Dua Jenazah Covid-19 Dimakamkan di TPU Bungus

Perjuangan tim pemakaman jenazah DLH Kota Padang saat memakamkan jenazah pasien Covid-19 di Jorong Lubukagung Nagari Kotobaru Solok, Jumat (17/4). (Dok: DLH Padang)

Pemko Padang menetapkan Tempat Pemakaman Umum (TPU) Bungus di Kecamatan Bungus Teluk Kabung (Bungtekab) sebagai tempat pemakaman bagi warga Kota Padang yang meninggal dunia akibat positif virus korona (Covid-19).

Wali Kota Padang, Mahyedi Ansharullah mengatakan, alasan dipilihnya TPU Bungus adalah karena lahan TPU Bungus masih luas jika dibandingkan dengan dua TPU yang ada di Kota Padang yaitu TPU Tungguhitam dan Airdingin Kototangah.

“Lahan pemakaman yang ada di TPU Bungus ada sekitar 3 hektare sehingga kami menetapkan TPU tersebut sebagai TPU khusus jenazah pasien positif Covid-19,” ujar Mahyeldi.

Mahyeldi menuturkan, Pemko Padang telah menyosialisasikan TPU Bungus sebagai TPU khusus Covid-19 kepada berbagai pihak seperti masyarakat di Kecamatan Bungtekab dan juga pihak RS yang berada di Kota Padang.

Kemudian terkait adanya penolakan dari warga sekitar TPU Bungus beberapa hari lalu, Mahyeldi mengakui hal tersebut disebabkan karena miskomunikasi dengan masyarakat.

Kesalahpahaman tersebut sudah bisa ditangani sehingga tidak ada lagi penolakan lagi dari masyarakat terhadap pemakaman jenazah pasien positif Covid-19 di Kota Padang.

“Yang terjadi itu hanya kurangnya sosialisasi kepada masyarakat. Kita sudah tetapkan sebelumnya TPU ini, namun kurang disosialisasikan,” jelasnya.

Di samping itu, sudah ada jenazah pasien positif Covid-19 yang dimakamkan di TPU Bungus, dan masyarakat tidak akan lagi menolak pemakaman tersebut,” ujarnya.

Mahyeldi menambahkan, pemakaman di TPU Bungus tidak diharuskan bagi jenazah pasien positif Covid-19. Hal itu tergantung dari persetujuan pihak keluarga jenazah jika ingin dimakamkan di TPU Bungus atau di tempat lain.

“Jadi ini terserah dari pihak keluarga, jika ada tempat lain ya silahkan saja, yang jelas Pemko Padang menyediakan TPU khusus Covid-19,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Padang, Mairizon mengatakan sudah dua jenazah pasien virus korona dimakamkan di TPU Bungus.

Dia menjelaskan, dipilihnya TPU Bungus sebagai lokasi pemakaman jenazah Covid-19 lantaran berjarak satu kilometer lebih dari pemukiman warga, jenis tanahnya liat, dan jauh dari sumber air.

Sementara dua TPU lainnya yakni TPU Airdingin dan TPU Tunggulhitam, secara teknis tidak layak untuk pemakaman jenazah pasien Covid-19. Pasalnya, lokasi TPU Airdingin berdekatan dengan kawasan penduduk dan sumber air, serta jenis tanahnya bebatuan.

Menurut aturan, sambung Mairizon, batasan antara lokasi pemakaman jenazah pasien Covid-19 itu lebih kurang 500 meter dari kawasan penduduk dan 50 meter dari genangan air.

“Kalau TPU Tunggulhitam itu sudah penuh, lalu juga berdekatan dengan badan air. Makanya pilihan kita di TPU Bungus, dengan alasan jaraknya dengan permukiman warga lebih dari satu kilometer, lalu jenis tanahnya liat, dan jauh dari sumber air,” terangnya.

Dia mengatakan, lokasi pemakaman jenazah pasien Covid-19 di TPU Bungus itu, berdekatan dengan lokasi kuburan massal korban gempa tahun 2009. “Itu bukan pemakaman khusus untuk jenazah Covid-19, jenazah biasa pun boleh di sana,” katanya.

Mairizon mengklaim bahwa masyarakat telah memahami dipilihnya TPU Bungus sebagai lokasi pemakaman jenazah pasien Covid-19, usai diberikan sosialisasi.

Lebih lanjut dia menyampaikan, Wali Kota

Padang Mahyeldi Ansharullah telah menginstruksikan DLH untuk membantu proses pemakaman jenazah pasien Covid-19, baik di dalam maupun di luar Kota Padang.

“Untuk di Kota Padang, ada dua pilihan, pertama di TPU Bungus dan di tanah milik pribadi atau tanah kaum pun kami akan tetap membantu melakukan penguburan.

Di Pasaman dan Solok, itu tim kita yang melakukan penguburan. Lalu dua hari yang lewat di Lambungbukik, itu kuburan keluarga dan tetap tim DLH Padang yang melakukan penguburan,” tukas Mairizon.

Terpisah, anggota DPRD Kota Padang, Budi Syahrial mengapresiasi dan mendukung kebijakan Pemko Padang dalam menetapkan TPU Bungus sebagai TPU khusus Covid-19.

Menurutnya, berdasarkan fakta di lapangan bahwa adanya terjadi penolakan dari masyarakat sehingga perlu dicarikan satu TPU yang dikhususkan untuk jenazah pasien positif Covid-19.

“Ya, kemarin terkait TPU khusus Covid-19 ini telah kami usulkan sebelumnya. Alhamdulillah, Pemko Padang menetapkan TPU Bungus ini sebagai TPU khusus Covid-19 untuk Kota Padang,” jelasnya.

Namun anggota Komisi I DPRD Kota Padang itu menyebutkan, Pemko Padang juga harus menempatkan petugas pemakaman khusus untuk menguburkan jenazah pasien positif Covid-19 seperti orang gali kubur dan sebagainya.

“Mereka harus diberikan juga alat perlindungan diri (APD) saat bertugas menggali kubur untuk pemakaman jenazah pasien positif Covid-19 tersebut,” imbauanya. (*)