Harga Bawang Merah Naik, Cabai Turun

24
KEMBALI MELONJAK: Pedagang sembako di Blok II Pasar Raya Padang sedang melayani pembeli, Selasa (17/8).(YOSSY/PADEK)

Harga sejumlah kebutuhan pokok di Pasar Raya Padang melonjak naik sejak sepekan belakangan. Kenaikan ini dipicu cuaca buruk sehingga pasokan barang menjadi terbatas.

Informasi yang dihimpun Padang Ekspres di Blok II Pasar Raya Padang, Selasa (17/8) barang kebutuhan pokok yang mengalami kenaikan harga seperti bawang merah dan minyak goreng.

Seorang pedagang barang harian, Wendra, 30, menyampaikan, harga minyak goreng saat ini berkisar antara Rp 15.500 hingga Rp 16 ribu per kilogram. Mengalami kenaikan sejak seminggu terakhir dari sebelumnya Rp 13.500 per kilogram.

Menurutnya, ada dua kemungkinan pemicu kenaikan harga minyak goreng ini yakni harga sawit mahal atau stok minyak goreng terbatas. Akibatnya daya beli masyarakat jadi tidak stabil.

“Pembeli sepi sehingga pendapatan jadi merosot. Biasanya terjual 10 jeriken per hari namun karena harga naik, penjualan jadi menurun drastis menjadi 5 sampai 6 jeriken per hari,” katanya.

Sementara Neti, 53, pedagang cabai mengungkapkan harga bawang merah juga mengalami kenaikan menjadi Rp 32 ribu per kilogram. Padahal sebelumnya hanya berkisar antara Rp 25 ribu hingga Rp 30 ribu per kilogram.

Baca Juga:  FAJI Sumbar Fokus Pengembangan Olahraga Rekreasi Arung Jeram Sumbar

“Harga naik sudah sejak seminggu terakhir ini. Pemicu karena cuaca buruk sehingga pasokan barang menjadi terbatas, akibatnya harga menjadi naik,” ujarnya.

Kendati demikian, katanya, kenaikan harga barang ini tidak terlalu berpengaruh pada daya beli masyarakat. Hanya saja, masyarakat mengurangi pembelian barang. “Jika saat bawang merah murah, membeli bawang satu kilogram maka di saat bawang merah mahal pembeli hanya membeli setengah kilogram saja,” terangnya.

Di sisi lain, ia menyebut, harga cabai merah turun sejak seminggu belakangan. Dari sebelumnya Rp 22 ribu per kilogram menjadi Rp 20 ribu per kilogram. Turunnya harga cabai karena pasokan melimpah karena petani panen serentak.

Pedagang telur, Erlina Putri, 55 mengatakan, harga telur ayam turun dari sebelumnya Rp 42 ribu menjadi Rp 40 ribu per karton. “Ini dipicu lantaran pasokan telur terlalu banyak. Karena keadaan di masa pandemi Covid-19, ekonomi masyarakat terbilang minim, jadi pembeli tidak seramai dulu,” ujar Erlina. (idr/mg3)