Enam Petugas di Dua Puskesmas Kota Padang Positif Covid-19

Puskesmas Pagambiran tampak tutup, kemarin. Pelayanan kesehatan dihentikan setelah salah seorang petugas di Puskesmas positif Covid-19. (Indra - Padek)

Enam pegawai puskesmas di dua puskesmas di Kota Padang terkonfirmasi positif virus korona (Covid-19). Akibatnya, Dinas Kesehatan Kota Padang melakukan pembatasan pelayanan kesehatan di dua puskesmas itu.

Dua puskesmas yang terkonfirmasi terdapat kasus positif Covid-19 adalah Puskesmas Andalas dengan dua pegawai yang terkonfirmasi positif dan Puskesmas Pagambiran sebanyak empat orang positif Covid-19.

Kepala Tata Usaha (TU) Puskesmas Andalas, Mardia Nelisna kepada Padang Ekspres, Minggu (19/4) membenarkan dua dari pegawai Puskesmas Andalas dikonfirmasi positif Covid-19.

Dengan adanya temuan tersebut seluruh pegawai dan tenaga kesehatan di Puskesmas Andalas dilakukan rapid test dan pemeriksaan swab tenggorokan dan hidung.

“Jumlah pegawai di Puskesmas Andalas yang menjalani rapid test dan pemeriksaan swab ada 40 orang dan hasilnya negatif. Namun ada 12 orang lagi yang masih menunggu hasil dari swab mereka, lebih kurang dua atau tiga hari lagi keluar,” jelasnya.

Dengan adanya temuan positif Covid-19 di lingkungan Puskesmas Andalas, Mardia mengungkapkan, pihaknya sempat mengajukan penutupan sementara pelayan Puskesmas Andalas untuk masyarakat.

Namun setelah diajukan ke Dinkes Kota Padang, maka keputusannya Puskesmas Andalas tetap beroperasi namun dilakukan pembatasan pelayanan kesehatan.

“Karena puskesmas merupakan objek vital yang harus tetap buka, maka Puskesmas Andalas tetap beroperasi namun pelayanannya dibatasi,” ungkapnya.

Pembatasan pelayanan kesehatan diberlakukan terhadap pelayanan seperti masyarakat yang mengalami gejala penyakit ringan seperti mual, sakit kepala, demam biasa dan penyakit umum biasanya.

Sementara pelayan yang tetap dibuka adalah pelayanan kesehatan yang bersifat urgen atau darurat seperti kecelakaan ringan, pasien yang obatnya harus rutin diberikan dan yang bersifat mendesak lainnya.

Lebih lanjut Mardia mengatakan, selain pembatasan beberapa pelayanan kesehatan, jam operasional puskesmas juga dibatasi mulai pukul 08.00-12.00. “Untuk masa pembatasan di Puskesmas Andalas tergantung dari situasi dan kondisi di kemudian hari,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang, Ferimulyani membenarkan ada enam pegawai di dua puskemas yang dinyatakan positif Covid-19.

Adapun langkah yang diambil oleh Dinkes Kota Padang dengan temuan kasus tersebut yaitu dengan melakukan rapid test dan pengambilan swab kepada pegawai lain di dua Puskemas tersebut.

“Untuk enam pegawai puskesmas yang positif Covid-19 tersebut saat ini ada yang melakukan isolasi di Bapelkes dan di rumah masing-masing karena gejala ringan,” jelasnya.

Untuk di Puskesmas Andalas sudah sejak satu minggu lalu ditemukan kasus positif Covid-19, namun bukan didapatkan dari lingkungan puskemas. “Kita lakukan tracing dan diduga pegawai itu tertular di tempat kerja lain karena yang bersangkutan juga bekerja di klinik,” ungkapnya.

Setelah diketahui, Dinkes Kota Padang langsung melakukan pemeriksaan kondisi seluruh pegawai di Puskesmas Andalas melalui swab dan hasilnya negatif Covid-19.

“Memang Puskemas Andalas mengajukan penutupan sementara, namun karena puskemas adalah objek vital yang harus tetap buka, maka kami hanya menetapkan pembatasan pelayanan kesehatan,” tukasnya.

Pembatasan pelayanan dilakukan di beberapa poli kesehatan seperti poli gigi yang membutuhkan tindakan sehingga ditutup sementara waktu.

Sementara untuk di Puskesmas Pagambiran, kasus positif Covid-19 baru ditemukan sejak tiga hari yang lalu dengan satu kasus.
Pihaknya langsung melakukan tes swab kepada seluruh pegawai Puskesmas terutama yang memiliki kontak erat dengan pegawai positif sebelumnya.

Setelah dilakukan pemeriksaan dan hasilnya ditemukan tiga pegawai yang terkonfirmasi positif Covid-19 sehingga totalnya ada empat orang.

Dengan temuan tersebut, Dinkes Kota Padang langsung melakukan pemeriksaan terhadap kurang lebih 35 orang pegawai Puskesmas dan hasilnya bisa diketahui sekitar dua hari mendatang.

Kemudian, karena banyak ditemukannya pegawai Puskesmas yang positif Covid-19 dan juga keluarga mereka serta lokasi Puskesmas Pagambiran yang dekat permukiman, sehingga Dinkes Kota Padang hanya membuka pelayanan Instalasi Gawat Darurat (IGD) saja.

“Jadi tidak kami tutup sepenuhnya namun masyarakat sekitar yang sudah takut mendekati Puskesmas sehingga tidak ada yang berkunjung,” tuturnya.

Namun Feri menyebutkan, jika nantinya sudah menjadi pusat penularan Covid-19, maka tidak tertutup kemungkinan Puskesmas tersebut akan ditutup. (*)