPKM Darurat Lubuk Peraku dan kembali dihentikan petugas. “Karena tidak bisa melewati pos sekat ia kemudian turun dari mobilnya dan beradu argumen dan membentak petugas, kemudian Kapolsek Lubukkilangan AKP Liya Nesmon mendekatinya dan minta untuk menunjukkan identitas, namun yang bersangkutan tidak mau memperlihatkan,” ujar Kapolresta.

Baca Juga:  Jalan Nipah-Teluk Bayur Dilanjutkan

Kapolresta mengatakan, Awalludin Rao  berargumen dirinya telah meminta izin kepada petugas pada saat melewati Pos Sekat Lubuk Peraku untuk menuju ke arah Taman Raya Bung Hatta. “Namun ketika Kapolsek Lubukkilangan  meminta untuk menunjukkan petugas yang memberikan izinnya namun ia tidak bisa menunjukkan petugas yang dimaksud,” ungkapnya.

Lalu, Kapolsek Lubukkilangan  memintanya  untuk masuk kembali ke mobil dan putar arah menuju Solok. Namun yang bersangkutan tetap memaksa agar bisa melewati pos sekat. Petugas berusaha melakukan upaya persuasif dengan merangkul punggungnya dan menggiring masuk ke mobil.

“Tetapi ia  memberontak dan mendorong Kapolsek Lubukkilangan. Melihat hal tersebut petugas Pos Sekat Lubuk Peraku yang saat itu juga ada unsur Kecamatan Lubukkilangan dan Lurah se-Kecamatan Lubukkilangan yang melakukan peninjauan berusaha melerai dan memintanya  masuk ke dalam mobilnya. Ketika akan digiring masuk kedalam mobil Awalludin Rao memberontak kepada petugas dan Kapolsek Lubukkilangan menyebabkan kepala yang bersangkutan terbentur sudut atas pintu depan sebelah kanan mobilnya yang mengakibatkan kelopak mata sebelah kiri mengalami luka,” jelasnya.

Kapolresta menyayangkan ia malah menuduh petugas yang melukainya. “Ia menuduh anggota yang melakukan dan merekam sendiri darah yang keluar. Padahal dengan inisiatif sendiri anggota kita langsung membawanya ke rumah sakit. Namun beberapa saat kemudian ia meminta maaf kepada personel dan mengaku emosi, sehingga ia tidak kita amankan,” ungkapnya Kapolresta.

Terpisah, Awalludin Rao menjelaskan kepada awak media, ia tidak tahu kena apa pelipis matanya berdarah. Karena menurutnya waktu itu petugas ramai. Ia mengaku, ketika melewati pos penyekatan memang tidak ada kartu vaksin dan lainnya. “Saya mintak maaf kepada personel Polresta Padang dan seluruh personel penyekatan di Posko Ladangpadi, saya minta maaf,” ujarnya. (err)